MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Friday, December 13, 2019

Fasilitas Medis Afghanistan Diserang, Taliban Klaim Tanggung Jawab

Fasilitas Medis Afghanistan Diserang, Taliban Klaim Tanggung Jawab

Taliban mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri yang mengguncang fasilitas medis dekat pangkalan militer Bagram milik AS. Aksi tersebut menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 70 korban. Tidak ada korban dari AS yang dilaporkan setelah serangan.
Pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah fasilitas medis yang sedang dibangun di Bagram, pangkalan militer AS terbesar di Afghanistan utara, Rabu (11/12) pagi. Spontan, Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, kata pejabat Afghanistan dan AS.
Dua bom mobil terlibat dalam serangan, yang kemudian diikuti oleh baku tembak antara penyerang dan pasukan keamanan setempat. Rentetan aksi ini sendiri menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 70, menurut kementerian dalam negeri Afghanistan.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa di AS dan pasukan koalisi, menurut pejabat militer AS.
Namun, sejumlah rumah sipil di dekatnya hancur akibat pengeboman itu, menurut anggota parlemen lokal untuk Provinsi Parwan tempat pangkalan Bagram berada.
“Pejuang Taliban yang tetap bertahan setelah upaya yang gagal untuk menghancurkan lapangan udara Bagram, tewas dalam serangkaian serangan udara malam ini,” ujar seorang juru bicara, dinukil dari ABC News.
“Para pejuang melindungi diri mereka dengan barikade di dalam gedung fasilitas medis yang jadi bulan-bulanan penyerang pada Rabu pagi,” sambungnya.
“Pasukan koalisi yang berkoordinasi dengan Pasukan Keamanan Afghanistan, memberi tahu penduduk setempat dan memblokir daerah itu sebelum melakukan serangan udara, guna memastikan keselamatan mereka,” katanya lagi.
“Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Afghanistan, pasukan khusus, dan keinginan mereka untuk membawa perdamaian dan keamanan ke Afghanistan,” tuturnya.
Menurutnya Paman Sam berupaya sekuat tenaga agar aksi-aksi kekerasan yang menewaskan korban jiwa di Afghanistan bisa dikurangi.
Lima prajurit militer dari kontingen Georgia “menerima luka ringan akibat serangan teroris,” menurut keterangan Kementerian Pertahanan Georgia. Tak satu pun dari pria yang terluka memerlukan perawatan di rumah sakit.
Dokter setempat, Sangin menambahkan, rumah sakit dekat lokasi kejadian ikut terbakar usai ledakan. Belum diketahui jika ada warga asing di dalam rumah sakit tersebut. Namun, ia mengaku telah menerima lima korban luka yang semuanya adalah warga Afghanistan.
AS baru-baru ini mengumumkan, telah membuka kembali negosiasi dengan Taliban setelah pembicaraan Doha, Qatar berbuntut kegagalan. Setelah sebelumnya pada 2019 AS telah mencapai kesepakatan dengan gerilyawan Taliban untuk menarik pasukan mereka dari negara itu dan menghentikan perang terpanjang Amerika dengan imbalan jaminan keamanan. Namun, Trump justru membuat langkah mengejutkan pada September 2019, menggambarkan pembicaraan selama setahun itu telah “mati”, lantas membatalkan undangan kepada pemberontak untuk bertemu di dekat Washington karena pembunuhan seorang tentara AS dalam serangan militan.
Taliban lantas menolak untuk berunding secara resmi dengan pemerintah Afghanistan, tetapi upaya diplomatik terus mendorong dialog dan menanamkan benih-benih perjanjian damai yang pada akhirnya diperantarai.
Ketua negosiator AS Zalmay Khalilzad memulai kembali pembicaraan dengan Taliban pada Sabtu di Doha, Qatar–pertama kalinya sejak Presiden Trump membatalkan pembicaraan setelah mengundang Taliban ke Camp David.
“Fokus diskusi adalah pengurangan kekerasan yang mengarah pada negosiasi intra-Afghanistan dan gencatan senjata,” ungkap pejabat Departemen Luar Negeri kepada ABC News.
Trump mengunjungi pangkalan udara Bagram dalam kunjungan kejutan pada Hari Thanksgiving tahun ini, yang sekaligus jadi perjalanan pertamanya ke negara itu.
Ketika ditanya apakah AS telah memulai kembali perundingan damai dengan Taliban, dia menjawab dengan “ya,” tetapi tidak menawarkan rincian lebih lanjut.
Keterangan foto utama: Pasukan AS berjaga-jaga usai serangan bom bunuh diri diledakkan di lokasi fasilitas medis Afghanistan. (Foto: Reuters)

No comments:

Post a Comment