
Pemerintah Israel mengatakan, mereka menemukan terowongan-terowongan yang dibangun oleh milisi Hizbullah untuk menyusup ke Israel. Mereka juga mengatakan, akan menyerang Hizbullah. Untuk itu, mereka memberi peringatan pada Libanon.
Oleh: Felicia Schwartz dan Dov Lieber (Wall Street Journal)
Israel beri peringatan pada Libanon bahwa mereka akan menyerang Hizbullah di teritori Libanon jika milisi itu tidak menghentikan membuat misil panduan-presisi dengan bantuan iran. Hal ini disampaikan oleh pihak berwenang Amerika Serikat dan Israel.
Pihak berwenang Israel khawatir bahwa Iran mensuplai senjata dan bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat misil Hizbullah menjadi munisi panduan-presisi yang bisa menargetkan Israel. Senjata-senjata seperti ini bisa mengikis keuntungan teknologi militer Israel di area tersebut, sekaligus memperumit upaya untuk mempertahankan kota-kota dan perbatasan utara.
Israel meminta pemerintah AS dan Prancis untuk menyampaikan peringatan ini kepada pemerintah Libanon dalam satu bulan terakhir, bahwa mereka akan bertindak untuk menghentikan pembuatan misil di Libanon, menurut pejabat intelijen Israel dan AS.
Sebuah potongan video dibagikan oleh militer Israel pada hari Selasa menunjukkan apa yang oleh angkatan bersenjata katakan sebagai anggota Hizbullah di dalam sebuah terowongan di bawwah perbatasan selatan Libanon dan utara Israel. (Foto: AFP/Getty Images)
Peringatan itu muncul seiring Israel mengatakan mereka telah menemukan terowongan-terowongan yang digali oleh Hizbullah ke dalam Israel dari Libanon.
Serangan terencana terhadap Hizbullah yang berada dalam teritori Libanon bisa menimbulkan perang dengan kelompok milisi itu. Hal ini juga akan secara drastis meningkatkan tekanan diplomatik dan militer di Timur Tengah.
Pihak berwenang Israel mengatakan, mereka dan Hizbullah tidak menginginkan perang, dan Israel, yang telah menyerang Hizbullah di Suriah dalam tahun-tahun belakangan ini, telah mendesak pemerintah Libanon untuk membendung kelompok tersebut.
“Kami duduk di atas barel yang bisa meledak. Ada banyak persenjataan dari kedua sisi,” ujar seorang pejabat militer senior Israel. “Kami tidak memiliki niat atau keinginan untuk terlibat konfrontasi dengan Libanon. Masalah kami adalah Hizbullah.”
Israel memperkirakan Hizbullah memiliki 130.000 pasokan misil, walaupun senjata itu tidak bisa melakukan lebih dari lemparan tinggi, kebanyakan dari misil itu diarahkan ke Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis, Hizbullah memiliki beberapa lusin misil panduan-presisi.
“Israel menghadapi dilema strategis yang sangat penting, seberapa berbahaya proyek presisi Iran dan senjata canggih lain apa yang mereka kirimkan kepada Hizbullah?” ujar Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer Israel yang sekarang berada di Institut Kajian Keamanan Nasional di Tel Aviv University.
Perwakilan pemerintah Libanon mengatakan mereka belum menerima peringatan dari Israel terkait misil Hizbullah. Namun, kementerian luar negeri Libanon mengatakan mereka akan mengajukan komplain kepada Dewan Keamanan PBB “sehubungan apa yang dilakukan Israel terkait kampanye diplomatik dan politis melawan Libanon dalam antisipasi peluncuran serangan terhadap mereka.”
Juru bicara untuk Netanyahu, departemen luar negeri AS dan Hizbullah menolah untuk memberikan komentar. Pihak berwenang Iran dan Prancis tidak merespons permintaan komentar.
Manuver diplomatik ini muncul di tengah upaya untuk mengonfrontasi Iran dan sekutu-sekutunya, seiring fokus Tehran bergeser ke arah Libanon dan Irak mengingat surutnya Perang Suriah.
