MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, February 9, 2019

Ruang opini: Tragedi Kraras, Jejak Kekejaman Prabowo



Ketika mendengar nama Prabowo Subianto, apa yang langsung dibayangkan oleh orang – orang tentang sosok yang satu ini? Mantan Danjen Kopassus, penjahat HAM, penculik aktivis, anti Cina, mantan menantu Presiden otoriter Soeharto, dan Capres Gerindra 2014. Inilah hal umum yang diketahui publik tentang Prabowo. Tetapi pernahkah kita mendengar tentang Kraras, sebuah kampung di Timor-Leste yang disebut sebagai ‘kampung janda’? Kampung Kraras memiliki hubungan erat dengan Kapten Prabowo.
 
September 1983. Hampir semua laki – laki termasuk anak laki – laki di kampung Kraras dibunuh oleh tentara Indonesia. Beberapa orang melarikan diri ke hutan. Saat ditangkap atau menyerahkan diri mereka dipaksa tinggal di sebuah tempat di Kraras yang bernama Lalerek Mutin. Di tempat ini banyak dari mereka yang mati kelaparan. Siapa dalang dibalik pembunuhan membabi buta di Kraras ini? Menurut Mario Carrascalao - Gubenur Timor Timur  waktu itu -  kejadian tragis pada 6 Agustus tersebut dikoordinir oleh Prabowo Subianto.
 
 
 
Tragedi Kraras ini berawal dari kasus pelecehan seksual yang dikabarnya dilakukan oleh para tentara Indonesia. Menurut Carrascalao dan sejumlah saksi mata, ada seorang anggota Hansip yang mengaku bahwa istrinya mendapat perlakuan yang tidak senonoh dari anggota militer Indonesia. Anggota Hansip inilah yang kemudia bereaksi dan memukuli anggota militer yang mengganggu istrinya.
 
 Ternyata..! Isu Sejarah Berdarah , Kekejaman Seorang Prabowo Di Masa Lalu "BENARKAH ISU INI" Ayo Bagikan!
 
Carrascalao mengatakan, berdasarkan laporan yang sampai kepadanya, kejadian ini sudah diatur untuk menciptakan insiden. Pasalnya, Hansip yang memukuli anggota militer tersebut dibawa ke Viqueqe dan sebelum berangkat, Hansip meminta izin pulang ke rumah untuk mengambil pakaian. Namun setibanya di Kraras, istrinya berlari ke arahnya dan mengatakan bahwa dirinya telah diperkosa oleh beberapa tentara. Anggota Hansip yang memiliki kontak dengan gerilyawan di hutan, langsung melaporkan perihal tersebut kepada teman – temannya yang ia kenal selama masa gencatan senjata.
 
Pada tanggal 8 Agustus, pasukan Falintil dan anggota-anggota Ratih di bawah komando Virgílio dos Anjos (Ular Rheik) menyerang desa Kraras. Menewaskan 15 - 16 orang anggota batalyon zeni tempur (zipur). Salah seorang anggota zipur sedang berada di atap sebuah rumah sehingga ia selamat. Ia kemudian melaporkan serangan ini kepada komandan batalyon 501. Reaksi Pasukan Indonesia selanjutnya bisa ditebak.
 
  
 
 
Pada tanggal 7 September 1983, batalyon 501 memasuki desa Kraras yang sudah kosong dan membakar hampir semua rumah di sana. Sekitar 5 orang yang masih tinggal di desa, termasuk seorang perempuan tua, dibunuh dalam serangan ini. Mayat dari beberapa orang yang dibunuh dibakar bersama rumah-rumah mereka.
 
Menurut Mario Carrascalao Prabowo ditugaskan kembali ke Timor-Timur pada bulan September setelah serangan Falintil di Kraras, namun menurut sebuah sumber lain yang dikutip dalam wawancara dengan Mario, Prabowo kembali ke Timor pada 28 Agustus 1983.
“Orang-orang tahu bahwa ia dekat dengan Presiden Suharto dan beberapa orang lain dan bahwa ia dipercayai oleh mereka. Prabowo mengirim sebuah memo kepada para anggota militer untuk mengatasi situasi ini. Namun ketika kira-kira 200 warga desa Kraras keluar dari hutan, tentara Indonesia memisahkan 30 anak-anak dan membunuh mereka. Begitulah laporan orang-orang,” kata Mario Carrascalao.
 
 
 
Ketika pembantain Kraras terjadi, Prabowo ditugaskan untuk ketiga kalinya di Timor-Timur. CAVR mendapat kesaksian-kesaksian tentang keterlibatan berbagai kesatuan ABRI dalam pembantaian ini, termasuk Kodim 1630/Viqueque, Yonif 328, Yonif 501, dan Yonif 745, serta Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha).
 
