MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Tuesday, December 4, 2018

Warga Tunisia Ramai-ramai Tolak Kedatangan Mohammad bin Salman



Ratusan warga Tunisia berbondong-bondong turun ke jalan-jalan ibukota untuk memprotes kunjungan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman.
Kunjungan itu merupakan perjalanan resmi pertama Mohammed Bin Salman sejak ia dituduh telah membunuh wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul dua bulan lalu.
Berbagai hastag diciptakan di media sosial untuk menggalang dukungan online, misalnya “Bin Salman tidak Disambut”, dan “Tidak untuk pembunuh Khashoggi di Tunis”. Banyak juga netizen yang mengutuk peran Putra Mahkota ini dalam perang Yaman, di tengah berita pekan lalu bahwa sekitar 85.000 balita telah meninggal karena kekurangan gizi selama tiga tahun terakhir, yakni sejak dimulainya intervensi militer di negara tersebut.Protes dalam skala lebih kecil juga digelar di luar teater kota Tunis. Para demonstran melakukan pertunjukan singkat mengejek sang pangeran dan memaksanya bertanggung jawab atas pembunuhan itu, dan melaporkan mutilasi yang terjadi pada Khashoggi.
Dalam unjuk rasa tersebut juga terlihat sebuah spanduk besar yang menggambarkan Pangeran Muhammad bersandar pada gergaji listrik, dihiasi dengan kata-kata: “Tidak untuk menodai Tunisia, tanah revolusi” juga telah digantung di markas besar National Union of Tunisian Journalists di ibukota.Sekretaris Jenderal Serikat Soukaina Abdessamad mengatakan bahwa penerimaan Bin Salman melukai nilai-nilai demokrasi Tunisia.
Kunjungan Pangeran Muhammad, yang merupakan bagian dari tur ke beberapa negara Arab itu akan menandai pertama kalinya seorang anggota keluarga kerajaan Saudi mengunjungi Tunisia dalam tujuh tahun.
Hamma Hammami, juru bicara dari partai oposisi Front Populer, mengkritik kunjungan itu sebagai “provokasi terhadap rakyat Tunisia dan revolusi serta prinsip-prinsipnya”.
“Kami tidak akan menyambut penghancur Yaman dan rakyatnya, orang yang dicurigai berada di balik pembunuhan mengerikan Khashoggi, dan pemimpin normalisasi dengan entitas Zionis dengan mengorbankan rakyat Palestina,” kata Hammami kepada stasiun radio lokal.
Partai Progresif Demokratik juga menolak kunjungan pangeran itu, dengan menyatakan bahwa hal itu bertentangan dengan prinsip kebebasan dan revolusi hak asasi manusia untuk semua.
Juru Bicara Kantor Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, telah menekankan bahwa Tunisia mengutuk pembunuhan Jamal Khashoggi serta menuntut dilakukannya penyelidikan hingga tuntas.

No comments:

Post a Comment