MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, November 16, 2017

PM Spanyol mulai kampanye di Catalunya, massa prokemerdekaan gelar pawai

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengunjungi wilayah Katalunya untuk memulai kampanye bagi Partai Popular, menjelang pemilhan parlemen di wilayah itu pada bulan depan.
Rajoy diperkirakan akan menemui para pendukungnya dari partai konservatif pada hari Minggu pagi.
Kunjungannya ke wilayah Catalunya setelah sekitar 750,000 orang menggelar pawai untuk memprotes sikap pemerintah pusat yang menahan para pemimpin Catalunya.Pada Oktober lalu, pemerintah Catalunya mendeklarasikan kemerdekaan wilayah itu dari kekuasaan Spanyol, yang kemudian disikapi Madrid dengan mendakwa para pemimpinya dengan pasal penghasuran dan kemudian memenjarakannya.
Kunjungan Rajoy ke wilayah Catalunya ini merupakan yang pertama sejak Spanyol dilanda krisis, yang antara lain ditandai pengambilalihan kekuasaan wilayah otonomi Catalunya oleh pemerintah pusat sekitar dua pekan lalu.Krisis ini diawali adanya keputusan referendum di wilayah Katalunya pada Oktober, walaupun pemerintah pusat menganggapnya sebagai tindakan melawan hukum. Saat itu pendukung kemerdekaan meraih 92% dari 43% suara yang terkumpul.
Banyak orang yang menolak keputusan kemerdekaan Catalunya karena dianggap tidak mewakili suara keseluruhan orang-orang yang tinggal di wilayah Catalunya.
Pemerintah Spanyol menanggapi hasil referendum itu dengan membekukan parlemen Catalunya, mengambil alih kekuasaan pemerintahan wilayah itu, dan memutuskan untuk menggelar pemilu parlemen setempat pada 21 Desember nanti.
Semenjak Madrid mengambil alih pemerintahan Catalunya, pemimpin Catalunya Carles Puigdemont meninggalkan Spanyol dan kini berada di Belgia. Dia menolak kepergiannya ke negara itu sebagai upaya mencari suaka.Jaksa penuntut Spanyol kemudian memohon pengadilan untuk mengeluarkan surat penangkapan terhadap Carles Puigdemont dan empat orang lainnya terkait upaya memisahkan diri dari Spanyol.
Tetapi kelimanya mengabaikan pemanggilan di pengadilan tinggi Spanyol, untuk menjalani pemeriksaan atas tuduhan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana masyarakat.
Pengacara Carles Puigdemont, Paul Bekaert, mengatakan iklimnya 'tidak baik' bagi kliennya untuk memenuhi panggilan jaksa penuntut di Spanyol.
Sebelumnya, Puigdemont berulangkali mengatakan sebelum pulang, sia meminta jaminan bahwa sidang yang akan dijalaninya berlangsung adil.Selain Puigdemont dkk, pihak berwenang Spanyol telah memanggil sembilan orang lainnya, dan jaksa penuntut mengajukan permohonan kepada pengadilan tinggi agar delapan pemimpin pemerintah wilayah Catalunya itu ditahan.
Pada hari Sabtu, pendukung kemerdekaan Catalunya menggelar pawai menuntut agar delapan eks pejabat menteri Catalunya dan dua orang pendukungnya dibebaskan.
Dalam pawai yang dihadiri sekitar 750,000 orang, mereka melambai-lambaikan spanduk dan poster bertuliskan "Kami kaum Republik" seraya menuntut pembebasan para pemimpinnya.

Yang perlu diketahui tentang Mugabe, tokoh yang berkuasa lebih lama dari Soeharto

Militer Zimbabwe yang kini mengendalikan Zimbabwe sudah menegaskan bahwa aksi mereka bukanlah kudeta atas kepemimpinan Presiden Robert Mugabe, yang menurut mereka berada dalam keadaan aman.

Setelah menguasai stasiun TV negara, juru bicara militer mengumumkan sasaran mereka adalah orang-orang di sekitar Mugabe yang menyebabkan 'penderitaan sosial dan ekonomi'.
Bagaimanapun campur tangan langsung militer dalam politik negara itu jelas bisa mengancam posisi Mugabe, yang sudah berkuasa sejak tahun 1980 lalu, lebih lama dari kekuasaan mendiang mantan Presiden Soeharto, yang berkuasa selama 31 tahun.Pada usianya yang memasuki 93 tahun, salah satu masalah di Zimbabwe adalah suksesi kepemimpinan.
Berbagai upaya oposisi untuk menurunkannya melalui jalan demokratis selalu gagal -Pemilu Zimbabwe diduga selalu penuh kecurangan.
Inilah sejumlah hal yang perlu Anda ketahui seputar kemelut politik Zimbabwe.

Apa akar masalahnya?

Pekan lalu, Persiden Robert Mugabe memecat wakil presiden Emmerson Mnangagwa, yang sebelumnya santer disebut-sebut sebagai penerus Mugabe, yang merupakan penguasa dunia terlama sejak memerintah tahun 1980.
Pemimpin yang pernah menjabat perdana menteri tersebut menuduh mantan wakilnya itu berkomplot untuk merebut kekuasaan darinya.Dia pergi ke gereja apostolik untuk mencari tahu kapan Mugabe akan mati, namun dia diberitahu bahwa dia akan mati lebih dulu," kata Mugabe di hadapan para pendukungnya, Rabu (08/11) lalu.
Pemecatan itu memicu spekulasi ibu negara Grace Mugabe akan ditunjuk menjadi wakil presiden dalam kongres partai berkuasa Zanu-PF bulan depan.
Sebelumnya Grace dilaporkan yang mendesak pemecatan Mnangagwa dengam merujuknya sebagai seeokor ular 'yang harus dipukul di bagian kepala'.
Dalam sebuah pidato pada November 2015, dia juga pernah mengatakan Mugabe akan terus memerintah hingga umur 100 tahun -mungkin memerintah dari kursi roda yang akan dirancang khusus.Para pengamat meyakini terbukanya kemungkinan bahwa Grace Mugabe akan meneruskan kekuasaan suaminya, adalah hal yang mendorong militer mengambil tindakan.
Seorang perwira tinggi militer, Mayor Jenderal Major General Sibusiso Moyo, menegaskan bahwa aksi militer itu bukan merupakan kudeta dan sekaligus menjamin bahwa situasi akan menjadi normal.
"Begitu kami menuntaskan misi kami, kami mengharapkan situasi akan kembali ke normal."

