MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Tuesday, March 12, 2019

Benjamin Netanyahu: Israel Hanyalah Negara untuk Bangsa Yahudi

Benjamin Netanyahu

Walaupun Israel memiliki warga negara Arab-Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya itu adalah negara bangsa Yahudi. Pernyataannya itu mengacu pada undang-undang kontroversial Israel hanyalah negara bangsa untuk orang-orang Yahudi. Memicu kontroversi, ia menegaskan bahwa orang-orang Arab memiliki hak yang sama.
Oleh: Agence France-Presse/The Guardian
Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel “bukan negara untuk semua warganya”, mengacu ke populasi Arab negara itu.
Dalam komentarnya di Instagram, perdana menteri mengatakan bahwa semua warga negara, termasuk orang Arab, memiliki hak yang sama, tetapi ia merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bangsa untuk orang-orang Yahudi.
“Israel bukan negara untuk semua warganya,” tulisnya dalam menanggapi kritik dari aktor Israel, Rotem Sela. “Menurut hukum kewarganegaraan dasar yang kami berikan, Israel adalah negara bangsa untuk orang-orang Yahudi―dan hanya itu.
“Seperti yang Anda tulis, tidak ada masalah dengan warga Arab Israel. Mereka memiliki hak yang sama seperti kita semua dan pemerintah Likud telah berinvestasi lebih banyak di sektor Arab daripada pemerintah lainnya,” katanya tentang partai sayap kanannya.
Ketika komentar itu menyebabkan gelombang protes di Israel, Netanyahu sekali lagi berbicara tentang masalah ini pada awal pertemuan kabinet. Dia menyebut Israel sebagai “negara Yahudi yang demokratis” dengan hak yang sama, tetapi “negara bangsa bukan untuk semua warganya, tetapi hanya orang-orang Yahudi”.
Netanyahu telah dituduh menjelek-jelekkan orang Arab Israel, yang merupakan sekitar 17 persen dari populasi, dalam upaya untuk meningkatkan jumlah pemilih dalam pemilu pada tanggal 9 April.
Dia terus memperingatkan bahwa lawan-lawannya akan menerima dukungan dari partai-partai Arab dan bahwa mereka akan membuat konsesi yang signifikan bagi Palestina.
Netanyahu, di bawah ancaman dakwaan korupsi, menghadapi tantangan berat dari aliansi politik sayap tengah yang dipimpin oleh Benny Gantz, mantan kepala staf militer, dan Yair Lapid, seorang mantan menteri keuangan.
Posisi sentris aliansi dan kredensial keamanannya―termasuk tiga mantan kepala staf militer itu―telah membantu aliansi membungkam klaim Netanyahu bahwa para pemimpinnya adalah pemimpin sayap kiri yang “lemah”.
Partai-partai Arab akan sangat tidak mungkin menjadi bagian dari pemerintah koalisi setelah pemilu.
Warga Arab Israel adalah warga Palestina yang tetap tinggal di tanah mereka setelah pembentukan negara Israel tahun 1948 dan sebagian besar mendukung tujuan pembentukan negara Palestina.
Netanyahu memimpin pemerintah sayap kanan terkeras dalam sejarah Israel dan mengatakan dia ingin koalisi serupa setelah pemilu mendatang.
Keterangan foto utama: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP/Getty Images/Gali Tibbon)

No comments:

Post a Comment