MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Tuesday, October 30, 2018

Jaksa Penuntut Kasus Ahok, Termasuk Salah Satu Korban Penumpang Lion Air JT610

Kabar duka kembali menerpa Indonesia. Belum selesai penanganan masalah gempa di Lombok dan Palu kini Indonesia kembali diguncang bencana dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT610 dari Jakarta ke Pangkal Pinang.
Pesawat Lion Air JT610 yang membawa 189 penumpang beserta awak kabin serta bayi itu dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat itu telah ditemukan dalam keadaan hancur berkeping-keping. Dan sampai saat ini baru 24 jenazah yang diketemukan dalam keadaan utuh atau pun tidak.
Berbagai spekulasi mengenai jatuhnya pesawat Lion Air JT610 ini. Ada yang mengatakan bahwa sehari sebelumnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Lion Air sudah bermasalah ketika berangkat dari Denpasar ke Jakarta. Beberapa penumpang memberikan testimoni bahwa pesawat kadang mengalami turbulensi yang tidak normal. Seperti pesawat yang kesulitan untuk naik terbang. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa pesawat JT610 ini masih dalam keadaan baru dan masih layak terbang. Tetapi apa pun alasannya, kita sudah tahu bahwa pesawat Lion Air JT610 yang seharusnya mendarat di Pangkal Pinang itu, jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang.
Duka yang mendalam dialami oleh keluarga-keluarga yang salah satu penumpang adalah sanak saudara mereka. Tak ada yang menduga bahwa saudara mereka, suami mereka, ayah mereka, anak mereka, sahabat mereka akan menjadi salah satu korban dari pesawat yang jatuh itu.
Bahkan ada salah satu korban yang mana harus meninggalkan istrinya yang baru dinikahinya. Ketika masih dalam pesawat masih sempat mengirimkan foto kepada istri tercintanya. Tapi, lima belas menit kemudian, tragedi menimpa suaminya. Dan perpisahan itu bukan lagi sementara tapi untuk selama-lamanya.
Rezeki dan kematian adalah rahasia Tuhan. Kita tidak dapat menentukannya sendiri. Kita tidak mungkin tahu kapan kita akan meninggal karena itu rahasia dari Tuhan. Jangankan dalam kecelakaan pesawat, sedang tidur pun kita bisa meninggal, bukan? Dan jika kita serahkan semuanya kepada Tuhan maka kita akan lebih ringan menanggung beban kehilangan keluarga ini.
Kita semua tentu tidak mau ada kecelakaan pesawat. Tak ada yang menginginkannya. Baik itu maskapai, pemerintah apalagi kita sebagai penumpang. Tetapi kita juga harus mencari kelalaian yang terjadi. Kita harus tahu siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Sedikit saja kelalaian yang dilakukan, maka akan memakan korban yang tidak sedikit. Untuk kali ini saja, sudah memakan korban sebanyak 189 orang.

Siapa yang harus bertanggung jawab akan kelalaian ini? Apakah maskapai Lion Air yang memaksakan penerbangan meski pun tahu bahwa pesawat tersebut sudah mengalami kendala saat penerbangan dari Denpasar ke Jakarta? Atau pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan yang tidak tegas memberikan sanksi kepada maskapai yang tidak memperhatikan keselamatan penumpang? Kita serahkan saja kepada investigasi KNKT.
Ternyata salah satu korban dari penumpang Lion Air JT610 yang jatuh itu adalah seorang jaksa yang bernama Andri Wiranofa beserta istrinya. Dan diketahui bahwa jaksa Andri Wiranofa ini adalah salah satu dari 4 jaksa penuntut pada kasus Ahok.
Kita tidak ingin menghubungkan musibah yang menimpa Jaksa Andri ini dengan kasus Ahok. Karena nasib dan kematian adalah rahasia Tuhan Yang Maha Esa. Kita tidak ingin mengaitkan nasib Jaksa Andri dengan saat dirinya menangani kasus Ahok, yang menyebabkan Ahok harus dipenjara selama 2 tahun.
Tapi kita hanya ingin memberitahukan bahwa salah satu dari ke empat Jaksa penuntut dalam kasus penistaan agama yang ditimpakan kepada Ahok, termasuk dalam salah satu korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610 kemarin pagi.
Musibah ini janganlah membawa kita ke dalam kesenangan palsu. Kedukaan orang lain janganlah menjadi kesukacitaan kita. Karena itu tidak pantas. Kedukaan ini, adalah kedukaan kita bersama. Sedangkan perbuatannya adalah masalah dirinya dengan Tuhan. Kita juga tidak boleh turut menghakimi. Karena penghakiman hanya berhak dilakukan oleh Tuhan sendiri.
Kita sebagai manusia hanya bisa turut berdoa dan turut berduka cita untuk seluruh penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 ini. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan boleh ditabahkan dan disabarkan senantiasa.

No comments:

Post a Comment