MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, February 21, 2019

Kronologi Kebangkitan dan Kejatuhan Kekhalifahan ISIS

kekhalifahan isis

Dikenal juga sebagai Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) dan Islamic State (IS), ISIS bertujuan menciptakan sebuah negara Islam atau kekhalifahan yang mencakup kawasan Irak, Suriah, hingga dunia. ISIS terkenal karena membunuh lusinan orang sekaligus dan melakukan eksekusi, penyaliban, dan tindakan hukuman lainnya di depan umum. Berikut linimasa kelahiran, kebangkitan, hingga apa yang bisa disebut sebagai kekalahan kelompok teror ini, seperti yang dirangkum oleh CNN.
Oleh: CNN
ISIS berawal sebagai kelompok sempalan al-Qaeda. Dikenal juga sebagai Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) dan Islamic State (IS), ISIS bertujuan menciptakan sebuah negara Islam atau kekhalifahan yang mencakup kawasan Irak, Suriah, hingga dunia.
Kelompok ISIS bercita-cita mengimplementasikan Hukum Syariah, yang berakar dari agama Islam yang telah berusia delapan abad, untuk menciptakan masyarakat yang mereka anggap mencerminkan komunitas awal Islam di masa lalu.
ISIS terkenal karena membunuh lusinan orang sekaligus dan melakukan eksekusi, penyaliban, dan tindakan hukuman lainnya di depan umum. ISIS menggunakan alat-alat modern seperti media sosial untuk mempromosikan politik reaksioner dan fundamentalisme agama. Para pejuang ISIS telah menghancurkan situs-situs suci keagamaan dan barang-barang antik yang berharga, bahkan ketika para pemimpin mereka mempropagandakan kembalinya tatanan masyarakat ke era awal Islam.
Tahun 2014, ISIS menguasai lebih dari 34.000 mil persegi wilayah di Suriah dan Irak, mulai dari pantai Mediterania hingga selatan Baghdad. Akhir tahun 2016, wilayah ISIS telah menyusut menjadi sekitar 23.320 mil persegi, menurut majalah militer mingguan Amerika Serikat, IHS Jane’s.
Tahun 2015, menurut laporan PBB, ISIS diyakini menahan 3.500 orang sebagai budak. Sebagian besar yang diperbudak adalah wanita dan anak-anak dari komunitas Yazidi, tetapi beberapa dari mereka berasal dari komunitas minoritas etnis dan agama lainnya.
Pendapatan ISIS berasal dari produksi dan penyelundupan minyak, pajak, tebusan penculikan, penjualan artefak curian, pemerasan, hingga pengontrolan hasil panen.
Pemimpin tertinggi ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi, yang dilaporkan berbasis di Suriah. Baghdadi pernah ditahan selama beberapa bulan di Camp Bucca, yang merupakan penjara yang dikelola Amerika Serikat di Irak selatan, sebelum dibebaskan pada tahun 2004.
Berikut ini linimasa persebaran ISIS sejak awal berdiri hingga kini:
2004 – Abu Musab al-Zarqawi mendirikan al-Qaeda di Irak (AQI).
2006 – Di bawah kepemimpinan Zarqawi, al-Qaeda di Irak berupaya menyulut perang sektarian melawan komunitas Muslim Syiah.
7 Juni 2006 – Zarqawi terbunuh dalam serangan Amerika Serikat. Abu Ayyub al-Masri mengambil alih posisi sebagai pemimpin AQI.
Oktober 2006 – Masri mengumumkan pembentukan Islamic State of Iraq (ISI) dan menetapkan Abu Omar al-Baghdadi sebagai pemimpinnya.
April 2010 – Abu Bakr al-Baghdadi menjadi pemimpin ISI setelah Abu Omar al-Baghdadi dan Masri terbunuh dalam operasi gabungan Amerika-Irak.
April 2013 – ISI mendeklarasikan bergabungnya kelompok militant yang didukung al-Qaeda di Suriah, Jabhat al-Nusra, yang dikenal juga sebagai al-Nusra Front. Baghdadi mengatakan bahwa kelompoknya sekarang akan dikenal sebagai Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL atau ISIS).
Januari 2014 – ISIS mengambil alih Falluja.