'Faktor' Grace Mugabe?

Sempat tidak terjun langsung ke politik, perempuan berusia 52 tahun ini -atau 41 tahun lebih muda dari suaminya- awalnya dikenal dengan kegemarannya berbelanja dan kerja-kerja amalnya.
Namun Grace kini menjadi salah satu tokoh penting di partai berkuasa Zanu-PF dengan menjaba Ketua Liga Perempuan dan dilaporkan berperan penting dalam menyingkirkan politisi-politisi yang berpotensi menjadi penerus suaminya.Dia sendiri tidak membantah jika disebut ingin memimpin Zimbabwe. "Mereka mengatakan saya ingin menjadi presiden. Kenapa tidak? Apakah saya bukan orang Zimbabwe?" katanya dalam sebuah acara pawai partai.
Menikah dengan Mugabe pada tahun 1996 dalam sebuah acara yang mewah, saat itu Mugabe masih menikah dengan istri pertamanya, Sally, yang sedang menderita sakit keras.
Pengritiknya menjulukinya sebagai 'Gucci Grace' karena kegemarannya belanja barang-barang mewah.Pertengahan Oktober, dia menggugat seorang pengusaha Lebanon senilai US$1 juta lebih atau sekitar Rp14 miliar karena tidak memberikan cincin berlian yang dipesannya. yang harganya mencapai US$1,5 juta.
Ibu negara juga dilaporkan berada di belakang pemecatan wakil presiden Joice Mujuru, tahun 2014 lalu, setelah menyebutnya 'korup, pemeras, tidak kompeten, tukang gosip, pembohong, dan tidak pernah bersyukur' serta berkolaborasi dengan kelompok oposisi.
Beberapa bulan setelah komentar itu, Mujuru kemudian dikeluarkan dari partai Zanu-PF.

Bagaimana situasi Mugabe?

Tembakan terdengar Rabu (15//11) subuh di kawasan pinggiran utara Harare, tempat Mugabe dan sejumlah pejabat pemerintah tinggal, seperti dilaporkan wartawan BBC di ibu kota itu, Shingai Nyoka
Militer mengatakan bahwa Mugabe dalam keadan aman.
Namun kantor Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengatakan bahwa pemimpin berusia 93 tahun itu menjadi tahanan rumah.
"Presiden Zuma berbicara dengan Presiden Robert Mugabe tadi, yang mengindikasikan bahwa dia dikurung di dalam rumahhnya namun mebgatakan dia baik-baik saja," seperti tertulis dalam pernyataan kantor kepresidenan Afrika Selatan.
Ditambahkan bahwa utusan khusus dari Komunitas Pembangunan Afrika badian Selatan akan dikirim ke Zimbabwe.
Mayjen Sibusiso Moyo dalam pernyataan di TV menegaskan Mugabe dan keluarganya 'aman dan sehat dan keamanan mereka terjamin.'

Apa reaksi internasional?

Kementerian Luar Negeri Inggris menyarankan warga Inggris 'yang saat ini berada di Harare untuk tetap mengamankan diri di dalam rumah atau di akomodasi mereka hingga situasinya menjadi lebih jelas'.
Sementara Kedutaan Besar Amerika Serikat menyarakan warganya di Zimbabwe untuk 'berlindung di tempat' hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Cina -yang merupakan mitra dagang terbesar Zimbabwe- mengatakan mengamati situasinya dari dekat dan berharap pihak-pihak yang releban bisa menangani dengan tepat masalah internal mereka.
Sementara di Harare, beberapa warga yang ditemui BBC mengungkapkan kegembiraannya. "Kami akan memiliki hidup yang baik, kami siap menyambut Natal karena yang sudah terjadi," kata seorang perempuan.
"Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada jenderal yang menyingkirkan tiran ini," kata seorang pria. "Dia memerihtan negara ini seperti negara ini milik keluarganya."


Hal-hal mendasar yang perlu Anda tahu soal wacana penyederhanaan daya listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berniat menyederhanakan lima golongan daya listrik rumah tangga bersubsidi yang ada saat ini menjadi tiga kategori saja.

Program tersebut masih dalam tataran wacana dan pemerintah berencana membicarakan usulan itu dengan DPR dan sejumlah kelompok masyarakat.
Kementerian ESDM tak menampik wacana tersebut memicu pro dan kontra. Sejak pekan lalu, mereka secara bertahap mensosialisasikan rencana itu.
"Kami akan mencoba jajak pendapat dalam satu-dua minggu ke depan. PLN akan mengkoordinasikan polling melalui berbagai media," kata Juru Bicara Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, Selasa (14/11).
"Jika hasil polling itu meyakinkan dan secara teknis kami juga siap, maka program itu akan segera dilaksanakan," tuturnya menambahkan.Berikut ini empat poin mendasar untuk membantu anda memahami wacana Kementerian ESDM tersebut.

Bagaimana kategori tarif listrik yang diwacanakan?