Minggu ini Israel meluncurkan operasi di dalam perbatasannya sendiri untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang mereka katakan dibangun oleh Hizbullah. Tujuannya, menurut mereka, adalah untuk menginfiltasi Israel dan meluncurkan serangan. Israel telah secara publik menginditifkasi dua. Hizbullah menolak untuk mengomentari terowongan-terowongan tersebut.
“Hizbullah memecah dua senjata utama. Satu, misil, kedua, terowongan,” ujar Netanyahu hari Kamis saat ia mengunjungi lokasi terowongan di utara Israel itu saat militer mulai menghancurkannya.
Hanya ada sedikit hal yang bisa dilakukan pemerintah dan militer Libanon untuk menghentikan Hizbullah.
Kelompok itu adalah salah satu kekuatan politik paling kuat di negara itu dan menarik dukungan yang signifikan dari masyarakat Libanon. Dalam pemilihan baru-baru ini, Hizbullah menarik kekuasaan yang cukup besar dalam parlemen, membuat kelompok itu mengalahkan kebesaran pengaruh politik dan milier. Perdana Menteri Saad Hariri tidak bisa membentuk suatu pemerintahan selama berbulan-bulan.
Sampai baru-baru ini, Israel telah membalas pengaruh Iran dan posisi militer di dekat perbatasannya dengan serangan udara di Suriah, di mana Iran dan proksi-proksinya telah membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad menang. Israel mengatakan mereka telah menyerang setidaknya 200 target Iran di Suriah dalam 18 bulan terakhir. Tujuannya adalah untuk mencegah pengkubuan Iran di negara yang telah hancur karena perang tersebut.
Namun setelah sebuah pesawat Rusia ditembak jatuh oleh pasukan Suriah pada bulan September, Moskow telah memberikan tekanan pada Israel dan Iran untuk mencegah meningkatnya kemungkinan konfrontasi, menurut para pejabat intelijen saat ini dan sebelumnya. Moskow menyalahkan Israel atas jatuhnya pesawat jet tersebut karena saat itu misil Suriah sebenarnya menargetkan jet tempur Israel yang beroperasi di Suriah.
Iran telah memindahkan fokus mereka menjadi mempersenjatai Hizbullah di Libanon dan milisi aliansi Tehran di Irak. Mereka menjauh dari membariskan proksi-proksi milisinya di Suriah untuk suatu posisi strategsi melawan Israel, menurut pejabat intelijen saat ini dan sebelumnya.
Perubahan dinamika ini menciptakan tantangan baru bagi israel. AS menentang serangan Israel di Irak, dan serangan apapun di Libanon akan menciptakan risiko konfrontasi yang dramatis.
Israel dan Hizbullah telah berperang pada tahun 2006, dengan kedua pihak menyatakan kemenangan setelah pertempuran selama 30 hari. Kebanyakan perang ini dilakukan di Libanon, dan menciptakan korban sipil dan militer dalam jumlah besar. Israel tidak berhasil mencapai targetnya untuk melucuti Hizbullah.
Dalam tahun-tahun terakhir, Israel telah memulai pembangunan tembok perbatasan antara israel dan Libanon yang akan mencapai 80 mil pada akhirnya. Mereka juga telah membangun penghalang lain untuk menyurutkan Hizbullah.
Netanyahu setelah secara publik mendesak negara-negara Eropa dan lainnya untuk meningkatkan sanksi terhadap Hizbullah. Ia juga mengatakan telah mendiskusikan upaya itu dalam suatu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo minggu ini.
Nazih Osseiran di Beirut dan Nancy A. Youssef di Washington berkontribusi untuk artikel ini.
Keterangan foto utama: Pemandangan dari suatu desa di selatan Libanon, dimana mesin-mesin Israel beroperasi di balik dinding pembatas pada Selasa. Israel mengatakan mereka telah menditeksi terowongan-terowongan Hizbullah dan telah meluncurkan operasi untuk menghancurkannya. (Foto: Ali Dia/AFP/Getty Images)

No comments:
Post a Comment