MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Friday, December 13, 2019

Militer Israel Latihan Perang ‘Game of Thrones’ di Siprus

Permukiman Israel

Angkatan udara dan pasukan khusus mengadakan latihan di pulau Mediterania Siprus untuk keempat kalinya dalam tiga tahun. Latihan itu dimaksudkan untuk mensimulasikan pertempuran di medan berbatu dan pegunungan seperti Lebanon.
Pasukan khusus Israel melakukan latihan besar-besaran di Siprus minggu ini, mensimulasikan peperangan di wilayah berbatu di pulau itu, kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Beberapa unit dari Brigade Komando IDF ikut serta dalam latihan perang―yang dijuluki dengan “Game of Thrones”―bersama beberapa skuadron angkatan udara.
Kolonel Kobi Heller, komandan Brigade Komando, mengatakan latihan itu merupakan ujian penting bagi unitnya, yang dibentuk pada 2015, menyatukan berbagai unit pasukan khusus di bawah satu payung.
“Latihan ini mensimulasikan berbagai misi dan skenario yang menunjukkan pematangan kemampuan operasional dan proses yang dimulai empat tahun lalu,” katanya saat diwawancarai Times of Israel.
“Selama latihan, kami menekankan pentingnya akurasi dan memperhatikan detail, tetapi, kemampuan pribadi para prajurit yang paling penting,” tambah Heller.
Ini adalah latihan militer keempat Israel di Siprus dalam tiga tahun terakhir, menyusul kesepakatan antara kedua negara untuk bekerja sama dalam masalah militer.
Menurut keterangan IDF, yang dilansir dari Times of Israel, pasukan Siprus juga mengambil bagian dalam latihan itu. Latihan tersebut difokuskan pada pertempuran di “medan baru yang tidak dikenal, yang mensimulasikan pertempuran di arena utara”, merujuk pada Libanon dan Suriah.
“Subjek yang disimulasikan meliputi: penyergapan di malam hari dengan penekanan pada pertempuran di daerah pegunungan, dengan lanskap terjal dan kompleks; serangan terhadap infrastruktur musuh; penyediaan peralatan melalui udara; pengisian bahan bakar helikopter; penyelamatan pilot di pesawat yang tertembak jatuh dan evakuasi korban,” menurut keterangan tersebut.
“Semua ini adalah simulasi untuk menghadapi pesawat dan pasukan musuh.”
IDF juga menyebutkan tentara dari unit Egoz, Maglan, dan Duvdevan dari Komando Brigade ikut serta dalam latihan itu, demikian juga skuadron helikopter angkatan udara, skuadron kendaraan udara tak berawak, dan Unit 669 pencarian dan penyelamatan. Ada juga skuadron udara yang akan mensimulasikan pesawat musuh.
“Sangat mengesankan melihat kemampuan (militer) kami menggunakan kekuatan yang mematikan dan akurat sejauh ini di pantai negara itu,” kata Brigadir Jenderal Yoav Amiram, komandan Pangkalan Udara Palmahim, yang mengirim beberapa skuadron ke Siprus.
Kepala IDF Aviv Kohavi melakukan perjalanan ke Siprus untuk mengunjungi latihan selama seminggu. Selama perjalanan itu, ia juga bertemu dengan rekannya dari Siprus, Letnan Jenderal Ilias Leontaris, Kepala Staf Umum Pengawal Nasional Republik Siprus.
Militer Israel pertama kali mengirimkan pasukan khusus untuk latihan perang di Siprus pada Juni 2017, dengan sekitar 500 tentara dari komando satuan Egoz, bersama dengan perwakilan dari sejumlah unit pasukan khusus lainnya.
Pada Desember tahun itu, pasukan komando Israel kembali melakukan latihan perang di Siprus. Anggota unit Oketz dan unit Korps Artileri “Sky Riders”, yang mengoperasikan drone kecil, mengambil bagian dalam latihan itu.
Pada Oktober 2018, pasukan khusus IDF mengadakan latihan kembali di negara pulau itu. Latihan kali itu mensimulasikan “berbagai skenario dan kemampuan di bidang kontraterorisme, pertempuran di perkotaan, pertempuran di lapangan, mengatasi penyusupan, penghancuran, dan melatih penyediaan obat-obatan di medan perang,” menurt pernyataan IDF saat itu, yang dikutip Times of Israel.
Pasukan Siprus juga datang ke Israel untuk latihan kontraterorisme pada Oktober 2017, mengadakan latihan dua minggu di sebuah kota Arab tiruan di pangkalan pelatihan Tzeelim milik IDF.
Keterangan foto utama: Pasukan Israel berpatroli seiring mesin-mesin berat menghancurkan gedung-gedung Palestina di desa Sur Baher yang terletak di kedua sisi tembok pembatas Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki Israel, 22 Juli 2019. (Foto: Reuters/Mussa Qawasma)

No comments:

Post a Comment