3 Februari 2014 – Al-Qaeda tidak mengakui ikatan dengan ISIS setelah berbulan-bulan pertemuran antara al-Nusra Front dan ISIS.
Mei 2014 – ISIS menculik lebih dari 140 anak sekolah Kurdi di Suriah, memaksa mereka untuk mengikuti pelajaran teologi Islam radikal, menurut kelompok pengamat berbasis London, Syrian Observatory for Human Rights.
9-11 Juni 2014 – ISIS mengambil alih Mosul dan Tikrit.
20 Juni 2014 – PBB mengumumkan bahwa lebih dari 1 juta penduduk Irak telah menjadi pengungsi.
21 Juni 2014 – ISIS mengambil alih Al-Qaim, sebuah kota di perbatasan Suriah, serta tiga kota lain di Irak.
28 Juni 2014 – Kurdi Irak membatasi perlintasan perbatasan oleh pengungsi untuk memasuki wilayahnya.
29 Juni 2014 – ISIS mengumumkan pembentukan kekhalifahan atau negara Islam yang menghapuskan semua batas negara. Baghdadi menunjuk dirinya sendiri sebagai pemimpin dari 1,5 milyar umat Muslim di seluruh dunia. ISIS juga mengubah nama kelompok menjadi Islamic State (IS).
30 Juni 2014 – Pentagon mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengirimkan 300 pasukan tambahan ke Irak. Dengan demikian, total pasukan AS di Irak menjadi 800. Pasukan dan penasihat militer dikirimkan ke Irak untuk memberikan dukungan keamanan bagi Irak dan membantu melindungi Kedutaan AS dan bandara di Baghdad.
Juli 2014 – ISIS mengambil alih ladang minyak terbesar di Suriah dan merebut ladang gas di Provinsi Homs, menyerang fasilitas dan membunuh puluhan pekerja. Para militan berhasil menguasai kota-kota di Suriah hingga sepanjang 90 mil, mulai dari Deir Ezzor hingga perbatasan Irak. Di Mosul, mereka meledakkan makam Nabi Yunus, situs suci sejak abad ke-8 sebelum Masehi.
6 Agustus 2014 – Para pejuang ISIS menyerang Kota Sinjar di utara Irak, rumah bagi kelompok minoritas agama Yazidi. Lebih dari 30.000 keluarga Yazidi terjebak di Pegunungan Sinjar. Seorang anggota parlemen Yazidi mengatakan bahwa 500 pria telah dibunuh, 70 anak telah mati kehausan, dan para wanita dijual sebagai budak.
8 Agustus 2014 – Dua pesawat tempur mengebom unit artileri ISIS di Irak. Presiden AS Barack Obama memerintahkan “serangan udara bertarget” jika dibutuhkan untuk melindungi personel AS dan mencegah potensi genosida terhadap kelompok minoritas.
19 Agustus 2014 – ISIS mengunggah sebuah video yang menunjukkan pemenggalan kepala jurnalis AS James Foley, yang hilang di Suriah sejak tahun 2012.
2 September 2014 – ISIS merilis sebuah video yang menunjukkan pemenggalan kepala jurnalis AS Steven Sotloff. Algojo pemenggalan tersebut berbicara dalam logat Inggris yang sama dengan algojo yang memenggal Foley.
11 September 2014 – CIA mengumumkan bahwa jumlah pejuang ISIS tampaknya tiga kali lipat lebih banyak dari estimasi sebelumnya.
13 September 2014 – ISIS mengunggah video eksekusi pekerja bantuan Inggris David Haines.
23 September 2014 – Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap ISIS.
3 Oktober 2014 – ISIS merilis video pemenggalan sandera dari Inggris Alan Henning.
3 November 2014 – Pemerintah Irak mengumumkan bahwa militant ISIS telah membunuh 322 anggota suku Sunni dalam serangkaian eksekusi.
14 November, 2014 – Komisi Penyelidik Independen Internasional PBB mengenai Suriah menyimpulkan bahwa ISIS telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan.
16 November 2014 – ISIS mengunggah video yang menunjukkan seorang sandera dari Amerika, Peter Kassig, yang telah tewas.
22 Januari 2015 – Petugas diplomatik Amerika Serikat mengatakan bahwa serangan udara koalisi telah membunuh setidaknya 6.000 pejuang ISIS.
