MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Monday, April 8, 2019

AS Klaim Garda Revolusi Iran sebagai Kelompok Teroris

Garda Revolusi Iran

Pemerintahan Donald Trump telah memutuskan untuk mengklaim Garda Revolusi Iran sebagai “kelompok teroris asing.” Pentagon dan badan-badan intelijen AS telah menyuarakan keprihatinan mereka tentang dampak penunjukkan ini apalagi karena penunjukkan ini akan membatasi kontak dengan pejabat asing yang mungkin telah bertemu atau berkomunikasi dengan personel Garda Revolusi Iran. Kekhawatiran inilah yang telah membuat pemerintah AS sebelumnya tidak mengambil keputusan ini, yang sebenarnya telah dipertimbangkan selama lebih dari satu dekade.
Oleh: Matthew Lee dan Susannah George (AP)
Pemerintahan Trump telah berencana untuk menunjuk Garda Revolusi Iran sebagai “kelompok teroris asing”. Sebelumnya, penunjukkan semacam ini tidak pernah ditujukan untuk angkatan bersenjata nasional. Keputusan pemerintahan Trump ini jelas akan memiliki implikasi luas bagi personil militer dan kebijakan AS di Timur Tengah dan sekitarnya.
Para pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa penunjukkan itu diumumkan pada Senin (8/4), setelah eskalasi retorika pemerintah AS terhadap Iran selama berbulan-bulan, yang dipicu oleh dukungan Garda Revolusi Iran untuk kelompok teroris di Suriah, Lebanon, Irak dan Yaman, serta kelompok militan anti-Israel di kawasan itu dan sekitarnya.
Dua pejabat AS dan seorang pegawai kongres, yang tidak ingin disebutkan namanya, telah mengonfirmasi penunjukkan tersebut. Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, tampaknya telah mengantisipasi penunjukkan itu. Pada hari Minggu (7/4), ia mengatakan dalam sebuah twit yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump bahwa Trump “sebaiknya tidak memicu bencana AS lainnya.”
Penunjukkan tersebut―yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal―disertai dengan sanksi, termasuk pembekuan aset yang mungkin dimiliki oleh Garda Revolusi Iran di wilayah hukum AS dan larangan orang Amerika untuk berbisnis dengan mereka atau memberikan dukungan material untuk kegiatannya.
Meskipun Garda Revolusi Iran memiliki kontrol dan pengaruh yang luas terhadap ekonomi Iran, hukuman semacam itu dari AS mungkin memiliki dampak terbatas. Penunjukkan itu justru dapat menyulitkan kerja militer dan diplomatik AS secara signifikan, terutama di Irak, di mana banyak milisi Syiah dan partai politik Irak memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran.
Di Lebanon, penunjukkan tersebut dapat lebih membatasi interaksi pejabat AS. Garda Revolusi Iran memiliki hubungan dekat dengan Hizbullah, yang merupakan bagian dari pemerintah Libanon. Hizbullah telah ditunjuk sebagai kelompok teroris asing oleh AS. Kehadirannya di parlemen Libanon dan cabang eksekutif telah memaksa AS untuk menghindari kontak dengan anggota Hizbullah bahkan ketika AS terus memberikan bantuan dan bekerja sama dengan tentara Lebanon.
Penunjukkan ini juga kemungkinan akan menyebabkan dilarangnya pasukan dan diplomat AS untuk melakukan kontak dengan otoritas Irak atau Lebanon yang memiliki hubungan dengan Garda revolusi Iran.
Pentagon dan badan-badan intelijen AS telah menyuarakan keprihatinan mereka tentang dampak penunjukkan ini apalagi karena penunjukkan ini akan membatasi kontak dengan pejabat asing yang mungkin telah bertemu atau berkomunikasi dengan personel Garda Revolusi Iran. Kekhawatiran inilah yang telah membuat pemerintah AS sebelumnya tidak mengambil keputusan ini, yang sebenarnya telah dipertimbangkan selama lebih dari satu dekade.
Selain dampak tersebut, para komandan militer Amerika khawatir bahwa penunjukan itu dapat mendorong Iran untuk melakukan hal yang akan merugikan pasukan AS di Timur Tengah, dan para komandan itu berencana untuk memperingatkan pasukan AS yang masih ada di Irak, Suriah, dan di negara lainnya tentang kemungkinan itu, menurut seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya.
Selain 5.200 tentara Amerika yang sedang ditugaskan di Irak, dan sekitar 2.000 tentara AS yang masih berada di Suriah, Armada Laut ke-5 AS yang beroperasi di Teluk Persia dan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar juga berpotensi menghadapi risiko yang sama.
Kementerian Luar Negeri AS juga memperingatkan tentang kemungkinan pembalasan Iran terhadap kepentingan Amerika dan protes anti-Amerika, termasuk di kedutaan dan konsulat, kata dua pejabat AS. Peringatan serupa dikeluarkan pada awal Perang Irak pada tahun 2003 dan baru-baru ini ketika pemerintahan Trump mengumumkan akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Terlepas dari risikonya, para senator garis keras di Capitol Hill, seperti Tom Cotton, R-Ark. dan Ted Cruz, R-Texas, telah lama mendesak penunjukkan ini. Mereka mengatakan penunjukkan ini akan mengirim pesan serta memberikan tekanan lebih lanjut kepada Iran setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi ekonomi.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton telah mendukung penunjukkan itu, dan telah tegas menentang Iran dan “kegiatan merugikan” di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
Pompeo telah menjelaskan dalam komentar publik bahwa tekanan pada Iran akan semakin meningkat sampai Iran mengubah perilakunya. Minggu lalu, perwakilan khusus Pompeo untuk Iran, Brian Hook, menuduh Iran bertanggung jawab atas kematian 608 tentara AS di Irak antara tahun 2003 dan 2011, membenarkan keputusan penunjukkan itu.
“Menteri Pompeo akan terus berupaya untuk menekan rezim Iran agar mengubah kebijakan destruktifnya demi kepentingan perdamaian di kawasan itu dan demi rakyatnya sendiri, yang merupakan korban terlama dari rezim ini,” kata Hook.
Sebelum penunjukkan ini, kementerian luar negeri AS telah menunjuk 60 kelompok, seperti al-Qaeda dan Negara Islam (ISIS) dan berbagai afiliasi mereka, Hizbullah dan banyak faksi militan Palestina, sebagai “kelompok teroris asing.” Tetapi tidak satupun dari kelompok-kelompok ini adalah militer milik suatu negara seperti Garda Revolusi Iran.
Setelah penunjukan diumumkan oleh menteri luar negeri yang berkoordinasi dengan menteri keuangan, Kongres memiliki waktu tujuh hari untuk meninjaunya. Jika tidak ada keberatan, maka penunjukkan itu akan berlaku.
Keterangan foto utama: Administrasi Trump bersiap untuk menganggap Garda Revolusi Iran sebagai “organisasi teroris asing” dalam keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang bisa mempengaruhi personil dan kebijakan AS secara luas. (Foto: AP/Ebrahmi Noroozi)

No comments:

Post a Comment