Beberapa sumber juga menyatakan kepada CAVR bahwa Prabowo terlibat dalam operasi untuk membawa penduduk sipil turun dari Gunung Bibeleu, dimana tidak lama kemudian beberapa ratus orang dibunuh tentara Indonesia. CAVR  juga menerima bukti keterlibatan Kopassus [sic] dalam pembunuhan-pembunuhan ini [lihat Chega! Bab 3. Sejarah Konflik, hal. 109]. Dari pihak Indonesia sendiri, Carrascalao dan bahkan Kolonel Purwanto mengkhawatirkan tindak-tanduk Prabowo saat itu.
 
CAVR sendiri mensinyalir bahwa kemungkinan tindakan-tindakan pembunuhan itu dilakukan sebagai upaya untuk mensabotase terhadap gencatan senjata yang disepakati sebelumnya.
Sesaat sebelum digantikan oleh Kolonel Rudjito sebagai Komandan Korem Dili, Kolonel Purwanto pernah mengeluh kepada Mario Carrascalao tentang tindak-tanduk Prabowo. Timor Timur yang dinyatakan tertutup saat itu, tak seorangpun baik sipil ataupun militer yang boleh masuk atau meninggalkan Timor tanpa sepengetahuan Purwanto.
 
Purwanto berkata kepada Carrascalao dalam sebuah kesempatan:
 
“Apa yang saya takutkan terjadi. Ia kembali ke Timor Timur – Prabowo. Ternyata ia datang, dan pergi ke pedalaman. Ke  Viqueque, sekitar Bibileo. Saya tidak tahu apa yang ia lakukan. Saya tidak tahu lagi.”
 
Kisah ini merupakan salah satu kejahatan yang dilakukan Prabowo dalam perjalanan sejarah Indonesia. Kini Prabowo kembali ke Indonesia -  setelah dipecat dari satuan militer – dari pengasingannya di Yordania, Prabowo datang seolah – olah masyarakat melupakan kejahatan dan dosa – dosa kemanusiaan yang dilakukannya. Mirisnya, penjahat HAM ini justru kembali dan mengincar posisi Presiden di negara yang dulu dikhianatinya.
 
Jejak kejahatan Prabowo tidak mungkin dapat dilupakan begitu saja. Korban kejahatannya masih ada,  bahkan 13 aktivis demokrasi yang diculiknya belum kembali hingga saat ini. Tetapi herannya, dengan bangga Gerindra menampilkan Prabowo sebagai sosok patriot. Relakah kita mengulangi konflik politik dan tragedi berdarah di Indonesia jika Prabowo terpilih sebagai Presiden? Tentu tidak. Oleh karena itu mari kita sebarkan aksi “Menolak Lupa Pada Prabowo” agar masyarakat tidak tertipu pada sosok Prabowo yang sesungguhnya.

Friday, February 8, 2019

Iran Dituduh Penjarakan 1,7 Juta Orang pasca Revolusi Islam 1979

Komplek penjara Evin di Teheran , Iran (foto: ilustrasi).

Kelompok advokasi “Wartawan Tanpa Tapal Batas” mengatakan bahwa otoritas Iran memenjarakan, dan kadang-kadang mengeksekusi, 1,7 juta orang di sekitar ibukota Teheran dalam 30 tahun pertama setelah revolusi Islam 1979.
Kelompok itu hari Kamis (7/2) mengungkapkan jumlah itu termasuk para penentang rezim, pemeluk Baha’i dan agama-agama minoritas lainnya, dan paling sedikit 860 wartawan.
Kelompok itu mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa informasi itu didasarkan pada dokumen resmi pengadilan yang diperoleh para pelapor rahasia.
Dokumen itu memuat daftar prosedur pengadilan yang berisi rincian sekitar 1,7 juta orang, termasuk anak di bawah umur, yang dikurung di penjara Evin dalam tiga dasawarsa pertama rezim Islam yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi. 

PBB: Perlu 10 Tahun untuk Bersihkan Ranjau Darat "Warisan" ISIS di kota Mosul

Panci-panci ini dijadikan bahan peledak yang ditanam di tanah oleh kelompok militan ISIS saat menguasai kota Mosul, Irak. (Foto: Jamal Syare)