24 Januari 2015 – Sebuah foto dan audio yang dirilis oleh ISIS menunjukkan tubuh sandera dari Jepang Haruna Yukawa yang telah dipenggal.
31 Januari 2015 – ISIS merilis sebuah video yang menunjukkan tubuh sandera kedua dari Jepang Kenji Goto yang telah dipenggal.
3 Februari 2015 – Video dan foto yang diunggah oleh ISIS menunjukkan pilot Yordania Moath al-Kasasbeh dibakar hidup-hidup saat dikurung dalam sebuah kendang.
5 Februari 2015 – Pesawat tempur Yordania melakukan serangan udara di atas Suriah, yang dilaporkan mengenai pusat pelatihan ISIS serta Gudang senjata dan amunisi di Raqqa. Keesokan harinya, ISIS mengklaim bahwa serangan tersebut telah menewaskan sandera dari Amerika Jean Mueller. ISIS mengunggah sebuah gambar gedung yang hancur dan mengklaim bahwa Mueller terkubur di bawah reruntuhan.
10 Februari 2015 – Setelah menerima informasi dari ISIS, termasuk foto jenazahnya yang telah terbungkus kain kafan, keluarga Mueller mengumumkan bahwa dia telah tewas.
11 Februari 2015 – Obama meminta Kongres AS untuk secara formal mengizinkan penggunaan kekuatan militer melawan ISIS.
15 Februari 2015 – ISIS mengunggah sebuah yang menunjukkan para militan memenggal kepala selusin orang Kristen Mesir di sebuah pantai Libya. Keesokan harinya, pesawat-pesawat tempur Mesir menyerang target-target ISIS di Suriah.
22 Februari 2015 – ISIS merilis video yang tampaknya menunjukkan setidaknya 21 pejuang Kurdi Peshmerga di dalam kandang yang dibawa di sepanjang jalan-jalan Irak.
26 Februari 2015 – Jihadi John, pria yang menyamar dengan aksen Inggris yang muncul dalam video ISIS sebagai algojo para sandera dari Barat, diidentifikasi sebagai Mohammed Emwazi, warga London kelahiran Kuwait. Pada hari yang sama, ISIS merilis video para pejuangnya yang menghancurkan barang antik di Museum Mosul.
Maret 2015 – ISIS mengunggah gambar seorang pria yang dilempar dari sebuah bangunan di Raqqa, Suriah. Dia dituduh gay. Setidaknya terdapat setengah lusin kasus ISIS yang membunuh orang-orang yang dituduh gay.
1 Maret 2015 – ISIS membebaskan 19 tahanan Kristen. Semua orang kecuali satu dilaporkan berasal dari kelompok 220 orang Asyiria yang ditangkap di Suriah utara.
7 Maret 2015 – Dalam sebuah pesan audio yang konon berasal dari pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau, kelompok Islam radikal yang bermarkas di Nigeria tersebut menjanjikan kesetiaan kepada ISIS. Beberapa hari kemudian, seorang juru bicara ISIS mengklaim kekhalifahan telah meluas ke Afrika barat.
12 Maret 2015 – Pasukan Irak merebut kembali sebagian besar wilayah Tikrit. Di Irak barat, ISIS meledakkan markas tentara Irak di utara Ramadi, menewaskan sedikitnya 40 tentara Irak.
1 April 2015 – Pasukan Irak, dibantu oleh milisi Syiah, mengambil kendali penuh atas Tikrit.
8 April 2015 – Menurut pejabat Kurdistan Irak, ISIS membebaskan lebih dari 200 wanita dan anak-anak Yazidi, serta orang-orang yang sakit atau lanjut usia.
19 April 2015 – ISIS merilis sebuah video yang menunjukkan para gerilyawan memenggal kepala dua kelompok tahanan di Libya. Pemerintah Ethiopia mengonfirmasi bahwa 30 orang di antara korban adalah warga negara Ethiopia.
16 Mei 2015 – Seorang pemimpin utama ISIS terbunuh dalam serangan Operasi Khusus AS di Suriah, menurut pejabat AS. Istrinya ditangkap, kemudian serangan itu menghasilkan intelijen signifikan mengenai struktur dan komunikasi ISIS.
17 Mei 2015 – ISIS menguasai Ramadi, kota terbesar di Irak barat, setelah pasukan keamanan pemerintah keluar dari pangkalan militer.