Lima dari enam golongan daya listrik rumah tangga tidak mendapat subsidi pemerintah, yaitu 900 volt ampere (VA), 1300 VA, 2200 VA, 3300 serta yang bertegangan 4400 VA hingga 12600 VA.
Untuk seluruh golongan yang tak bersubsidi tadi, pemerintah selama ini telah menerapkan tarif serupa. Pengguna daya 1300 VA hingga 6600 VA misalnya, selama ini harus membayar Rp1467,28 kilowatt hour (KWH).
Atas alasan kesamaan itu, Kementerian ESDM menganggap penyederhanaan golongan daya listrik bukanlah persoalan yang rumit.
"Pelanggan (non-subsidi) sebenarnya sudah membayar besaran tarif yang sama sehingga penggolongan sangat dimungkinkan disederhanakan menjadi satu golongan pelanggan saja," demikian keterangan tertulis Kementerian ESDM.Tiga kategori daya listrik baru untuk pelanggan non-subsidi yang diwacanakan adalah 1300 VA, 5500 VA, dan 13200 VA ke atas (loss stroom).
Dadan Kusdiana berkata, daya listrik pelanggan non-subsidi di level 900 VA nantinya akan ditingkatkan ke 1300 VA dan golongan 5500 VA diperuntukan para pelanggan di daya listrik 1300 VA, 2200 VA, 3300 VA, dan 4400 VA.
Sementara itu, mereka yang selama ini menggunakan tegangan listrik di atas 5500 VA akan mendapatkan daya baru sebesar 13200 VA ke atas.

Mendorong pertumbuhan UMKM?

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng, menyebut pemerintah berharap penambahan daya listrik gratis dapat linier dengan peningkatan produktivitas masyarakat, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Menurut Andy, masyarakat dapat menggunakan listrik sebagai modal usaha tanpa takut anjlok.
"Jangan hanya sebagai untuk nyalain lampu. Kini semakin banyak orang bisa berproduksi, apalagi sekarang internet bisa dari rumah, tadinya hanya bisa masak kue, sekarang bisa sekaligus memasarkan," klaim Andi.Selama ini, pegiat UMKM didorong masuk ke penggolongan daya dasar listrik Bisnis-1 yang disubsidi pemerintah. Daya listrik kategori itu terentang dari 450 VA hingga 5500 VA dengan tarif Rp535 KWH hingga Rp1100 KWH untuk daya 2200 VA sampai 5500 VA.

Diklaim bukan cara terselubung tingkatkan tarif listrik

Kementerian ESDM berjanji tidak akan menerapkan tarif baru bersamaan dengan penggolongan anyar itu. "Besaran tarif per KWH tidak akan berubah," ujar Dadan.
Pada September lalu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan pemerintah tidak akan meningkatkan tarif listrik, setidaknya hingga akhir Desember 2017.
Pemerintah juga mengklaim tidak akan memungut satu rupiah pun dari pelanggan dalam program peningkatan daya listrik tersebut.Dalam kondisi normal, pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang ingin menambah daya harus membayar biaya penyambungan yang berkisar dari Rp421 ribu hingga Rp4,8 juta.
"Semua biaya penggantian MCB (Miniature Circuit Breaker) akan ditanggung oleh PLN, masyarakat tidak menanggung apapun," ujar Dadan.
Pembebasan biaya itu, menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, berkaitan dengan keluhan para pelanggan soal biaya penambahan daya yang dinilai terlalu tinggi.

Apa dampak dari penggolongan baru tarif listrik ini?

Samsul Hadi dari kelompok Induk UMKM mengatakan, peningkatan daya listrik gratis ini dapat membuat pelaku usaha kecil leluasa dalam berproduksi. Dengan jaminan tidak adanya peningkatan tarif, Samsul menyebut UMKM yang masuk kategori listrik rumah tangga harus bisa memanfaatkan program itu secara cerdas.
"Pemakaian listrik bisa lebih leluasa. Pengaruh program ini sebenarnya tidak signifikan karena bukan kenaikan tarif," kata Samsul.
Pemerintah menyebut penggolongan daya listrik baru ini akan memperluas akses listrik terhadap masyarakat. Ignasius Jonan menyebut pasokan listrik Indonesia hingga 2025 akan terus bertambah seiring proyek pembangkit listrik 35.000 watt yang ditargetkan selesai 2022.
"(Ketersediaan daya listrik) ini kan sudah dihitung, sudah aman," ujarnya kepada pers, Selasa kemarin.Namun proyek 35.000 watt tersebut tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang berpotensi membuat pengerjaannya molor, antara lain pembiayaan, pembebasan lahan, dan lingkungan.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cirebon II, misalnya, sedang dihentikan pasca putusan PTUN Bandung yang membatalkan izin lingkungan proyek tersebut.
Menurut data yang dipaparkan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar awal tahun 2017, konsumsi listrik Indonesia baru mencapai seperempat konsumsi listrik negara maju, yaitu 956 KWH per kapita.
Menyebut listrik sebagai komponen utama proses produksi di UMKM hingga sektor manufaktur, Archandra berkata, penambahan akses listrik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.



Saturday, November 11, 2017

HUT MINAHASA KE-589

Pada Senin tanggal 6 November lalu di gedung Wale Ne Tou Tondano diadakan Rapat istimewa DPRD Minahasa dalam rangka memperingati HUT Minahasa ke-589. Rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota dewan dan instansi pemerintah daerah tersebut mengagendakan beberapa halpenting terutama adalah laporan kerja Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow. Adapun di hadapan anggota dewan dan hadirin undangan beliau menyampaikan pencapaian dan rencana kerjanya di sisa masa jabatan hingga tahun depan. Sarana dan prasarana yang telah berhasil dibangun dan sedang dalam pembangunan. Pada rapat istimewa itu turut hadir pula Gubernur Olly Dondokambey Se bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw. Berikut adalah beberapa foto seputar rapat istimewa tersebut. Sesuai harapan kita bersama agar Minahasa ke depan lebih baik lagi dalam pembangunan dan persaudaraannya.








