MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Wednesday, July 10, 2019

Kapal Tanker Minyak Dirampas Inggris, Pemimpin Iran Janjikan Pembalasan

Kapal Tanker Minyak Dirampas Inggris, Pemimpin Iran Janjikan Pembalasan

Inggris seharusnya merasa “takut” terhadap kemungkinan pembalasan Iran karena angkatan laut Inggris telah menangkap kapal tanker super Iran di Gibraltar, menurut pemimpin agama Iran berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Fars.Seorang pejabat mengatakan bahwa Inggris seharusnya merasa “takut” terhadap pembalasan Iran atas penyitaan kapal tanker super Iran di lepas pantai Spanyol. Marinir Kerajaan Inggris menangkap kapal tanker super Grace 1 hari Kamis (4/7) yang mencoba mengangkut minyak ke Suriah dan melanggar sanksi Uni Eropa, dalam sebuah langkah yang memancing kemarahan Iran dan dapat meningkatkan konfrontasinya dengan Barat. Ketegangan kian meningkat setelah keputusan sepihak Amerika Serikat tahun 2018 untuk meninggalkan kesepakatan nuklir dan menyerang ekspor minyak dan transaksi keuangan Iran yang penting dengan pukulan sanksi.
“Saya secara terbuka mengatakan bahwa Inggris harus merasa takut akan tindakan pembalasan Iran atas penyitaan kapal tanker minyak Iran secara ilegal,” tutur Mohammad Ali Mousavi Jazayeri, seorang anggota Majelis Ahli Iran, badan keagamaan yang kuat di negara itu, hari Sabtu (6/7).
“Kami telah menunjukkan bahwa kami tidak akan pernah tinggal diam terhadap penindasan. Ketika kami telah memberikan tanggapan yang gigih terhadap pesawat tak berawak Amerika, tanggapan yang sesuai untuk penangkapan atas kapal itu secara ilegal juga akan dilakukan oleh Iran,” katanya mengenai perampasan kapal tanker super di Wilayah Seberang Laut Britania Raya (BOT).
Marinir Kerajaan Inggris menangkap kapal tanker super Grace 1 hari Kamis (4/7) yang mencoba mengangkut minyak ke Suriah dan melanggar sanksi Uni Eropa, dalam sebuah langkah yang memancing kemarahan Iran dan dapat meningkatkan konfrontasinya dengan Barat.
Hari Jumat (5/7), awak kapal tanker tersebut diwawancarai sebagai saksi dalam upaya untuk menentukan sifat dari muatan dan tujuan utamanya, menurut seorang juru bicara wilayah BOT Inggris.
Juru bicara itu mengatakan bahwa kru kapal beranggotakan 28 orang, yang tetap berada di kapal tanker super itu, sebagian besar adalah warga India bersama sejumlah warga Pakistan dan Ukraina.
Kemudian hari Jumat (5/7), Gibraltar mengatakan telah memperoleh perintah untuk memperpanjang penahanan kapal tanker tersebut hingga 14 hari karena ada alasan untuk percaya bahwa kapal itu telah melanggar sanksi dengan membawa minyak ke Suriah.

PERAMPASAN KAPAL TANKER ARAB SAUDI

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (7/7), para pejabat Iran juga mengatakan bahwa Arab Saudi telah menahan kapal tanker minyak Iran di pelabuhan Jeddah sejak akhir April 2019 setelah kapal mengalami kerusakan mesin.
“Terdapat kapal tanker minyak Iran yang sedang dalam perjalanan melalui Terusan Suez, membawa minyak mentah senilei 1,2 miliar tanggal 30 April di lepas kota pelabuhan Jeddah,” kata Dorsa Jabbari dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Teheran.
“Kapal itu mengalami kegagalan mesin dan mengirimkan panggilan darurat sebelum diselamatkan oleh Arab Saudi dengan 26 awak kapal,” katanya.
Jabbari menambahkan, “Kapal itu sudah diperbaiki di kota pelabuhan, tetapi Saudi menagih Iran sebanyak US $ 200.000 sehari. Iran ingin kapal itu kembali tetapi biayanya sangat tinggi, sekitar US $ 20 juta. Arab Saudi mengatakan mereka tidak akan melepaskan kapal sampai Iran membayar tagihan.”
Iran telah menembak jatuh pesawat tak berawak milik militer Amerika Serikat tanggal 20 Juni 2019, yang menurut Iran saat itu terbang di atas salah satu provinsi selatan di Teluk, sementara AS mengatakan pesawat itu ditembak jatuh di atas perairan internasional.
Seorang komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) hari Jumat (5/7) mengancam untuk menyita sebuah kapal Inggris sebagai pembalasan atas penangkapan sebuah kapal tanker super Iran oleh Marinir Kerajaan Inggris. Perampasan kapal terjadi pada saat yang sensitif ketika Uni Eropa mempertimbangkan bagaimana akan menanggapi Iran yang mengumumkan akan melampaui tingkat pengayaan uranium maksimum yang disepakati dalam perjanjian nuklir yang penting tahun 2015.
Ketegangan kian meningkat setelah keputusan sepihak Amerika Serikat tahun 2018 untuk meninggalkan kesepakatan nuklir dan menyerang ekspor minyak dan transaksi keuangan Iran yang penting dengan pukulan sanksi.
Iran menuduh pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengobarkan “perang ekonomi” atas Iran dengan kampanye untuk memangkas habis ekspor minyak Iran hingga nol.
Keterangan foto utama: Marinir Kerajaan Inggris menangkap kapal tanker super Grace 1 hari Kamis, 4 Juli 2019 saat kapal itu berlabuh di Gibraltar, yang secara historis diklaim oleh Spanyol, karena mencoba membawa minyak ke Suriah. (Foto: Reuters/Jon Nazca)

No comments:

Post a Comment