21 Mei 2015 – ISIS menguasai Palmyra, sebuah kota kuno Suriah yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kota itu adalah perbatasan terakhir Suriah-Irak yang berada di bawah kendali pasukan Suriah.
14 Juni 2015 – Seorang remaja Inggris, Talha Asmal, dilaporkan sebagai satu dari empat pelaku bom bunuh diri ISIS yang menyerang markas besar kelompok milisi Syiah di Irak, menewaskan sedikitnya 11 orang. Sebelum pengeboman, ISIS mengunggah foto-foto Asmal, 17 tahun, berpose di sebelah bendera hitam mereka di media sosial. Menurut BBC, Asmal meninggalkan Inggris pada bulan Maret 2015 untuk bergabung dengan kelompok fundamentalis Islam tersebut.
19 Juni 2015 – Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan laporan terorisme tahunannya, menyatakan bahwa ISIS menjadi ancaman yang lebih besar daripada Al-Qaeda. Frekuensi dan kekejaman serangan ISIS telah menimbulkan kekhawatiran, menurut laporan itu.
24 Juni 2015 – Pemerintah Suriah melaporkan bahwa militan ISIS telah menghancurkan dua situs suci Muslim di Palmyra. Kelompok itu menyerang kuil yang berusia 500 tahun dan sebuah makam di mana seorang keturunan sepupu Nabi Muhammad dilaporkan dikuburkan.
26 Juni 2015 – Seorang pria bersenjata membunuh setidaknya 38 orang di sebuah hotel Tunisia di tepi pantai. Sebuah bom menewaskan setidaknya 27 orang di sebuah masjid di Kuwait. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan itu.
1 Juli 2015 – ISIS meluncurkan serangan simultan terhadap lima pos pemeriksaan militer Mesir, yang dilaporkan menewaskan 17 tentara Mesir dan melukai 30 orang lainnya. Menurut militer Mesir, 100 teroris terbunuh dalam pertempuran itu.
4 Juli 2015 – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan telah menerima video yang menunjukkan para militan ISIS mengeksekusi 25 tawanan di Palmyra.
17 Juli 2015 – Ketika warga Irak di Khan Bani Saad merayakan Idul Fitri, hari libur yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan, ISIS meledakkan bom truk es di sebuah pasar yang ramai, menewaskan sedikitnya 120 orang dan melukai setidaknya 140 orang lainnya.
Agustus 2015 – ISIS menghancurkan Kuil Baalshamin yang berusia hampir 2.000 tahun di Palmyra. UNESCO, organisasi budaya PBB, menyebut penghancuran kuil tersebut sebagai “kejahatan perang.”
30 Oktober 2015 – Pemerintahan Obama mengumumkan bahwa mereka mengerahkan pasukan Operasi Khusus AS untuk bergabung dalam perang melawan ISIS di Suriah utara. Kurang dari 50 tentara akan pergi ke Suriah, menurut Gedung Putih. Selama 14 bulan ke depan, 450 tentara Amerika dikirim ke Suriah untuk membantu melatih kelompok-kelompok lokal yang memerangi ISIS.
12 November 2015 – Pentagon mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan pesawat nirawakremote control yang menargetkan Emwazi, yang juga dikenal sebagai “Jihadi John.” ISIS kemudian mengonfirmasi kematian Emwazi.
12 November 2015 – Dua bom bunuh diri menghantam Distrik Bourj al-Barajneh di Beirut selatan, menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai ratusan orang lainnya. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
13 November 2015 – Pasukan Kurdi membebaskan Kota Sinjar di Irak dari ISIS setelah dua hari pertempuran. Kurdi didukung oleh kekuatan udara koalisi.
13 November 2015 – Tiga tim pelaku bom bunuh diri ISIS yang memegang senjata menyerang enam lokasi di sekitar Paris, menewaskan sedikitnya 130 orang dan melukai 494 orang lainnya.
10 Desember 2015 – Juru bicara koalisi pimpinan AS menegaskan bahwa Menteri Keuangan ISIS Abu Saleh telah tewas dalam serangan udara pada akhir bulan November 2015 di Irak.
28 Desember 2015 – Pasukan Irak merebut kembali Kota Ramadi dari ISIS dan mengibarkan bendera Irak di atas kompleks pemerintah di pusat kota, menurut juru bicara militer Irak.
