MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, November 2, 2017

Wawancara dengan 4 pemain inti di tim voli JWS Minahasa

KAMI MENJAWAB DENGAN BUKTI DAN PRESTASI


Tim voli putri JWS Minahasa usai menjuarai PGN Livoli Divisi Satu pada Minggu 29 Oktober lalu.


 Baru-baru ini tim voli putri JWS Minahasa berhasil mencetak sejarah dengan menjadi tim dari Sulut pertama yang lolos ke Divisi utama kejuaraan voli nasional Proliga. Tim putri yang bermaterikan para pemain remaja namun sarat dengan pengalaman itu memiliki kisah perjuangan yang dibilang tidak mudah namun berhasil mereka lewati dengan keluar sebagai juara di berbagai turnamen. Terakhir ini adalah dengan meraih emas Voli putri Porprov dan juara PGN Livoli divisi satu yang turut mengantarkan mereka menjadi sejarah Bola Voli untuk Minahasa dan Indonesia, tim voli pertama asal Sulut yang akan bertanding di Proliga divisi utama. Terlihat sekali para pemain muda ini sangat enerjik dan bersemangat untuk berprestasi bagi daerah dan Indonesia tentunya ke depan. Rasa kepemilikan terhadap tim dan daerah Minahasa telah membangun kekuatan tersendiri bagi kekompakan dan perjuangan mereka selama setahun ini membawa nama Minahasa di berbagai turnamen. Kehadiran dan usaha keras mereka tentu diharapkan mampu memotivasi anak-anak kita untuk berkarya dan berprestasi sebagaimana yang sedang mereka tunjukkan. Hal itu selaras dengan upaya Bupati Minahasa Bapak Jantje Wowiling Sajow yang memang serius dalam peningkatan prestasi berbagai olahraga daerah dan secara khusus di bidang bola voli juga. Berikut beberapa petikan wawancara kami dengan empat gadis cantik pemain inti tim voli JWS Minahasa yaitu; Maulida Aulia Nisa (3/kapten tim), Ratri Wulandari (7), Alya Annastasya (14), dan Rika Novianti (2/Libero)
Lentera Minahasa (LM): Sejak kapan kalian direkrut untuk bermain bagi tim JWS Minahasa?
Maulida: Kami direkrut sejak 2016 lalu, terhitung sudah ada setahun kami bermain bersama di tim JWS Minahasa. Perekrutan bersifat kolektif di mana kami direkrut sekaligus sebagai tim. Itu sebabnya permainan sudah sangat padu karena sudah terbiasa bermain bersama sebelumnya.

LM: Dari mana saja asal kalian?
Maulida: Bandung.
Ratri: Karawang, Jawa Barat.
Alya: Bekasi.
Rika: Bandung.

LM: Beberapa suara di masyarakat bertanya-tanya soal mengapa kalian bisa membela Tim Minahasa di Porprov, tanggapannya?
Maulida: Kami ber-KTP Minahasa dan punya rasa saling memiliki dengan daerah Minahasa.
(Adapun mereka telah lulus pengurusan atau verifikasi di Dikpora Propinsi dengan demikian sah sebagai warga Minahasa dan berhak turut serta dalam ajang Porprof. Sangat membanggakan ketika mereka bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan prestasi yang dipersembahkan. Rasa kekeluargaan dan memiliki terhadap daerah ini telah terbangun dalam tim mereka. Di sela-sela wawancara diketahui juga ternyata Ratri Wulandari dan Alya Anastasya sebelumnya pernah merasakan ketatnya pertandingan di Divisi Utama Proliga)

LM: Apa perasaan dan kesan kalian setelah berhasil masuk ke divisi utama Proliga tahun ini yang akan digelar Desember nanti?
Ratri: Sangat bersyukur kepada Tuhan, sebelumnya tidak menyangka kalau bisa lolos ke divisi utama bahkan sebelumnya sumbang emas untuk Minahasa di Porprof.
Rika: Bersyukur dan bahagia.
(Pada PON di Jabar lalu Rika bahkan meraih Perunggu untuk tim Voli Putri Sulut).
Maulida: Sangat bersyukur, apalagi kami datang  jauh-jauh, capek, namun terbayarkan dengan hasil yang memuaskan, menjadi juara dan cetak sejarah untuk Minahasa.
Alya: Bersyukur, semua usaha kami akhirnya tidak sia-sia.


LM: Apa targetnya di Proliga nanti?
Maulida: Setidaknya tidak terdegradasi. Kami tidak mau target yang muluk-muluk, persaingan di sana ketat, 8 tim dengan materi pemain yang hebat bertaburan.
(Proliga di isi banyak pemain timnas dan handal, bahkan pemain-pemain asing).