Sebuah badan PBB mengatakan dibutuhkan waktu 10 tahun untuk membersihkan ranjau darat yang banyak terdapat di kota Mosul di Irak, dan mungkin puluhan tahun lagi untuk menghilangkan ribuan ton bahan peledak yang berserakan di bekas benteng ISIS itu.Pertempuran yang berlangsung hampir satu tahun untuk merebut kota Mosul dari kelompok militan ISIS telah membuat kota itu porak peranda.
Sekitar 800 ribu penduduk melarikan diri dari kota itu, tapi kini banyak yang mengatakan ingin kembali ke rumah mereka.
Para penjinak bahan peledak berusaha menyisir dan membersihkan ranjau darat yang ditanam oleh kelompok militan ISIS di Hammam al-Alil, selatan Mosul, Irak (foto: ilustrasi).
Para penjinak bahan peledak berusaha menyisir dan membersihkan ranjau darat yang ditanam oleh kelompok militan ISIS di Hammam al-Alil, selatan Mosul, Irak (foto: ilustrasi).
Pejabat PBB yang mengurus usaha pembersihan ranjau darat mengatakan kota tua Mosul sudah rata dengan tanah dan penduduk belum diizinkan kembali, karena banyak terdapat sisa-sisa ranjau darat dan bahan peledak lainnya.
Kepala badan PBB itu, Pehr Lodhammer mengatakan semua ranjau darat dan bahan peledak itu harus diamankan sebelum penduduk diizinkan kembali ke kampung halamannya.

PBB Minta Houthi Buka Akses ke Pasokan Gandum di Yaman

Tentara koalisi militer yang didukung oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berjaga di fasilitas milik perusahaan penggilingan gandum Yaman, Red Sea Mills, di kota pelabuhan Hodeida, 22 Januari 2019.

Kepala urusan kemanusiaan PBB Mark Lowcock, Kamis (7/2), mengimbau pemberontak Houthi di Yaman untuk memperbolehkan petugas bantuan menggunakan gandum-gandum yang belum dipakai untuk mengatasi bencana kelaparan di negara itu.
Pasokan gandum, yang tidak terpakai dan terancam rusak itu, disimpan di gudang dekat pelabuhan Hodeida dan diperkirakan cukup untuk konsumsi empat juta penduduk yang dilanda kelaparan di negara itu.
PBB sudah berbulan-bulan berusaha mencegah kelaparan di negeri yang dikoyak perang itu. Lebih dari 24 juta orang atau sekitar 80 prsen penduduk Yaman memerlukan bantuan kemanusiaan. Ini termasuk hampir 10 juta orang yang berada di ambang kelaparan.
Program Pangan Sedunia saat ini menyediakan bantuan kepada hampir 10 juta penduduk Yaman tiap bulan dan sedang meningkatkan cakupan operasinya untuk mencapai 12 juta penduduk. Yaman sekarang ditimpa bencana kemanusiaan terbesar di dunia.

Jean-Jacques Savin Berpetualang di Lautan Atlantik Gunakan Gentong

Jean-Jacques Savin Berpetualang di Lautan Atlantik Gunakan Gentong

Seorang lelaki asal Perancis, Jean-Jacques Savin (71) berpetualang menyeberangi Lautan Atlantik menempuh jarak 4.500 kilometer dengan sebuah gentong berwarna orange.Pria ini sedang berusaha memecahkan rekor dengan kendaraan tak bermesin itu. Saat ini ia sudah berada di tengah Lautan Atlantik. Ia berangkat dari El Hierro di Kepulauan Canary, lepas pantai Spanyol 38 hari lalu dan berharap dalam waktu tiga bulan ia tiba di kepulauan Karibia.
Gentong yang dijadikan kendaraan Jean-Jaquez Savin ini berbentuk kapsul. Panjangnya tiga meter, bergaris tengah dua meter lebih, tidak bermesin dan hanya mengandalkan arus laut serta angin untuk membawanya ke sisi lain Lautan Atlantik.
Selama beberapa bulan Savin membuat kapsul oranye terang berbentuk gentong tersebut dari kayu lapis bersaput resin yang cukup kuat untuk menahan hantaman gelombang konstan dan kemungkinan serangan paus orca.
Menurut Savin, sejauh ini kecepatan perjalanannya adalah dua sampai tiga kilometer per jam.
Kapsul unik itu dilengkapi dapur kecil, panel sinar surya untuk arus listrik, dan tempat tidur yang dilengkapi dengan sabuk pengaman agar ia tidak terlempar saat laut bergelombang.
Kata Savin, biaya perjalanannya melintas lautan Atlantik itu mencapai $65 ribu yang dibayar oleh perusahaan pembuat tong Perancis dan juga dari sumbangan lain. Ia berbekal foie gras dan beberapa botol anggur, memulai pelayaran melintasi Samudera Atlantik di dalam gentong.
Selama berlayar, Savin akan menjatuhkan penanda di laut untuk membantu pakar kelautan mempelajari arus. Savin sendiri akan dicermati dokter guna mengetahui efek kesendirian dalam tempat sempit. Ia juga akan mengunggah kabar setiap hari termasuk koordinat GPS yang melacak perjalanannya di Facebook.
Jean-Jacques Savin menggambarkan,  perjalanannya menggunakan gentong di Lautan Atlantik ini sebagai persimpangan di mana manusia bukan kapten kapalnya, tetapi penumpang lautan. 