24 Januari 2016 – ISIS merilis video yang bertujuan untuk menampilkan pesan terakhir dari para penyerang Paris.
21 Februari 2016 – Beberapa serangan di Homs dan Damaskus selatan menewaskan sedikitnya 122 orang dan melukai puluhan orang, menurut kantor berita pemerintah SANA yang dikelola pemerintah Suriah. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
22 Maret 2016 – Serangan di bandara dan stasiun kereta bawah tanah di Brussels, Belgia, menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai sekitar 270 orang lainnya. ISIS mengklaim bahwa para “pejuangnya” telah meluncurkan serangan.
25 Maret 2016 – Pentagon mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah membunuh Menteri Keuangan ISIS Abd al-Rahman Mustafa al-Qaduli. Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa pasukan operasi khusus bertujuan menangkap Qaduli hidup-hidup, tetapi rencana itu dimodifikasi pada saat-saat terakhir.
26 Juni 2016 – Seorang jenderal senior Irak mengumumkan di TV pemerintah bahwa pertempuran atas Falluja telah berakhir, ketika pasukan Irak merebut kembali pertahanan terakhir ISIS di kota itu.
28 Juni 2016 – Setidaknya 44 orang tewas dan lebih dari 230 orang lainnya terluka ketika tiga penyerang tiba di Bandara Ataturk Istanbul Turki dengan taksi, kemudian melepaskan tembakan sebelum meledakkan diri. Para pejabat AS percaya bahwa orang yang mengarahkan ketiga penyerang itu adalah Akhmed Chatayev, seorang teroris dari wilayah Kaukasus Utara Rusia dan seorang letnan terkenal ISIS.
1-2 Juli 2016 – Beberapa penyerang menyerang Kafe Holey Artisan Bakery di kantong diplomatik Dhaka, ibukota Bangladesh. Orang-orang bersenjata membunuh 20 sandera dan dua petugas polisi sebelum pihak berwenang menggerebek restoran tersebut dan mengakhiri kebuntuan selama hampir 11 jam. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi para pejabat Bangladesh mengatakan serangan itu dilakukan oleh gerilyawan setempat. Para pejabat AS berfokus pada ISIS sebagai pelaku setelah foto-foto yang diduga menunjukkan bagian dalam kafe dan sandera yang tewas diunggah di situs internet yang berafiliasi dengan ISIS.
3 Juli 2016 – Sebuah bom bunuh diri meledak di pusat perbelanjaan yang ramai di Baghdad, menewaskan setidaknya 292 orang dan melukai 200 orang lainnya. Serangan tersebut merupakan serangan tunggal yang paling mematikan sejak tahun 2003. ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
30 Agustus 2016 – Menurut sebuah pernyataan dari kelompok teror ISIS dan badan pers miliknya, Amaq, juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani telah terbunuh di wilayah Aleppo, Suriah. Tanpa mengonfirmasi kematian Adnani, Pentagon mengonfirmasi bahwa pasukan koalisi telah melakukan serangan udara di al Bab, Suriah, yang menargetkan Adnani.
16 September 2016 – Sekretaris pers Pentagon Peter Cook mengatakan bahwa sebuah serangan udara Amerika Serikat telah menargetkan dan menewaskan Wael Adel Salman alias Abu Muhammad al-Furqan, kepala juru bicara ISIS. Cook menuturkan bahwa Salman adalah Menteri Informasi ISIS yang bertanggung jawab mengawasi produksi “video propaganda teroris yang menunjukkan penyiksaan dan eksekusi.”
17 Oktober 2016 – Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi melakukan pengumuman yang disiarkan di televisi yang mengawali misi untuk mengambil alih kota utama Mosul, benteng terakhir ISIS di irak.
24 Oktober 2016 – Terjadi serangan bom bunuh diri terhadap para kadet yang tidur di sebuah akademi pelatihan polisi di Pakistan, menewaskan 61 orang dan melukai 117 orang lainnya. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, merilis sebuah foto tiga terduga pelaku serangan. Namun, para pemimpin militer Pakistan mengatakan bahwa serangan dilakukan oleh kelompok berbasis Pakistan, Lashkar-e-Jhangvi.