Sunday, November 5, 2017

KKR FOCIM DI GPDI MAKALELON

Pada 26-28 Oktober lalu Yayasan Familly of Christ International Ministry mengadakan KKR Oikumene di GPDI Makalelon Kakas. Para Hamba Tuhan yang melayani bersama dalam KKR dan seminar tersebut adalah Pdt. Deny Wuisan, Pdt. Paula Lumingkewas Repi, , Pdt. Debby Paseki Nuah, dan Pdt. DR. Like Repi Wuisan. KKR yang bertemakan “Jadikan bangsa keluarga kerajaan Allah” itu diharapkan menjadi sarana dan momen di mana jemaat Tuhan bersatu dalam kasih kekeluargaan. Jika kita dapat bersatu sebagai keluarga Kerajaan Allah maka kita dapat menjadi saksi bagi bangsa Indonesia. Orang Kristen harus memberi sumbangsih yang berdampak secara Rohani pula untuk bangsa ini. Pdt. DR. Like Repi Wuysan berpesan berpesan agar kasih persaudaraan Kristus itu dapat membawa semangat perubahan bagi bangsa terkhususnya daerah Minahasa, apalagi menjelang HUT Minahasa 5 November nanti. Berikut foto-foto seputar KKR tersebut.








Thursday, November 2, 2017

Wawancara dengan 4 pemain inti di tim voli JWS Minahasa

KAMI MENJAWAB DENGAN BUKTI DAN PRESTASI


Tim voli putri JWS Minahasa usai menjuarai PGN Livoli Divisi Satu pada Minggu 29 Oktober lalu.


 Baru-baru ini tim voli putri JWS Minahasa berhasil mencetak sejarah dengan menjadi tim dari Sulut pertama yang lolos ke Divisi utama kejuaraan voli nasional Proliga. Tim putri yang bermaterikan para pemain remaja namun sarat dengan pengalaman itu memiliki kisah perjuangan yang dibilang tidak mudah namun berhasil mereka lewati dengan keluar sebagai juara di berbagai turnamen. Terakhir ini adalah dengan meraih emas Voli putri Porprov dan juara PGN Livoli divisi satu yang turut mengantarkan mereka menjadi sejarah Bola Voli untuk Minahasa dan Indonesia, tim voli pertama asal Sulut yang akan bertanding di Proliga divisi utama. Terlihat sekali para pemain muda ini sangat enerjik dan bersemangat untuk berprestasi bagi daerah dan Indonesia tentunya ke depan. Rasa kepemilikan terhadap tim dan daerah Minahasa telah membangun kekuatan tersendiri bagi kekompakan dan perjuangan mereka selama setahun ini membawa nama Minahasa di berbagai turnamen. Kehadiran dan usaha keras mereka tentu diharapkan mampu memotivasi anak-anak kita untuk berkarya dan berprestasi sebagaimana yang sedang mereka tunjukkan. Hal itu selaras dengan upaya Bupati Minahasa Bapak Jantje Wowiling Sajow yang memang serius dalam peningkatan prestasi berbagai olahraga daerah dan secara khusus di bidang bola voli juga. Berikut beberapa petikan wawancara kami dengan empat gadis cantik pemain inti tim voli JWS Minahasa yaitu; Maulida Aulia Nisa (3/kapten tim), Ratri Wulandari (7), Alya Annastasya (14), dan Rika Novianti (2/Libero)
Lentera Minahasa (LM): Sejak kapan kalian direkrut untuk bermain bagi tim JWS Minahasa?
Maulida: Kami direkrut sejak 2016 lalu, terhitung sudah ada setahun kami bermain bersama di tim JWS Minahasa. Perekrutan bersifat kolektif di mana kami direkrut sekaligus sebagai tim. Itu sebabnya permainan sudah sangat padu karena sudah terbiasa bermain bersama sebelumnya.

LM: Dari mana saja asal kalian?
Maulida: Bandung.
Ratri: Karawang, Jawa Barat.
Alya: Bekasi.
Rika: Bandung.

LM: Beberapa suara di masyarakat bertanya-tanya soal mengapa kalian bisa membela Tim Minahasa di Porprov, tanggapannya?
Maulida: Kami ber-KTP Minahasa dan punya rasa saling memiliki dengan daerah Minahasa.
(Adapun mereka telah lulus pengurusan atau verifikasi di Dikpora Propinsi dengan demikian sah sebagai warga Minahasa dan berhak turut serta dalam ajang Porprof. Sangat membanggakan ketika mereka bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan prestasi yang dipersembahkan. Rasa kekeluargaan dan memiliki terhadap daerah ini telah terbangun dalam tim mereka. Di sela-sela wawancara diketahui juga ternyata Ratri Wulandari dan Alya Anastasya sebelumnya pernah merasakan ketatnya pertandingan di Divisi Utama Proliga)

LM: Apa perasaan dan kesan kalian setelah berhasil masuk ke divisi utama Proliga tahun ini yang akan digelar Desember nanti?
Ratri: Sangat bersyukur kepada Tuhan, sebelumnya tidak menyangka kalau bisa lolos ke divisi utama bahkan sebelumnya sumbang emas untuk Minahasa di Porprof.
Rika: Bersyukur dan bahagia.
(Pada PON di Jabar lalu Rika bahkan meraih Perunggu untuk tim Voli Putri Sulut).
Maulida: Sangat bersyukur, apalagi kami datang  jauh-jauh, capek, namun terbayarkan dengan hasil yang memuaskan, menjadi juara dan cetak sejarah untuk Minahasa.
Alya: Bersyukur, semua usaha kami akhirnya tidak sia-sia.


LM: Apa targetnya di Proliga nanti?
Maulida: Setidaknya tidak terdegradasi. Kami tidak mau target yang muluk-muluk, persaingan di sana ketat, 8 tim dengan materi pemain yang hebat bertaburan.
(Proliga di isi banyak pemain timnas dan handal, bahkan pemain-pemain asing).

