
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah memberikan peringatan pada Israel sehubungan serangan-serangannya di Suriah. Nasrallah mengatakan Iran, Suriah, dan Hizbullah bisa “kapan saja” memutuskan untuk menghadapi tindakan Israel di Suriah dengan cara yang berbeda, dan memberi sinyal bahwa Tel Aviv bisa jadi target. Ia memperingatkan agar Israel jangan sampai salah langkah.
Oleh: Sarah El Deeb (AP/CTV News)
Kepala kelompok militan Hizbullah di Libanon memperingatkan Israel Sabtu malam sehubungan serangan mereka yang berkelanjutan di Suriah, mengatakan satu salah perhitungan bisa menyeret area itu dalam perang.Hassan Nasrallah membuat komentar itu dalam wawancara panjang yang berlangsung lebih dari tiga jam dengan stasiun TV Beirut, Al-Mayadeen.Nasrallah mengatakan Iran, Suriah, dan Hizbullah bisa “kapan saja” memutuskan untuk menghadapi tindakan Israel di Suriah dengan cara yang berbeda, dan memberi sinyal bahwa Tel Aviv bisa jadi target.Berbicara kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ia mengatakan: “Berhati-hatilah. Jangan lanjutkan apa yang Anda lakukan di Suriah. Jangan salah perhitungan dan jangan menyeret area ini dalam perang atau konfrontasi besar.”Nasrallah mengatakan situasi di regional itu telah berubah seiring Iran dan sekutu-sekutunya, termasuk kelompoknya, melebarkan pengaruh mereka di sana. Ini artinya, perang apapun bisa berlangsung lebih dari di satu tempat, Nasrallah memperingatkan.
Baru-baru ini Israel telah meningkatkan serangan mereka terhadap terduga target militer Iran di Suriah, menyasar target itu adalah satu perubahan dari kebijakan mereka sebelumnya untuk mengecilkan atau tidak mengomentari aktivitas militernya di negara perang.Dalam kekerasan terakhir, militer Israel mengklaim bertanggung jawab untuk serangkaian serangan udara terhadap target-target Iran di Suriah Senin lalu, mengatakan mereka merespons serangan misil Iran sehari sebelumnya. Serangan Iran diikuti oleh serangan udara Israel yang jarang terjadi di siang hari di dekat Damascus International Airport.Nasrallah mengatakan, Israel gagal memahami bahwa apa yang ia katakan adalah tujuan mereka di Suriah: menundukkan pemerintahan Suriah, memaksa Iran keluar dari Suriah dan mencegah Hizbullah mendapatkan misil presisi. Dia juga mengatakan Netanyahu adalah orang yang “paling dikecewakan” oleh rencana Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari Suriah dan mengutip penarikan itu sebagai “kegagalan” lain.Kemunculan Nasrallah itu diikuti laporan-laporan berita di Sirael dan tempat lainnya bahwa kesehatannya menurun. Ia membantah laporan itu dan menyebutnya sebagai “kebohongan.”“Saya tidak menderita masalah kesehatan apapun,” ujar Nasrallah, yang terlihat santai dan saat itu bergurau dengan pewawancaranya sambil menyisip teh dan air. “Saya aktif beraktivitas, dan berat badan saya juga turun,” ujarnya sambil terkikik.Pemimpin Hizbullah itu secara teratur menyapa para pendukungnya dan muncul di TV membahas masalah-masalah mendesak di area itu dan Libanon. Namun Nasrallah yang berusia 59 tahun, yang telah memimpin kelompoknya melalui berbagai perang melawan Israel selama tiga dasawarsa, sudah tidak muncul di TV sejak bulan November, walaupun meningkatnya kekerasan Israel di Suriah dan perbatasan Libanon.Nasrallah menyebut ketidakmunculannya itu disengaja, mengatakan Hizbullah memutuskan untuk tidak membahas serangn Israel agar mereka tidak mengipasi apa yang mereka sebut sebagai “aksi publisitas” Israel.Pada bulan Desember, militer Israel meluncurkan “Operasi Perisai Utara” (Operation Northern Shield) untuk menditeksi dan menghancurkan apa yang mereka jabarkan sebagai jaringan luas terowongan-terowongan Hizbullah agar para milisi bisa menyusup menyebrangi perbatasan masuk ke Israel, merebut teritori dan melancarkan serangan. Israel menemukan setidaknya enam terowongan, yang mereka katakan adalah investasi strategis Hizbullah untuk perang potensial selanjutnya.Dalam komentar pertamanya tentang operasi terowongan, Nasrallah mengecilkan penemuan itu, mengatakan Hizbullah akan membutuhkan lebih ari beberapa terowongan jika mereka pernah akan memutuskan untuk menyerang Israel.Ia juga mengatakan setidaknya salah satu terowongan itu dibangun satu dasawarsa yang lalu.“Hal ini adalah kegagalan 13 tahun intelijen Israel,” ujar Nasrallah.Keterangan foto utama: Dalam foto tanggal 2 Agustus 2013 ini, pemimpin Hizbullah Sheikh Hassan Nasrallah berbicara dalam suatu reli untuk menandai hari Yerusalem atau hari Al-Quds, di pinggir selatan kota Beirut, Libanon. (Foto: AP/Hussein Malla)
No comments:
Post a Comment