MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Sunday, June 23, 2019

Insiden Bom Mobil di Jeddah, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Saudi

Insiden Bom Mobil di Jeddah, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Saudi

Oleh: Middle East EyeAmerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warganya ke Arab Saudi. Peringatan itu terkait serangan dua bom mobil di Jeddah. Penasihat perjalanan AS tersebut juga memperingatkan agar tidak bepergian dalam jarak 80 kilometer dari perbatasan Yaman karena adanya “terorisme dan konflik bersenjata”, termasuk ke kota-kota Najran dan Jizan.
Pemerintah AS keluarkan peringatan keamanan dari konsulatnya di Jeddah, Arab Saudi, mengenai bom mobil baru-baru ini di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh wilayah Teluk.
Peringatan itu mengatakan bahwa konsulat “mengetahui dua bom mobil di Jeddah” pada 7 Juni yang menyebabkan beberapa orang terluka tetapi tidak ada korban jiwa. Pengeboman itu tidak dilaporkan di media domestik, Arab, atau internasional pada saat itu.
Peringatan singkat itu juga menambahkan bahwa konsulat tidak mengetahui apakah ada warga AS yang terluka dalam pemboman tersebut. Peringatan itu tidak menghubungkan insiden pengeboman tersebut dengan kelompok atau negara tertentu.
Meski demikian, peringatan itu menghimbau warga agar tetap waspada, dengan penasihat perjalanan AS terbaru mendesak kewaspadaan tinggi di Arab Saudi karena adana “terorisme dan ancaman serangan rudal dan serangan pesawat tak berawak ke sasaran sipil”. Penasihat perjalanan AS tersebut juga memperingatkan agar tidak bepergian dalam jarak 80 kilometer dari perbatasan Yaman karena adanya “terorisme dan konflik bersenjata”, termasuk ke kota-kota Najran dan Jizan.
Pada hari Sabtu (15/6), gerakan pemberontak Yaman, Houthi, mengatakan, pihaknya meluncurkan serangan pesawat tak berawak baru yang menargetkan bandara Jizan dan Abha di Arab Saudi selatan, dan menambahkan bahwa instalasi itu tidak berfungsi.
TV Al-Arabiya milik pemerintah Saudi mengatakan bahwa pasukan Saudi telah mencegat rudal balistik yang menargetkan kota Abha, lapor Reuters. Kemudian, Badan Pers Saudi resmi menambahkan bahwa pasukan Saudi telah mencegat sebuah pesawat tanpa awak Houthi yang menargetkan Abha. Pesawat tanpa awak itu jatuh tanpa mengakibatkan korban atau kerusakan, menurut sebuah pernyataan.
Koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi pada tahun 2015 dalam perang saudara Yaman untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi. Konflik telah memicu apa yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 24 juta orang membutuhkan bantuan. Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, terbunuh.
Koalisi mengatakan awal pekan ini bahwa mereka telah mencegat lima pesawat tanpa awak yang menargetkan bandara Abha dan Khamis Mushait di wilayah yang sama. Menanggapi serangan-serangan ini, koalisi yang didukung AS mengatakan pihaknya telah menghancurkan aset militer Houthi di pinggiran ibukota Sanaa yang dikuasai Houthi.
Para pemimpin koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menuduh Garda Revolusi Iran dan Hizbullah Libanon yang didukung Iran telah mendukung Houthi, tuduhan yang disangkal oleh ketiganya.
Pada hari Minggu (16/6), dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di surat kabar harian pan-Arab Asharq al-Awsat, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menuduh Iran pekan lalu melakukan serangan terhadap dua kapal tanker minyak di saluran pelayaran vital Teluk, menambahkan bahwa dia “tidak akan ragu-ragu” untuk mengatasi ancaman terhadap kerajaan Saudi.
AS juga menyalahkan Iran atas serangan itu, sambil mengutip sedikit bukti langsung.
Iran dengan tegas membantah terlibat dalam serangan itu, yang menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi di Selat Hormuz pada saat meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, sejak penarikan AS tahun lalu dari kesepakatan nuklir Iran dan pemberlakuan sanksi AS yang melumpuhkan ekonomi Iran.
Iran telah berulang kali mengancam bahwa negara itu akan memblokir selat Hormuz sebagai tindakan pembalasan atas serangan AS.
Penutupan selat itu akan mengganggu kapal tanker minyak yang melakukan perjalanan keluar dari wilayah Teluk ke Samudra Hindia dan mengacaukan pasar keuangan di seluruh dunia, sebuah prospek yang mungkin mendorong Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Minggu (16/6) untuk bersumpah bahwa AS akan menjamin perjalanan kapal melalui selat tersebut.
Keterangan foto utama: Gambar berasal dari video yang dibagikan oleh pemberontak Houthi Yaman yang menunjukkan peluncuran rudal balistik tahun lalu (Foto: AFP)

No comments:

Post a Comment