LM: Apa saja prestasi yang sudah kalian raih bersama tim JWS Minahasa?
Ratri: Juara 1 Ramadhan Cup di Bekasi 2016.
Maulida: Thailand Youth Volley Ball Tournament di Thailand 2017, juara 1 JWS Cup 2017, Juara 1 Minahasa Cup 2017, Juara 1 Walikota Cup di Tangerang 2016.
(Itu hanya beberapa dari sekian prestasi yang sudah diraih untuk Minahasa sebelumnya. Rencananya mereka akan ikut kejuaraan junior di Jogjakarta pada 27 November sampai 2 Desember nanti).

LM: Bagaimana kalian menghadapi studi dengan kesibukan yang banyak tersita untuk bola voli?
Alya: Kami semua tetap melanjutkan sekolah, perimbangannya yah banyak membuat tugas.
Ratri: Kendalanya adalah kadang capek latihan dan bertanding tapi tidak boleh mengabaikan tugas sekolah juga.
(Selain studi di daerah mereka, training center tim Voli JWS juga berlokasi di Bandung).

LM: Apa harapan kalian bersama tim voli JWS Minahasa?
Maulida: Harapannya agar saya bisa membawa nama Minahasa lebih dikenal lewat prestasi kami.
Rika: Nanti ingin lebih banyak lagi mencetak sejarah.
Alya: Akan lebih memberi banyak bukti bahwa tim JWS bisa banyak berbicara di tingkat nasional.
Ratri: Saya ingin Minahasa tidak diremehkan, apalagi selama ini jarang ada tim dari luar pulau Jawa yang berkiprah di pentas nasional Proliga.

LM: Bagaimana perasaan kalian selama ada di Minahasa?
Ratri: Nyaman, berasa seperti ada di rumah sendiri, orangnya baik-baik.
Maulida: Berasa seperti keluarga, hanya saja untuk ke mall dan pusat perbelanjaan itu jauh-jauh jaraknya, harus ke Manado. Kami menikmati tempat-tempat wisatanya meski harus melewati perjalanan yang jauh. Sempat berkunjung ke beberapa tempat wisata yang keren, Mahembang beach di Kakas dan pemandangan Danau Tondano dari wisata alam Urongo. Rencananya mau ke Bunaken juga tapi masih ada halangan cuaca yang tidak menentu.
(Tampak sekali hasrat mereka hendak berkunjung ke lokasi wisata Primadona Sulut itu, yah pasti suatu saat nanti).
Alya: Merasa seperti keluarga, orang-orangnya suka bertegur sapa.
Rika: Nyaman, menikmati.

LM: Bagaimana adaptasi dengan keadaan iklim di sini yang terkenal dingin?
Serempak semua mengakui bahwa Tondano amat dingin, beberapa malah ada yang sempat sakit saat pertama kali tinggal di sini.

LM: Kalau masakan Minahasa bagaimana? Apa yang paling disukai?
Maulida: Saya suka sekali Cakalang Fufu rica-rica. Meski makanannya umumnya beda sekali dengan makanan Jawa tapi saya sudah terbiasa. Berat badan hampir saja naik karena makan banyak tapi masih bisa diatasi karena rutin latihan setiap hari.
Alya: Saya suka Sambal Roa.
(Mereka memang  biasa disuguhkan masakan Minahasa selama di sini).

LM: Sekarang soal lagu, kalian pasti sudah sering dengar lagu-lagu berdialek Manado, ada yang kalian suka?
Ratri: Ada ada, saya suka sekali lagu remix “Tangkis dank” sama yang judulnya “Mama goyang”.
Alya: Saya suka ada lagu yang judulnya “Tukang ludah”.
(sontak ruangan penuh canda tawa, bahkan keseringan mendengar lagu-lagu remix Manado membuat mereka mulai belajar bahasa Manado, Ratri dan Alya bahkan mengaku bisa mengerti sendiri arti lirik lagu-lagu tersebut setelah didengar berulang-ulang).

LM: Bagaimana tanggapan kalian dengan keberagaman umat beragama di sini?
Alya: Bagus sekali, di Minahasa orang-orangnya amat toleransi beragama, ingin cerita di tempat saya nanti saat pulang.
Ratri: Ya, ramah dan akrab tidak pandang perbedaan agama dan lainnya.

LM: Terakhir, kalau cowok-cowok Minahasa?
Ratri: Mulus euy (sambil tertawa dengan logat Sunda yang kental).
Alya: Ganteng ganteng, pembawaannya fun.
Rika: Putih putih, banyak yang ajak selfie lagi.
Maulida: Secara umum tidak cuma cowoknya, ceweknya juga putih, ada yang kayak orang China sipit gitu.
(Rata-rata mereka memiliki fans dan banyak yang ajak foto bareng usai pertandingan Kabarnya kapten tim Maulida Aulia Nisa dan Alya Annastasya sudah memiliki hubungan dekat dengan cowok asal Minahasa, untuk nama masih dirahasiakan.).

Reporter: Nigel
Ratri Wulandari (7), Maulida Aulia Nisa (3), Rika Novianti (2), Alya Annastasya (14).

Wawancara dengan Pdt Max Tangkudung

PENGALAMAN DAN PERJUANGAN SAYA

     Pada Desember tahun lalu kita cukup dihebohkan dengan aksi demo tunggal seorang putera Minahasa di Jakarta. Dia dengan tegas menyuarakan anti radikalisme dan sentimisme sara yang saat itu gencar dilakukan oleh banyak oknum anti Pancasila. Ya, Pdt Max Tangkudung “Tole Tondano” ini hingga sekarang masih terus berupaya memperjuangkan hak-hak kaum Minahasa maupun umat Kristen dan Pancasilais yang hendak didiskriminasi oleh mereka yang mengatasnamakan agama. Meskipun banyak mengalami tantangan dan ujian, bukan hanya dari pihak di pusat bahkan di daerah tetapi Pendeta kelahiran 5 Mei 1954 di Makasar ini tetap memperjuangkan suara umat Kristen Minahasa dan Pancasila. Berikut wawancara kami Lentera Minahasa dengan beliau ketika berada di kediamannya di Kendis Tondano.

