MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Tuesday, February 19, 2019

Turki Perintahkan Penangkapan 1.112 Orang atas Dugaan Hubungan dengan Gulen

Turki Perintahkan Penangkapan 1.112 Orang atas Dugaan Hubungan dengan Gulen
Pemerintah Turki memerintahkan penangkapan terhadap 1.112 orang yang diduga berhubungan dengan ulama Gulen, yang dituduh berada di balik upaya kudeta tahun 2016. Pemerintah mengatakan bahwa jaringan Gulen selama puluhan tahun telah menyusup ke lembaga-lembaga negara termasuk pasukan keamanan, peradilan, dan kementerian. Sejak upaya kudeta tersebut, pemerintah telah melakukan pembersihan yang mendalam terhadap lembaga-lembaga negara, sementara jaksa penuntut telah meluncurkan serangkaian investigasi yang terus-menerus terhadap mereka yang diduga memiliki hubungan dengan Gulen.
Pada Selasa (12/2), Turki meluncurkan salah satu operasi terbesarnya terhadap terduga para pendukung ulama Muslim yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang dituduh memimpin upaya kudeta pada tahun 2016, dan memerintahkan penangkapan 1.112 orang, media pemerintah melaporkan.
Operasi itu—yang terkait dengan dugaan kecurangan dalam pemeriksaan polisi—menunjukkan bahwa pihak berwenang tidak menghentikan tindakan keras mereka, dua setengah tahun setelah tentara menggunakan pesawat tempur, helikopter, dan tank dalam upaya untuk merebut kekuasaan.
Lebih dari 250 orang tewas dalam kudeta yang gagal itu, di mana ulama Fethullah Gulen—mantan sekutu Presiden Tayyip Erdogan—membantah terlibat di dalamnya. Gulen telah hidup di pengasingan di Pennsylvania sejak tahun 1999.
Operasi pada Selasa (12/2) itu terkait dengan pemeriksaan pasukan polisi pada tahun 2010 bagi mereka yang ingin menjadi wakil inspektur, dan tuduhan bahwa beberapa dari mereka yang ikut serta telah menerima pertanyaan sebelumnya, lapor kantor berita pemerintah Anadolu.
Sejauh ini, 124 tersangka telah ditahan dalam operasi yang diluncurkan oleh kantor kejaksaan Ankara dan diperluas ke 76 provinsi, kata Anadolu. Tidak jelas berapa banyak—jika ada—tersangka yang merupakan petugas polisi.
Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan pada Minggu (10/2), bahwa “operasi besar” akan dilakukan terhadap para pendukung Gulen. “Setan bahkan tidak akan melakukan penipuan seperti yang telah mereka lakukan,” katanya. “Kami akan menghabisi mereka.”
Pemerintah mengatakan bahwa jaringan Gulen selama puluhan tahun telah menyusup ke lembaga-lembaga negara termasuk pasukan keamanan, peradilan, dan kementerian, dan sering dibantu untuk curang dalam ujian, untuk menciptakan “negara paralel”.
Orang-orang berkumpul di Istanbul untuk mendukung pemerintah Turki, setelah upaya kudeta yang gagal pada tanggal 16 Juli 2016. (Foto: AFP/Getty Images/Bulent Kilic)
Orang-orang berkumpul di Istanbul untuk mendukung pemerintah Turki, setelah upaya kudeta yang gagal pada tanggal 16 Juli 2016. (Foto: AFP/Getty Images/Bulent Kilic)

PEMBERANTASAN TERSANGKA

Sejak upaya kudeta tersebut, pemerintah telah melakukan pembersihan yang mendalam terhadap lembaga-lembaga negara, sementara jaksa penuntut telah meluncurkan serangkaian investigasi yang terus-menerus terhadap mereka yang diduga memiliki hubungan dengan Gulen.
Sekutu-sekutu Barat Turki telah mengkritik tindakan keras itu, yang dilakukan terutama di bawah keadaan darurat yang diumumkan setelah kudeta, dan tetap berlaku sampai Juli tahun lalu.
Para kritikus Erdogan menuduhnya menggunakan kudeta yang gagal itu sebagai alasan untuk meredam perbedaan pendapat. Pihak berwenang Turki mengatakan bahwa langkah-langkah itu diperlukan untuk memerangi ancaman terhadap keamanan nasional.
Lebih dari 77 ribu orang telah dipenjara sambil menunggu persidangan sejak kudeta itu, dan penangkapan masih rutin dilakukan. Pihak berwenang telah menangguhkan atau memecat 150 ribu pegawai negeri dan personel militer.
Menteri Pertahanan Hulusi Akar—mantan kepala staf—mengatakan bahwa lebih dari 15 ribu personel militer telah diberhentikan sejak kudeta, termasuk 150 jenderal dan laksamana.
Pihak berwenang juga telah mengendalikan ratusan perusahaan yang dituduh memiliki hubungan dengan Gulen dan para pendukungnya, dan menutup lebih dari 130 media sebagai bagian dari pemberantasan tersebut.
Pemerintah Turki juga semakin menargetkan para pendukung gerakan ini di luar negeri, mengupayakan ekstradisi Gulen dan yang lainnya di seluruh Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.
Keterangan foto utama: Ulama Fethullah Gulen yang berbasis di Amerika Serikat, di rumahnya di Saylorsburg, Pennsylvania, AS, pada 29 Juli 2016. (Foto: Reuters/Charles Mostoller)

No comments:

Post a Comment