Tuesday, February 5, 2019

Pemerintah Israel Berencana Pindahkan 36 Ribu Penduduk Palestina



Rezim Zionis Israel berencana akan memindahkan 36 ribu warga Palestina secara paksa dari tempat tinggal mereka ke tempat-tempat yang telah ditentukan.
Menurut laporan berbagai sumber berita Israel, pemerintah Israel berencana akan mengirim puluhan ribu warga Palestina yang tinggal di daerah padang pasir Negab. Rencananya program itu akan dimulai pada tahun ini dan akan berangsur selama empat tahun ke depan. Pemindahan ini dimaksudkan untuk tujuan “perbaikan struktur pemerintahan”
Menurut laporan surat kabar Al-Quds al-Arabi, Menteri Pertanian Israel Uri Ariel telah menyelesaikan rancangan program ini, di mana 36.000 warga Palestina di desa-desa yang berada di daerah padang pasir di selatan wilayah pendudukan tahun 1948 akan dipaksa untuk bermigrasi ke wilayah-wilayah Zionis yang telah ditentukan.
Rencananya pemerintah Israel akan menjalankan proyek pembangunan Jalan Israel yang dikenal dengan Jalan nomer 6 akan di gurun Negab. Para penduduk setempat akan dipindahkan ke desa Tel sheva, Abu Talul dan Umm Batin.
Lima ribu warga Palestina lainnya akan dipindahkan ke dewa Abu Qarinat dan Wadi al-Niam. Pemindahan ini dilakukan dengan maksud melancarkan pembangunan sebuah pabrik di kawasan pemukiman warga Palestina. 15 ribu warga Palestina lainnya juga akan dipindahkan ke tempat tertentu dengan dalih proyek pembangunan sumber listrik.
Proyek Israel lainnya adalah proyek pembangunan pertambangan Fosfat. Proyek ini akan dijalankan di dekat desadesa warga Palestina. Dengan dalih proyek ini, rencananya 11 ribu warga setempat akan diminta pergi dari tempat tinggal mereka.
Selain itu di desa Arad, karena saat ini telah menjadi kawasan militer Israel, para penduduk di desa itu yang merupakan warga Palestina harus segera angkat kaki.
Dalam percakapan dengan Israel Hayom, direktur program “Perumahan kawasan gurun”, mengklaim bahwa, tidak seperti proyek pemindahan paksa Palestina, kali ini 60.000 unit perumahan dibangun agar mereka dapat memanfaatkan semua layanan seperti penghuni lain di wilayah Israel.
Mendengar rencana pemerintah Isreal, warga Palestina yang bersangkutan mengaku keberatan. Mereka menolak dilakukannya program tersebut dan bersikukuh tak akan meninggalkan desa mereka.
Taleb Abu Arar, perwakilan Parlemen Palestina mengenai hal ini menyakini, imigrasi paksa dengan jumlah ini adalah harapan ara kubu Kanan ekstrem Israel, dan hal itu, menurutnya, tak akan terwujud.

Irak Tepis Kabar Militer AS di Mosul



Alsumaria News Irak menukil dari sumber di intelijen keamanan Baghdad dan meliput jawaban instansi Pemerintah atas berita militer AS di Mosul.
“Beberapa media telah mengambil jarak dengan jurnalisasi profesional. Dengan sengaja mereka menyebarkan berita hoaks. Berita terakhir mereka tentang militer AS yang dikerahkan ke Mosul sedangkan al-Hashad al-Shaabi meninggalkan wilayah tersebut”, jelas sumber di intelijen keamanan Irak.
Pusat intelijen keamanan Irak meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita yang tidak bersumber dari pihak yang jelas. Berita seperti ini hanya untuk menarik perhatian.
Sebagian media Irak, siang ini (2/2), meliput berita dikerahkannya pasukan AS ke Mosul, pusat propinsi Nainawa. Bahkan di Medsos, berita ini sudah viral.
Kehadiran militer AS, sedari serangan ISIS, sudah banyak diprotes. Sehingga semenjak ISIS kalah, mereka terus menuntut Pemerintah untuk mengusir pasukan AS.