Lentera Minahasa (LM): Boleh cerita sedikit tentang apa itu “Minahasa Condolence”?
Pdt Max: Saya pencetus gerakan atau kegiatan belasungkawa “Minahasa Condolence” pada 2001 silam di mana dalam kegiatan itu kami orang Minahasa menyatakan sikap bahwa kami tidak sepaham dengan demo-demo di Indonesia pada umumnya saat itu. Seperti kita ketahui bersama paska serangan teror 11 september 2001 di WTC Newyork, terjadi pergolakan besar internasional. Demo anti Amerika di mana-mana termasuk di Indonesia. Bendera negara-negara yang turut berduka dibakar para pendemo. Mereka memfitnah bahwa Amerika sengaja menuduh terorisme untuk mencemarkan negara-negara Islam. Kami di Minahasa tidak mau dicap sebagai “sarang teroris” ataupun setuju dengan serangan WTC tersebut sebagaimana yang dipantau dunia luar tentang Indonesia saat itu. Makanya saya berinisatif untuk melakukan kegiatan belasungkawa atas korban-korban WTC dan menyatakan sikap bahwa bangsa Minahasa tidak setujua dengan demo-demo yang anti Amerika dan yang memfitnah Amerika. Ini jelas menunjukkan bahwa tidak semua orang Indonesia mendukung terorisme saat itu, ada kami orang Minahasa yang punya sikap berbeda. Kita jangan diam. Ini pun ada kaitannya dengan ancaman embargo ekonomi dari Amerika saat itu, hingga dengan dilihatnya sikap Minahasa yang berbeda maka setidaknya kami bisa meyakinkan bahwa embargo atas Indonesia jika terjadi agar kami tidak turut diembargo.

LM: Selain itu, apa yang membuat bapak amat tergerak melakukan aksi atau kegiatan tersebut saat itu?  
Pdt Max: Saya orang Minahasa asli, punya kepedulian dengan daerah saya. Budaya dan gaya hidup kita di sini sejak dulu selalu diberkati, terbiasa tidak lapar. Jika embargo ekonomi benar-benar dilakukan Amerika saat itu, maka suku yang pertama punah bisa saja Minahasa. Kita di sini tidak terbiasa lapar, bandingkan dengan saudara-saudara kita di pulau lain yang mengalami penjajahan berat dari Belanda dan Jepang. Saya juga amat geram saat itu melihat situs-situs radikal menulis bahwa pelaku serangan WTC adalah Amerika dan Yahudi sendiri padahal ada sekitar 400 orang Yahudi turut jadi korban termasuk ada 1 orang Minahasa. Selain itu saya pernah menonton tv saat itu di mana saya melihat seorang ayah yang kehilangan anak gadisnya di depan matanya sendiri akibat runtuhnya gedung WTC, saya turut sedih dan merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu.
(Bahkan korban pertama dari tragedi itu adalah seorang pria Yahudi yang melakukan perlawanan di dalam pesawat yang dibajak).

LM: Kapan acara belasungkawa itu diadakan saat itu?
Pdt Max: Jadi kami melakukan aksi “Minahasa Condolence” itu tepat memperingati 40 hari setelah serangan teror 11 September 2001. Jam 11 siang kami berkumpul di lapangan Sam Ratulangi Tondano dan melakukan ibadah serta pernyataan sikap Minahasa yang anti terorisme. Kami memasang bendera Amerika setengah tiang sebagai tanda turut berduka. Kurang lebih ada 2000 orang terkumpul saat itu. Kegiatan itu menjadi viral internasional, Chicago News dan media-media barat lainnya memberitakan kegiatan tersebut. Berita nasional menulis “Aksi demo melawan arus”.

LM: Bapak pasti tidak bekerja sendiri saat itu, siapa saja rekan-rekan yang turut membantu?
Pdt Max: Saya tidak bisa menyebutkan semua, ada banyak. Beberapa di antaranya ada Pdt Noldy Sompotan, Pdt Yuberth warouw, dan bapak Lenter Pakasi. Ada banyak kendala, ancaman dan tantangan kepada saya saat itu tetapi kegiatan tetap terselenggara. Tantangan dan ancaman bahkan datang dari sesama rekan di Minahasa sendiri. Tapi saya paham betul mereka bersikap demikian bukan karena menentang saya ataupun daerah dan masyarakat Minahasa tetapi karena tekanan jabatan. Ada juga kejadian unik yang masih menjadi misteri bagi saya sat itu di mana sehari atau dua hari sebelum kegiatan kami dilaksanakan, ex dubes Amerika yang baru akan pulang ke Amerika yaitu Mr. Wolkowicz sempat berkunjung ke Minahasa dan meminta izin untuk sandar kapal induk Amerika di Bitung tetapi tidak diizinkan pemerintah.

LM: Apa saja yang diserukan saat kegiatan itu sebagai pernyataan sikap bangsa Minahasa?
Pdt Max: Beberapa di antaranya adalah kami bangsa Minahasa tidak terlibat dengan kebiadaban yang terjadi di USA dan demo-demo anti Amerika di Indonesia. Serangan terhadap pusat ekonomi/perdagangan dunia di WTC adalah brutal dan tidak berperikemanusiaan.