LM: Apa saja prestasi yang sudah kalian raih bersama tim JWS Minahasa?
Ratri: Juara 1 Ramadhan Cup di Bekasi 2016.
Maulida: Thailand Youth Volley Ball Tournament di Thailand 2017, juara 1 JWS Cup 2017, Juara 1 Minahasa Cup 2017, Juara 1 Walikota Cup di Tangerang 2016.
(Itu hanya beberapa dari sekian prestasi yang sudah diraih untuk Minahasa sebelumnya. Rencananya mereka akan ikut kejuaraan junior di Jogjakarta pada 27 November sampai 2 Desember nanti).

LM: Bagaimana kalian menghadapi studi dengan kesibukan yang banyak tersita untuk bola voli?
Alya: Kami semua tetap melanjutkan sekolah, perimbangannya yah banyak membuat tugas.
Ratri: Kendalanya adalah kadang capek latihan dan bertanding tapi tidak boleh mengabaikan tugas sekolah juga.
(Selain studi di daerah mereka, training center tim Voli JWS juga berlokasi di Bandung).

LM: Apa harapan kalian bersama tim voli JWS Minahasa?
Maulida: Harapannya agar saya bisa membawa nama Minahasa lebih dikenal lewat prestasi kami.
Rika: Nanti ingin lebih banyak lagi mencetak sejarah.
Alya: Akan lebih memberi banyak bukti bahwa tim JWS bisa banyak berbicara di tingkat nasional.
Ratri: Saya ingin Minahasa tidak diremehkan, apalagi selama ini jarang ada tim dari luar pulau Jawa yang berkiprah di pentas nasional Proliga.

LM: Bagaimana perasaan kalian selama ada di Minahasa?
Ratri: Nyaman, berasa seperti ada di rumah sendiri, orangnya baik-baik.
Maulida: Berasa seperti keluarga, hanya saja untuk ke mall dan pusat perbelanjaan itu jauh-jauh jaraknya, harus ke Manado. Kami menikmati tempat-tempat wisatanya meski harus melewati perjalanan yang jauh. Sempat berkunjung ke beberapa tempat wisata yang keren, Mahembang beach di Kakas dan pemandangan Danau Tondano dari wisata alam Urongo. Rencananya mau ke Bunaken juga tapi masih ada halangan cuaca yang tidak menentu.
(Tampak sekali hasrat mereka hendak berkunjung ke lokasi wisata Primadona Sulut itu, yah pasti suatu saat nanti).
Alya: Merasa seperti keluarga, orang-orangnya suka bertegur sapa.
Rika: Nyaman, menikmati.

LM: Bagaimana adaptasi dengan keadaan iklim di sini yang terkenal dingin?
Serempak semua mengakui bahwa Tondano amat dingin, beberapa malah ada yang sempat sakit saat pertama kali tinggal di sini.

LM: Kalau masakan Minahasa bagaimana? Apa yang paling disukai?
Maulida: Saya suka sekali Cakalang Fufu rica-rica. Meski makanannya umumnya beda sekali dengan makanan Jawa tapi saya sudah terbiasa. Berat badan hampir saja naik karena makan banyak tapi masih bisa diatasi karena rutin latihan setiap hari.
Alya: Saya suka Sambal Roa.
(Mereka memang  biasa disuguhkan masakan Minahasa selama di sini).

LM: Sekarang soal lagu, kalian pasti sudah sering dengar lagu-lagu berdialek Manado, ada yang kalian suka?
Ratri: Ada ada, saya suka sekali lagu remix “Tangkis dank” sama yang judulnya “Mama goyang”.
Alya: Saya suka ada lagu yang judulnya “Tukang ludah”.
(sontak ruangan penuh canda tawa, bahkan keseringan mendengar lagu-lagu remix Manado membuat mereka mulai belajar bahasa Manado, Ratri dan Alya bahkan mengaku bisa mengerti sendiri arti lirik lagu-lagu tersebut setelah didengar berulang-ulang).

LM: Bagaimana tanggapan kalian dengan keberagaman umat beragama di sini?
Alya: Bagus sekali, di Minahasa orang-orangnya amat toleransi beragama, ingin cerita di tempat saya nanti saat pulang.
Ratri: Ya, ramah dan akrab tidak pandang perbedaan agama dan lainnya.

LM: Terakhir, kalau cowok-cowok Minahasa?
Ratri: Mulus euy (sambil tertawa dengan logat Sunda yang kental).
Alya: Ganteng ganteng, pembawaannya fun.
Rika: Putih putih, banyak yang ajak selfie lagi.
Maulida: Secara umum tidak cuma cowoknya, ceweknya juga putih, ada yang kayak orang China sipit gitu.
(Rata-rata mereka memiliki fans dan banyak yang ajak foto bareng usai pertandingan Kabarnya kapten tim Maulida Aulia Nisa dan Alya Annastasya sudah memiliki hubungan dekat dengan cowok asal Minahasa, untuk nama masih dirahasiakan.).

Reporter: Nigel
Ratri Wulandari (7), Maulida Aulia Nisa (3), Rika Novianti (2), Alya Annastasya (14).

No comments:

Post a Comment