Sayid Hasan Nasrullah: Libanon Bukan Pemerintahan Hizbullah



Sayid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah, berpidato tentang situasi terakhir Libanon dan Kawasan.
Di awal Sayid Hasan Nasrullah membahas masalah dalam negeri Libanon. “Ekonomi dan anti-korupsi harus menjadi urusan utama Pemerintah Libanon”, jelasnya.
Kemudian Sekjen Hizbullah mengajak seluruh gerakan Mukawamah dan partai politik untuk mengedepankan stabilitas, perdamaian, inspeksi dan kontrol diri pasca pembentukan pemerintahan baru.
“Kabinet Pemerintah harus berubah menjadi satu tim yang mampu mengambil keputusan yang tepat masalah dalam dan luar negeri Libanon”, jelasnya.
Sayid Hasan Nasrullah juga menjawab klaim AS tentang kedekatan Menteri Kesehatan kepada Hizbullah. “Menteri Kesehatan untuk semua Libanon. Kami tidak pernah memilih Menteri untuk satu pihak. Kami utamakan kepentingan Negara dari segalanya”, tegas Sayid Hasan Nasrullah.
“Netanyahu semenjak 3 hari yang lalu hingga sekarang terus menyudutkan bahwa Pemerintah Baru Libanon adalah pemerintahan Hizbullah. Dunia internasional dan Timteng dibuat ribut oleh propaganda ini. Bahkan sebagian partai Libanon tindak lanjut propaganda ini. Propaganda ini adalah kebohongan belaka. Karena kehadiran aliran politik Libanon lebih besar dari Hizbullah.
Yang benar adalah Libanon meliputi berbagai aliran politik, salah satunya Hizbullah. Kehadiran Kami di pemerintahan lebih dalam dan berpengaruh”, jelas Sekjen Hizbullah tersebut.
Sayid Hasan Nasrullah juga membahas hasil kesepakatan dengan partai Gerakan Pembebasan Patriotik pimpinan Gebran Bassil. “Kami memegang teguh kesepakatan dengan partai Gerakan Pembebasan Patriotik tahun 2006”, tegasnya. Sekjen Hizbullah menjelaskan bahwa hasil kesepakatan ini adalah kerjasama dalam perang 33 hari dan Ia-pun mengharap kerjasama yang lebih luas.
Sekjen Hizbullah juga membahas perbedaaanya dengan partai Gerakan Amal dan menyebutkan bahwa hubungan kedua belah pihak lebih dalam dari pada perbedaan yang ada.
Di akhir pidatonya, Sayid Hasan Nasrullah membahas Hari Revolusi Iran ke 40 dan menegaskan bahwa hari Revolusi ke 40 ini adalah bukti sirnanya harapan dan optimisme AS untuk mengalahkan Iran.

Mayoritas Warga Barat Yakin Nilai-nilai Mereka Bertabrakan dengan Islam

Mayoritas Warga Barat Yakin Nilai-nilai Mereka Bertabrakan dengan Islam

Sebagian besar penduduk negara-negara Barat yang mayoritas beragamaKristen berpendapat bahwa nilai-nilai pokok dalam masyarakat mereka akan bertabrakan dengan nilai-nilai utama Islam , demikian ditemukan sebuah survei terbaru yang dilansir The Guardian.
Sebaliknya di semakin sedikit penduduk di Timur Tengah dan Afrika Utara yang menganggap nilai-nilai Kekristenan akan bertentangan dengan prinsip-prinsip hidup yang mereka pegang.
Hampir setengah dari mereka yang terlibat dalam survei itu Prancis dan Jerman, dan nyaris sepertiga di Amerika Serikat dan Inggris yang menganggap ada pertentangan antara nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat mereka.Sementara sekitar 25 persen penduduk Arab Saudi dan 22 persen warga Aljazair yang menilai bahwa nilai-nilai dalam masyarakat mereka pegang akan bertentangan dengan Kekristenan. Tetapi di Uni Emirat Arab angka itu turun menjadi 13 persen dan hanya 7 persen di Mesir.
Survei itu digelar oleh YouGov dan dipesan oleh Muslim Council of Elders, sebuah organisasi muslim internasional yang berbasis di Uni Emirat Arab. Survei itu juga digelar bertepatan dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Abu Dhabi pada Minggu (3/2/2019).
Kunjugan Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab merupakan lawatan pertama seorang pemimpin Gereja Katolik ke Semenanjung Arab dalam sejarah. Para pejuang kebebasan beragama berharap kunjungan itu bisa menyampaikan pesan dan mendorong penduduk Timur Tengah hidup berdampingan dalam damai.
Menurut Vatikan, jumlah penduduk beragama Kristen di Timur Tengah telah turun menjadi sekitar 4 persen dari total populasi dari sekitar 20 persen sebelum Perang Dunia I.
"Kunjungan Paus akan mengirim sinyal kuat ke seluruh kawasan Timur Tengah dan dunia: (bahwa) orang dari kepercayaan berbeda bisa hidup, bekerja, dan beribadah bersama-sama," kata Yousef Al Otaiba, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Amerika Serikat.
"Tidak semua orang akan menerima pesan damai tersebut. Di Timur Tengah kami menghadapi ancaman ekstremisme... Mengabaikan ancaman itu atau sikap berpuas diri akan sangat berbahaya dan hanya akan mendorong lingkaran kekerasan sektarian yang telah mencengkeram kawasan ini selama lebih dari satu generasi," tutup Otaiba memperingatkan. (The Guardian)

