MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, March 7, 2019

Asia-Pasifik: Indonesia dan India Jadi Negara Paling Berbahaya untuk Perempuan

berita palsu

Indonesia dan India menjadi negara paling berbahaya untuk perempuan di kawasan Asia-Pasifik. Di Indonesia, walau ada undang-undang yang melarang perkosaan dan kekerasaan, survei pemerintah tahun 2016 menemukan bahwa sekitar 33 persen wanita berusia antara 15 dan 64 tahun―sekitar 26 juta orang―mengalami berbagai bentuk kekerasan. Singapura dan Selandia Baru menduduki posisi teratas sebagai negara paling aman untuk perempuan.
Oleh: Kylie Knott (South China Morning Post)
Singapura dan Selandia Baru telah dinobatkan sebagai negara teraman bagi wanita di wilayah Asia-Pasifik, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh penasihat konsumen Value Champion. Survei ini menganalisis 14 negara dan wilayah, yang diambil dari sejumlah sumber untuk menentukan peringkat masing-masing negara dalam hal keselamatan, kesehatan, dan peluang.
Peringkat keselamatan dinilai dari perlindungan hukum dan kualitas hidup yang diberikan masing-masing negara. Peringkat perawatan kesehatan dinilai dari akses medis di negara ini dan kebebasan memilih dalam keluarga berencana untuk wanita. Peluang dinilai dari pendidikan dan pekerjaan bagi wanita.
“Dengan munculnya gerakan #MeToo global dan protes yang dipimpin perempuan terhadap kekerasan seksual, kenyataan tentang kualitas hidup sehari-hari untuk perempuan muncul,” kata analis penelitian yang berbasis di Singapura, Anastassia Evlanova, yang menambahkan bahwa kebutuhan untuk merasa aman di tempat tinggal Anda sering dianggap remeh.

NEGARA TERAMAN DI ASIA

PeringkatLokasiKesehatanKeamananPeluang .
1Singapore417
1New Zealand331
3Australia622
4Japan264
5Taiwan (China)843
6Hong Kong (China)198
7South Korea5712
8Vietnam985
9Thailand101110
10Malaysia11511
11China7139
12Philippines12126
13Indonesia141013
14India131414
(Sumber: Value Champion via SCMP)
Laporan itu mendapati bahwa walaupun Singapura umumnya sangat aman bagi wanita, jumlah kasus pelecehan meningkat 12 persen antara 2017 dan 2018, menunjukkan bahwa pelecehan seksual tetap menjadi masalah.
Walaupun Jepang sering dianggap sebagai negara yang aman secara keseluruhan (dalam survei ini berada di peringkat keempat, di belakang Australia), kekerasan seksual dan diskriminasi yang tidak dilaporkan adalah masalah signifikan bagi perempuan di Jepang, laporan itu menyatakan. Menurut angka pemerintah, lebih dari 95 persen dari insiden kekerasan seksual tidak dilaporkan ke polisi. Para peneliti percaya ini karena wanita merasa malu atau menyalahkan diri sendiri untuk jenis kejahatan ini.
Gerakan #MeToo di India Terlambat, tapi Bisa Membuat Perubahan
Di India, kekerasan terhadap perempuan semakin memburuk dan telah menjadi berita utama internasional dalam beberapa tahun terakhir.(Foto: AFP/Getty Images/Punit Paranjpe)
Indonesia, Filipina dan India menempati tempat terbawah, meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup bagi perempuan.
Di Indonesia, terlepas dari adanya undang-undang yang melarang pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya, survei pemerintah tahun 2016 menemukan bahwa sekitar 33 persen wanita berusia antara 15 dan 64 tahun―sekitar 26 juta orang―mengalami berbagai bentuk kekerasan.
Kekerasan terhadap perempuan di India telah memicu kemarahan dan protes di dalam dan di luar negeri, terutama sejak pemerkosaan dan pembunuhan seorang siswa di sebuah bus di New Delhi tahun 2012.
Ketika epidemi pemerkosaan India semakin memburuk dari tahun ke tahun (24.923 kasus perkosaan dilaporkan terjadi di seluruh India pada tahun 2012 dibandingkan dengan lebih dari 38.900 perkosaan yang dilaporkan pada tahun 2016) para kritikus menuduh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi tidak berbuat cukup banyak untuk melindungi perempuan.
Dalam survei tahun 2018 oleh Thomson Reuters Foundation, India dinobatkan sebagai negara paling berbahaya bagi wanita setelah berada di urutan keempat dalam survei yang sama tujuh tahun lalu. Negara terpadat kedua di dunia itu, dengan populasi 1,3 miliar orang, berada di peringkat sebagai yang paling berbahaya pada tiga topik―risiko kekerasan seksual dan pelecehan terhadap perempuan, bahaya yang dihadapi perempuan dari praktik budaya, suku dan tradisional, dan merupakan negara di mana perempuan paling berisiko dalam perdagangan manusia, termasuk kerja paksa, perbudakan seks dan perbudakan rumah tangga.
Keterangan foto utama: Indonesia dan India menduduki posisi terbawah sebagai tempat terburuk bagi perempuan di kawasan Asia-Pasifik. (Foto: Flickr Creative Commons/Larry McCallum)

No comments:

Post a Comment