LM: Apa akibat dari bapak melakukan kegiatan tersebut?
Pdt Max: Resikonya besar, masa itu kita tahu bersama di Indonesia khususnya Ambon dan Poso masih rawan konflik. Saya diisukan menjadi target laskar Jihad. Rumah saya hendak dijaga polisi dua personil tapi saya menolak. Di Makasar bahkan terjadi sweeping terhadap orang Manado. Saya saat itu hendak ke Makasar untuk bertanggung jawab membela saudara-saudara Minahasa agar saya saja yang di sweeping jangan mereka. Beberapa pemuda datang ke rumah dan mencegah, mereka mau melakukan aksi balasan di sini tapi saya berupaya mendinginkan suasana di sini. Setidaknya aksi itu menjadi berita nasional dan dunia hingga mata mereka terbuka bahwa ada Kristen Minahasa di Indonesia yang punya suara berbeda dan memiliki hak bersuara sebagai warga Indonesia.

LM: Sekarang kita beralih ke pengalaman anda saat terjadi Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Apa yang membuat bapak tergerak berangkat dan menjadi relawan di sana?
Pdt Max: Kembali lagi, saat itu saya menonton sebuah siaran tv swasta yang menampilkan sebuah rekaman video warga di sebuah rumah. Saya mendengar tangis dan takut dari mereka dan ada terekam ungkapan seorang ibu berujar; “Tuhan ampuni kami sudah aniaya orang Kristen”. Saya melihat seorang kakek memeluk bayi yang sudah meninggal dan entah mau dibawa ke mana, dan banyak lagi. Semua itu membuat saya tergerak untuk ke sana namun tidak tahu harus pergi bagaimana. Beberapa hari kemudian  saya bertemu seorang teman lama dan bercerita kepadanya saya akan sakit. Dia bertanya apa gerangan dan akhirnya saya menerangkan bahwa saya sudah tidak sanggup menonton tv di rumah jika saya tidak berbuat apa-apa di Aceh. Tahu-tahu saya mendapat telepon dari North West Medical America untuk menjadi sukarelawan tim dokter mereka yang akan berangkat ke Aceh. Tugas saya adalah menjadi pendamping dan penterjemah mereka. Inilah akhirnya saya bisa ke Aceh.

LM: Apa saja pengalaman bapak di sana?
Pdt Max: Banyak sekali, saya bertemu banyak tim sukarelawan asing di sana, sangat banyak dari berbagai negara dan PBB-UNHCR. Ada kejadian di mana saya diminta oleh sebuah regu Kopassus untuk mendirikan sebuah pos kesehatan di sebuah Mesjid. Kami ke lokasi jam 12 malam dan sesampainya di sana saya dijaga dengan senjata terhunus, mereka bermaksud melindungi saya sebab takut ada serangan GAM. Ternyata di situ adalah wilayah GAM, namun saya meminta agar tidak perlu seketat itu sebab justru membuat warga korban Tsunami menjadi tidak nyaman.

LM: Kabarnya bapak sempat dihebohkan hilang, bagaimana ceritanya?
Pdt Max: Waktu itu saya dan dua rekan asal Amerika ditugaskan untuk menjadi pendata awal sebelum tim datang membawa obat-obatan dan alat medis lainnya. Kami berangkat dengan helikopter Amerika namun entah bagaimana pilotnya salah mendaratkan kami. Kami mendarat di seberang dari kota Calang, ada sebuah daerah tanjung yang seluruh pemukimannya rata dengan tanah. Saya lupa nama kota itu. Itulah lokasi yang menurut saya sangat memperihatinkan, wilayahnya tinggal pondasi tersisa, baik mayat maupun puing-puing bangunan terseret ke laut sebab kota tanjung itu di sapu dari pantai sebelah hingga pantainya ujung sebelah. Saat itu kami sempat bermalam di sana hingga akhirnya ditemukan besoknya. Kabar hilangnya kami saat itu tersiar di Amerika. Tapi saya bersyukur karena kami justru dapat menolong sebisa mungkin terhadap warga selamat yang tersisa di sana. Mereka amat kelaparan dan kehausan hingga apa yang kami bawa saat itu amat dibutuhkan.
     Saya tidak akan lupa seorang anak dibawa kepada kami dalam keadaan pingsan dan parah, namanya Muzakir. Dia kehilangan seluruh anggota keluarganya dan warga membawa anak itu kepada kami untuk ditolong. Kami berusaha obati dia seadanya, di tengah hujan dan perlindungan seadanya kami berganti menjaganya, saya dan seorang teman saya asal Amerika. Berkali-kali anak itu alami syok dan kami tenangkan, kami harus bergantian melindungi dia dari hujan malam walau tubuh kami yang harus basah. Ada saatnya ketika warga datang berkumpul dan melihat keadaan anak itu suadah tak tertolong lagi dan akan segera meninggal, akhirnya saya mengambil sikap untuk mendoakan anak itu di hadapan warga. Kami para sukarelawan sebelumnya ditegaskan agar dilarang menyebut agama, tapi saat itu saya melanggarnya. Saya menyebut saya seorang Kristen dan hendak mendoakan anak tersebut. Warga paham dan menyetujui, syukur kepada Tuhan anak itu tetap hidup melewati masa kritisnya hingga besoknya datang bantuan lebih banyak dan dia dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh dan kami dijemput oleh Heli yang kemarin.
     Ada juga kejadian di mana tengah malam kami harus pergi melayani pasien yang hendak ganti infus. Kami harus berhadapan dengan hadangan penjagaan tentara yang tidak mengijinkan kami bepergian. Mereka memberlakukan jam tertentu di malam hari hingga barangsiapa yang keluar di wilayah itu akan ditembak. Kami berkata bahwa nyawa dari pasien kami adalah tanggung jawab kami. Jika tabung infus yang sudah kosong tidak diganti maka akan menghisap darahnya ke atas. Akhirnya tentara mengijinkan kami untuk pergi meskipun dengan resiko tertembak, apakah itu oleh tentara sendiri atau oleh GAM.
     Asal tahu saja, seandainya paska Tsunami negara gagal berdamai dengan GAM maka dipastikan GAM akan lebih mudah menguasai Aceh. Keadaan paska Tsunami dan keuntungan GAM yang selamat di atas gunung beserta bahan makanan yang amat melimpah hasil dari bantuan relawan asing. Persenjataan berat TNI saat itu sisa-sisa dari puiing Tsunami banyak diambil oleh GAM. Mereka juga memakai para korban Tsunami yang lari ke gunung untuk menjadi umpan agar menerima banyak bantuan logistik. Diperkirakan logistik tersebut asalkan tersimpan baik bisa bertahan hingga tujuh tahun untuk GAM.