Presiden Taiwan Sindir China Dalam Pesan Tahun Imlek

Presiden Taiwan Sindir China Dalam Pesan Tahun Imlek

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyindir kurangnya demokrasi di China dalam sebuah pesan untuk merayakan dimulainya Tahun Baru Imlek pada Selasa.
Dalam kesempatan itu Tsai mengatakan, dia berharap etnik China di penjuru dunia bisa merasakan "berkah" demokrasi. Pemerintahan mandiri Taiwan adalah masalah sensitif bagi China, yang menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya.
Presiden China Xi Jinping menerapkan lebih banyak tekanan terhadap pulau itu sejak Tsai menjadi presiden pada 2016. Tsai adalah kader partai prokemerdekaan Partai Demokratik Progresif.
Xi memulai 2019 dengan pidato yang memperingatkan bahwa China memiliki hak untuk menggunakan kekuatan untuk menyatukan Taiwan di bawah kendalinya. Namun negara itu akan mengupayakan langkah damai untuk "reunifikasi."
Dalam pesan yang diunggah pada Minggu malam di akun resmi media sosialnya, Tsai mengatakan, Taiwan mampu mempertahankan tradisi budaya dan berkomitmen untuk memperkuat nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.
"Mereka yang tinggal di tempat yang kurang demokratis tidak akan memahami komitmen ini. Kami berharap seluruh etnik China di penjuru dunia bisa merasakan berkah ini," kata Tsai, tanpa secara langsung menyebut China.
"Jadi, saya ingin membuat tiga harapan tahun baru bagi sahabat-sahabat etnik China kami baik di sini maupun di luar negeri. Saya berharap kalian semua dapat menikmati demokrasi, kebebasan, serta kemakmuran yang berkelanjutan," lanjut Tsai.
Belum ada tanggapan dari Beijing terkait pesan tahun baru itu. Pidato tahun baru Xi, yang juga disampaikan pada Minggu, tidak menyebut Taiwan, terlepas dari harapan tahun baru bagi rakyat di pulau itu.
Taiwan bersiap menggelar pemilu presiden awal tahun depan. Partai naungan Tsai mengalami kekalahan telak dari partai Kuomintang dalam pemilu wali kota dan pemilu daerah November lalu.
Taiwan tampak tidak tertarik berada di bawah pemerintahan China, tempat Xi melakukan pembersihan terhadap para pembangkang sejak menjabat enam tahun lalu. Partai yang berkuasa Partai Komuninis China juga telah memperkuat kendalinya di berbagai lini kehidupan masyarakat.

Friday, February 1, 2019

Gara-gara tolak atlet Israel, Malaysia dicoret jadi tuan rumah kejuaraan renang difabel

malaysia, israel

Malaysia dicoret sebagai tuan rumah Kejuaraan Renang Difabel Dunia 2019 lantaran menolak mengizinkan atlet-atlet Israel berpartisipasi.
Acara tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli.
"Ketika negara tuan rumah mengecualikan atlet-atlet dari negara tertentu karena alasan politik, maka kami tidak punya alternatif selain mencari tuan rumah baru untuk menyelenggarakan kejuaraan," kata presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC), Andrew Parsons.
"Semua kejuaraan dunia harus terbuka bagi semua atlet dan negara yang memenuhi syarat dalam bersaing secara aman dan bebas dari diskriminasi," tambahnya.
IPC mengaku telah diberikan jaminan dari Dewan Paralimpiade Malaysia pada 2017 lalu bahwa semua atlet yang memenuhi syarat dapat diperbolehkan bertanding di Kuching.
"Sejak saat itu ada perubahan dalam kepemimpinan politik dan pemerintah Malaysia yang baru punya ide berbeda.
"Politik dan olahraga tidak pernah menjadi campuran yang baik dan kami kecewa bahwa atlet-atlet Israel tidak diizinkan bertanding di Malaysia," lanjut Parsons.
Menpora Malaysia membela keputusan negaranya
Menanggapi pencoretan Malaysia sebagai tuan rumah kejuaraan renang antara atlet difabel itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, membela keputusan negaranya.
Dalam wawancara dengan BBC pekan lalu, dia menegaskan Malaysia akan "kehilangan kesadaran moral dan kompas moral" jika menggelar acara olahraga internasional "lebih penting dari menjaga kepentingan saudara-saudari kami di Palestina yang dimutilasi dari waktu ke waktu".
Kementerian Luar Negeri Israel mengecam keputusan Malaysia ini dan menuding negeri jiran tersebut bersikap anti-Yahudi.
Tudingan anti-Yahudi pernah diarahkan ke Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, pada Oktober 2018.
Kejuaraan Renang Difabel Dunia, yang seharusnya berlangsung dari 29 Juli sampai 4 Agustus 2019, menjadi ajang kualifikasi bagi Paralimpiade Tokyo 2020.
Mengingat jadwal penyelenggaraan tinggal menghitung bulan, IPC mengimbau negara yang ingin menjadi tuan rumah harus mengutarakan niatnya paling lambat 11 Februari 2019.
Parsons mengatakan kepada BBC bahwa IPC tengah "bekerja dengan sejumlah calon tuan rumah" dan "yakin" kejuaraan akan berlangsung sesuai jadwal.

