Pemerintah Swiss memutuskan untuk tidak akan membantu pemulangan para warganya yang telah bergabung dengan kelomok ISIS dan ikut berperang di Suriah dan Irak. Menurut mereka hal ini dilakukan demi menjamin keamanan negara.
Para petinggi negara tersebut menegaskan bahwa pihaknya memiliki tujuan utama yang jelas, keamanan dan keselamatan warga Swiss dan itu adalah prioritas yang paling utama.
Para pejabat negara tersebut mengatakan bahwa mereka khawatir para kaum radikal tersebut kembali melakukan aksi terorisme di negara mereka.
Sebelum ini hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Austria. Pihaknya memutuskan untuk mencabut penjaminan konsulat dari para warga negaranya yang telah berperang bersama ISIS. Mereka juga dilarang untuk kembali ke Austria.
Beberapa waktu terakhir, isu pemulangan para warga Eropa yang telah bergabung dengan ISIS menjadi isu yang sangat mengganggu para warga Eropa. Pada 16 Februari lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara Eropa untuk memulangkan sekitar 800 warganya yang saat ini sedang ditahan pasukan Amerika Serikat di Suriah. Mereka adalah para warga Eropa yang telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. Diharapkan saat kembali ke negara masing-masing mereka akan diadili dan diberi hukuman. Namun permintaan Donald Trump ini tak disambut positif oleh para petinggi Eropa.
No comments:
Post a Comment