MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Tuesday, March 12, 2019

Jadi Pengungsi, Pengantin ISIS Bersumpah Balas Dendam

Pengantin ISIS

Ancaman balas dendam pengungsi dan pengantin ISIS datang ketika kantong wilayah terakhir kekhalifahan menghadapi kekalahan akibat serangan pasukan Kurdi. Dalam dua hari terakhir, 12.000 orang dari Baghouz tiba di sebuah kamp untuk non-pejuang di Suriah utara. Di kamp terdepan pasukan dukungan Amerika Serikat di luar desa, sekelompok wanita berdiri di depan para jurnalis dan menunjuk ke langit sambil berteriak: “ISIS akan tetap ada.”
Oleh: Nicola Stow (The Sun)
Pengantin ISIS di kamp-kamp pengungsi Suriah telah bersumpah untuk membalas dendam mengerikan, ketika kantong wilayah terakhir dari “kekhalifahan” mereka menghadapi kekalahan oleh serangan pasukan Kurdi. Pernyataan semacam itu muncul di tengah kekhawatiran adanya ribuan pengikut yang dicuci otak di kamp-kamp pengungsi.
Seorang wanita bercadar memperingatkan: “Kami akan membalas dendam, akan ada darah yang menenggelamkan sampai ke lutut Anda.”
Seorang wanita yang dievakuasi dari wilayah pergolakan kelompok ISIS di Baghouz tiba di area pengecekan yang dilakukan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi yang didukung Amerika Serikat. (Foto: AFP)
Wanita itu, yang dikhawatirkan termasuk di antara ribuan orang fanatik yang masih setia mendukung ISIS yang telah meninggalkan Baghouz dan menyerah kepada pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat, menambahkan: “Kami telah pergi, tetapi akan ada penaklukan baru di masa depan.”
Warga sipil telah mengalir keluar dari perkemahan di Baghouz, daerah terakhir di Suriah yang masih di bawah kendali ISIS, sejak Desember 2018, menurut laporan Mail Online. Tetapi pasukan koalisi Kurdi yang didukung Amerika khawatir mereka awalnya meremehkan jumlah pengikut ISIS yang telah dicuci otak yang masih tersisa di dalam.

‘ISIS AKAN TETAP ADA’

Seorang wanita dipotret setelah meninggalkan Baghouz. (Foto: AFP)
Dalam dua hari terakhir, 12.000 orang dari Baghouz tiba di sebuah kamp untuk non-pejuang di Suriah utara. Di kamp terdepan pasukan dukungan Amerika Serikat di luar desa, sekelompok wanita berdiri di depan para jurnalis dan menunjuk ke langit sambil berteriak: “ISIS akan tetap ada.”
Gerakan itu digunakan oleh para pendukung ISIS untuk memproklamirkan keesaan Tuhan.
Banyak perempuan yang meninggalkan benteng ISIS mengatakan kepada AFP bahwa mereka ingin membesarkan anak-anak mereka menggunakan ideologi ISIS. Seorang wanita berusia 60 tahun yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ISIS akan terus berlanjut karena anak-anak lelaki di bawah kekuasaan kelompok terror tersebut telah dilatih untuk bertarung sejak usia muda.
Pasukan koalisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat khawatir mereka awalnya meremehkan jumlah pengikut ISIS yang telah dicuci otak yang masih tersisa di Baghouz. (Foto: AFP)
Dia berkata: “Kekhalifahan tidak akan berakhir, karena telah tertanam di hati dan otak bayi-bayi yang baru lahir dan anak-anak kecil.”
Beberapa warga sipil melempari kamera media dengan batu, sedangkan yang lain berteriak pada seorang fotografer dan memanggilnya “babi.” Seorang pria berjanggut dengan luka di kaki berkata: “Saya hanya menyerah karena cedera saya. Saya sudah mendukung ISIS sejak awal.”

RIBUAN PENGUNGSI ISIS

Warga sipil yang dievakuasi dari pergolakan kelompok ISIS di Baghouz sedang menunggu roti dan air di area pengecekan. (Foto: AFP)
Adnan Afrin, juru bicara Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengatakan hari Kamis (7/3) tentang mereka yang melarikan diri dari Baghouz: “Mereka datang dari bawah tanah, mereka tidak pernah habis.”
The International Rescue Committee hari Jumat (8/3) mengatakan sebanyak 12.000 orang dari Baghouz telah tiba di sebuah kamp untuk non-pejuang di timur laut Suriah selama 48 jam terakhir, termasuk sekitar 6.000 orang pada hari Kamis (7/3) saja. Menurut komite tersebut, lebih dari 55.000 warga sipil telah tiba di kamp Al-Hol yang dikelola Kurdi sejak bulan Desember 2018.
Organisasi itu mengatakan bahwa, “IRC dan agen-agen lain telah melakukan semua yang mereka bisa lakukan untuk membantu para pendatang baru, tetapi kamp Al-Hol sekarang berada di titik kritis.”
Keterangan foto utama: Pengantin ISIS di kamp-kamp pengungsi Suriah telah bersumpah untuk melakukan balas dendam yang mengerikan. (Foto: AFP)

No comments:

Post a Comment