Cuaca kutub landa AS, suhu mencapai minus 54 derajat Celsius

Chicago

Sejumlah kota di kawasan tengah barat Amerika Serikat dilanda cuaca ala kutub yang menyebabkan suhu menembus minus 54 derajat Celsius.
Di Kota Chicago, misalnya, temperatur mencapai minus 30 derajat Celsius. Bahkan, temperatur di sebuah kota kecil di Negara Bagian North Dakota menyentuh minus 54 derajat Celsius.
Cuaca luar biasa dingin ini berdampak kepada 250 juta warga AS. Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan ratusan sekolah terpaksa ditutup.

Bagaimana prakiraan cuaca?

Salju diperkirakan akan jatuh di sepanjang kawasan Great Lakes hingga New England di bagian pesisir timur AS. Ketinggian salju di Negara Bagian Wisconsin, misalnya, diestimasi akan mencapai 60 centimeter.
Status darurat telah diberlakukan di sejumlah negara bagian, seperti Wisconsin, Michigan, dan Illinois hingga di daerah selatan yang biasanya lebih hangat seperti di Alabama dan Mississippi.
"Ini mungkin saat bersejarah," kata Ricky Castro, ahli meteorologi dari National Weather Service (NWS) di Illinois.
amerikaHak atas fotoREUTERS
Image captionSebagian Air Terjun Niagara membeku akibat cuaca dingin.
NWS memperingatkan masyarakat bahwa mati rasa bakal terjadi hanya dengan menghabiskan 10 menit di luar ruangan.
Sejauh ini Grand Forks di North Dakota mencatat suhu terendah pada Rabu (30/1) pagi, yaitu minus 54 derajat Celsius.
Pada akhir pekan ini, sebanyak 20 juta orang di daratan AS diperkirakan akan mengalami suhu minus 28 derajat Celsius atau lebih rendah.
MichiganHak atas fotoDYLAN BUELL
Image captionDanau Michigan membeku.

Bagaimana kematian bisa terjadi dalam cuaca ini?

Pada Rabu (30/1), dua warga Michigan ditemukan meninggal dunia di kawasan permukiman mereka, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press.
Salah seorang di antara mereka, menurut aparat, mengalami disorientasi dan berjalan di tengah cuaca ekstrem tanpa busana yang mampu menahan dingin.
Sehari sebelumnya, pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal dalam kondisi membeku di Milwaukee, Wisconsin. Bagian forensik menyatakan orang tersebut "tampaknya kolaps setelah menyekop salju".
Di Pekin, Illinois, NBC News melaporkan seorang pria berusia 82 tahun meninggal akibat hipotermia di luar rumahnya.
Kemudian, seorang pria berusia 75 tahun tewas akibat terkena kendaraan penyekop salju. Insiden ini tengah diinvestigasi, sebut WGN9 News.
Di Indiana bagian utara, pasangan muda meninggal dunia akibat tabrakan di jalan yang licin karena es.
graphic
Bagaimana cuaca ini mempengaruhi kegiatan harian?
Perusahaan pos AS memutuskan untuk memberhentikan layanan pengantaran surat di sebagian wilayah di 10 negara bagian.
Ratusan sekolah, termasuk kampus, terpaksa ditutup di negara bagian yang terdampak cuaca ekstrem.
Pengantaran minuman bir juga dihentikan di Wisconsin karena perusahaan-perusahaan pembuat bir khawatir minuman tersebut akan membeku di dalam truk.
Para pejabat dinas cuaca di Negara Bagian Iowa sampai harus memperingatkan masyarakat untuk "menghindari menarik napas panjang dan meminimalkan bicara" jika berada di luar ruangan.
Para petani di kawasan tengah barat mengambil langkah-langkah guna melindungi ternak mereka, termasuk membangun igloo untuk ayam.
Bahkan, di North Dakota, dua peternak bernama Joey Myers dan Scott Bailey mengatakan kepada kantor berita Reuters, mereka akan menginap bersama hewan-hewan demi menghindari korban di tengah cuaca buruk.
ChicagoHak atas fotoEPA
Image captionSeorang pria berjalan di Pantai North Avenue saat matahari terbit di atas Danau Michigan di Chicago.
Cuaca dingin bisa menyebabkan sapi yang bunting untuk melahirkan secara prematur dan bayi sapi tidak bisa hidup dalam kondisi seperti itu, kata mereka.
Organisasi pelindung hewan, Peta, mengingatkan khalayak untuk membawa hewan peliharaan mereka ke dalam ruangan.
Sementara itu, di tengah cuaca dingin ini, masih ada pihak yang berupaya membuat orang-orang tersenyum.
Kepolisian di Distrik McLean, Negara Bagian Illinois, mengumumkan tokoh Elsa dalam film Disney Frozen, telah ditangkap.