9 April 2017 – ISIS mengklaim bertanggung jawab atas 2 serangan bom mematikan yang menargetkan gereja-gereja Kristen Koptik dalam perayaan Minggu Palma di Mesir. Setidaknya 49 orang tewas dan 119 orang lainnya terluka dalam ledakan.
13 April 2017 – Militer Amerika Serikat menjatuhkan bom non-nuklir terkuatnya di kompleks ISIS di Afghanistan. Seorang petugas Afghanistan kemudian mengatakan kepada CNN bahwa 94 militan telah terbunuh dalam ledakan tersebut.
26-28 Mei 2017 – Lebih dari 200 warga sipil dibunuh oleh militan ISIS di Mosul, menurut PBB.
26 Mei 2017 – Bus-bus yang mengangkut umat Kristen Koptik Mesir menjadi sasaran penyerangan. Setidaknya 29 orang mendapatkan luka tembak fatal. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
10 Juli 2017 – Mosul dibebaskan dari cengkeraman ISIS.
17 Oktober 2017 – ISIS kehilangan kendali atas Kota Raqqa di Suriah, yang diakui sebagai ibu kota kekhalifahannya. Pasukan yang didukung Amerika yang berperang di Raqqa mengatakan bahwa “berbagai operasi militer utama” telah berakhir, meskipun masih ada beberapa kantung wilayah pemberontak di dalam kota.
6 Desember 2017 – Pentagon mengumumkan bahwa terdapat 5.200 pasukan Amerika di Irak dan 2.000 pasukan di Suriah. Jumlah tentara mengalami penurunan, menurut Pentagon, ketika pasukan Irak dan Pasukan Demokratis Suriah (SDF) telah membebaskan sekitar 97 persen teritori dan orang di wilayah yang dideklarasikan ISIS sebagai kekhalifahan.
9 Desember 2017 – Militer Irak mengaku telah “sepenuhnya membebaskan” seluruh teritori Irak yang berada di bawah kekuasaan “geng teroris ISIS” dan telah mengambil alih kendali atas perbatasan Irak-Suriah. Kampanye militer untuk mengalahkan ISIS di Irak telah berlangsung selama selama lebih dari tiga tahun dan membutuhkan 25.000 serangan udara pasukan koalisi.
25 Juli 2018 – Setidaknya 166 orang terbunuh dalam serangan bom bunuh diri dan berbagai serangan lainnya di selatan Provinsi Suwayda, Suriah, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB di Suriah. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
23 Agustus 2018 – ISIS merilis pesan audio dari pemimpin kelompok, Baghdadi. Dalam rekaman sepanjang 55 menit tersebut, seorang pria mengakui bahwa kelompok-kelompok ISIS tengah mengalami kekalahan dan mendorong para pengikut ISIS untuk melanjutkan pertempuran.
25 Agustus 2018 – Pemimpin ISIS di Afghanistan, Abu Sayed Orakzai dan sepuluh pejuang ISIS lainnya terbunuh dalam serangan udara di Provinsi Nangarhar, menurut juru bicara provinsi Attaullah Khogyani.
6 September 2018 – Perwakilan khusus AS untuk Suriah mengatakan bahwa pasukan Amerika akan tetap melanjutkan misi mereka hingga ISIS di Suriah “kalah total.”
19 Desember 2018 – Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan Amerika dari Suriah dalam waktu dekat melalui tweet yang mengklaim bahwa ISIS telah dikalahkan. Meskipun pasukan koalisi telah berhasil mengambil alih kembali wilayah yang pernah menjadi bagian dari kekhalifahan ISIS, para militan terus mengendalikan petak kecil tanah di dekat Sungai Eufrat. Terdapat perkiraan bervariasi tentang berapa banyak pejuang ISIS yang masih tersisa di Suriah. Laporan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS menyebutkan jumlah anggota ISIS di Irak dan Suriah mencapai 30.000 orang.
16 Januari 2019 – Sebuah ledakan mematikan membunuh empat orang Amerika dan setidaknya sepuluh orang lain di Kota Manbij di Suriah. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Keterangan foto utama: Dalam foto file ini, para demonstran memegang bendera ISIS, pada tanggal 18 Juli 2014. (Foto: AFP Photo/Tauseef Mustafa)

No comments:

Post a Comment