LM: Apa hikmah yang bapak dapatkan dari sana?
Pdt Max: Banyak, saya melihat bagaimana rapuhnya manusia digoncang alam dan dunia. Orang-orang tergoncang batin dan mentalnya. Mereka hilang harapan, sudah tidak mempedulikan apa-apa dan tidak tahu harus bagaimana. Bayangkan keadaan di mana anggota keluarga yang sudah tidak utuh lagi, bekas rumahnya pun sudah tidak tahu di mana, mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sebagai contoh banyak korban selamat yang ketika ditanya ada luka-luka atau apa yang bisa diobati mereka menjawab tidak. Padahal ketika diperiksa mereka mengalami banyak luka di badan baik luka berdarah, membusuk, maupun memar. Bahkan luka yang sudah membusuk sekalipun sudah mereka abaikan sebab yang lebih parah adalah bencana dan trauma yang sedang mereka alami.
     Saya melihat betapa sialnya manusia sejak jatuh dalam dosa dan mengenal yang namanya kematian jasmani. Jasad manusia beda jauh dengan jasad binatang. Di mana-mana bertebaran jasad membusuk manusia dan bianatang tapi perbedaannya kalau binatang jasadnya terlindungi kulit yang tebal tapi manusia kulitnya amat tipis, jasadnya akan mengembang, menghitam, terkelupas dan amat menyengat dan ngeri dilihat. Bau busuk dan berbagai bakteri penyakit di mana-mana saat itu. Luka goresan dalam sekejap  bisa membesar dan membusuk. Trauma mendalam tampaknya butuh waktu bertahun-tahun untuk mengobatinya.

LM: Sekarang tentang perjuangan bapak di Jakarta akhir-akhir ini. Apa garis-garis besar yang bapak tunjukkan  dan lakukan di Jakarta?
Pdt Max: Waktu itu saya melihat di media KKR Stepehn Tong dibubarkan paksa oleh ormas radikal setelah sebelumnya terjadi aksi besar-besaran yang mendiskreditkan Ahok. Pada 9 Desember saya melakukan demo tunggal pertama di bundaran HI di Jakarta, seminggu sesudah aksi 212 nya Rizieq Shihab cs. Itu adalah demo saya yang pertama, ada tiga kali saya melakukan demo tunggal di sana setelah itu ditemani rekan-rekan pengacara dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia melaporkan resmi Rizieq Shihab ketua FPI ke Bareskrim Polri terkait hasutan dan ajakannya untuk membunuh Pendeta-pendeta. Sebelumnya saya berusaha sendiri berkali-kali mengurus laporan ke Polri tetapi tidak dilayani baik hingga akhirnya dibantu oleh pengacara-pengacara dari TPDI.
     Tuntutan pada demo-demo tunggal yang saya lakukan tersebut secara garis besar meminta persamaan hak dan keadilan di Indonesia, jangan kami didiskriminasi karena Agama atau ras sebagaimana yang dialami oleh Ahok saat itu. Banyak agenda yang saya jalani selama di sana. Saya diundang di rumah Lembang bertemu Ahok, berorasi di saat pengadilan Ahok dan berhadapan dengan orator-orator radikalis FPI. Selain itu saya banyak bertemu dengan tokoh-tokoh Pancasilais dan forum-forum gerakan anti radikalisme,. Saya akhirnya bertemu dengan Panglima pusat Pengawal Garuda Nusantara yaitu Kyai Haji Gus Nuril dari NU yang dulunya adalah Panglima Pasukan Berani Mati. Dia memberi mandat kepada saya untuk mendirikan cabang-cabang PGN di Sulut yang akan mengakomodir semua kaum Pancasilais. Selain itu saya sebelumnya telah mendirikan BTPI Benteng TImur Pancasila Indonesia di mana tujuannya adalah untuk mewakili suara kaum Kristen dan kaum Pancasilais di Indonesia timur agar kita tidak selalu diam menyikapi aksi-aksi sepihak dari para radikalis agama seperti FPI, HTI, PAS, dll. BTPI sendiri sudah lama saya dirikan, tercetusnya pada 10 Oktober 2010.



LM: Apa harapan bapak untuk Minahasa ke depannya?
Pdt Max: 1. Minahasa harus semakin tahu kebenaran dan berjalan dalam kebenaran yang hakiki. Kebahagiaan seorang abdi negara adalah apabbila dia menjalankan tugasnya dalam budaya kebenaran.
              2. Minahasa harus kembali kepada persaudaraan seperti dulu. Jangan pernah bicara persaudaraan “torang samua basudara” kalau tidak dilandasi kebenaran. Kita ingin agar orang lain juga maju, orang bijak adalah orang yang ingin agar saudaranya turut maju. Tidakkah itu selaras dengan semboyan leluhur kita Dr. Sam Ratulangi?
            3. Minahasa harus mengerti betul keadilan. Keadilan berarti tidak membeda-bedakan. Ini diukur dari keberpihakkan kita kepada rakyat apakah utuh atau hanya bersifat kelompok? Adil di sini berarti kita mau bersedia saling membantu baik moril maupun materil. Budaya ini sudah lama ditinggalkan kita orang Minahasa.