'Pasangan suami istri Indonesia' disebut sebagai pelaku bom bunuh diri serangan gereja di Jolo, Filipina

Gereja di Jolo

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Año mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo.
Año mengatakan hal itu Jumat (01/02) setelah militer memastikan bahwa pengebom bunuh diri yang merupakan "pasangan" menyerang gereja dan menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.
"Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pembom bunuh diri Indonesia. Namun kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka, dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Año.
"Tujuan dari pasangan Indonesia ini adalah untuk memberi contoh dan mempengaruhi teroris Filipina untuk melakukan pemboman bunuh diri," tambahnya.
Ia juga mengatakan daerah, "Zamboanga, Davao, Cagayan de Oro merupakan sasaran ideal teroris."

Kaki milik pengebom bunuh diri

Pasangan Indonesia disebut dibantu oleh kelompok Abu Sayyaf.Hak atas fotoAFP
Image captionPasangan Indonesia disebut dibantu oleh kelompok Abu Sayyaf.
Kepala Kepolisian Provinsi Sulu, yang membawahi Jolo, Pablo Labra mengatakan beberapa saksi mata menunjuk pria dan perempuan yang mereka percaya berada di balik pemboman itu.
Sebelumnya, kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Konsul Jendral Indonesia di Davao, Berlian Napitupulu, saat dihubungi BBC News Indonesia, mengatakan belum mendapatkan informasi tentang pasangan Indonesia yang disebutkan melakukan penyerangan itu.
Pablo Labra mengatakan mengutip para saksi mata bahwa saat terjadi pengeboman, sang istri duduk di dalam gereja sementara suaminya keluar.
Perempuan - yang digambarkan memakai jaket berwarna keabuan- membawa ransel.
Labra mengatakan sampai Jumat (01/02), dua pasang kaki yang penuh luka, tak ada yang mengklaim dan ini menunjukkan kemungkinan milik pengebom bunuh diri.
Hasil dari uji DNA potongan-potongan tubuh akan diumumkan dalam beberapa hari ini, kata Labra, seperti dikutip ABS CBN News, Filipina.
Sebelumnya President Duterte mengatakan pembom bunuh diri suami istri berada di balik pengeboman gereja dan ia mengecam serangan ini dan memerintahkan militer untuk menghancurkan Abu Sayyaf dengan cara apapun.

RI Kecam Langkah Vanuatu Selundupkan Tokoh Separatis Papua ke PBB.

Image may contain: 1 person

Image may contain: one or more people
Perwakilan Tetap Indonesia (PTRI) di PBB, Jenewa, melemparkan kecaman atas apa yang disebut tindakan manipulatif Vanuatu, dengan memasukan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda ke Komisi Tinggi HAM (KTHAM) PBB.
"Indonesia mengecam keras tindakan Vanuatu yang dengan sengaja telah mengelabui KTHAM dengan melakukan langkah manipulatif melalui penyusupan Benny Wenda ke dalam delegasi Vanuatu," kata Duta Besar Indonesia untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib menggunakan nama lain dari Dewan HAM, seperti dikutip Sindonews dari laman resmi PTRI pada Rabu (30/1).
Hasan menuturkan, berdasarkan keterangan kantor KTHAM, tanpa sepengetahuan mereka, Benny Wenda dimasukkan dalam delegasi Vanuatu yang melakukan kunjungan kehormatan ke KTHAM pekan lalu.
Kunjungan kehormatan ini, papar Hasan, dilakukan dalam rangka pembahasan UPR (Universal Periodic Review) Vanuatu di Dewan HAM. Nama Benny Wenda tidak masuk dalam daftar resmi delegasi Vanuatu untuk UPR. Kantor KTHAM bahkan menyatakan pihaknya sangat terkejut, mengingat pertemuan semata-mata dimaksudkan untuk membahas UPR Vanuatu.
"Tindakan Vanuatu tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB. Indonesia tidak akan pernah mundur untuk membela dan mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI," ungkapnya.
Sebelumnya diwartakan, pekan lalu Benny Wenda telah menyerahkan petisi kepada Kepala HAM PBB Michelle Bachelet.