
Separatis yang menyerang Konsulat China di Pakistan pada bulan lalu, tewas dalam sebuah aksi bom bunuh diri di Afghanistan pada Selasa (25/12). Tiga pria bersenjata pada bulan lalu menyerang Konsulat di Karachi, Pakistan, yang memicu baku tembak, dan menyebabkan para penyerang, dua petugas polisi, dan dua warga sipil tewas.
Oleh: Abdul Sattar dan Amir Shah (AP)
Seorang pemimpin separatis yang dituduh sebagai dalang serangan pada bulan lalu terhadap Konsulat China di Pakistan, telah tewas dalam pengeboman di Afghanistan, kata para pejabat Pakistan dan kelompok separatis, pada Kamis (27/12).
Aslam Baloch—salah satu pemimpin Tentara Pembebasan Baluch—dan lima rekannya, “mati syahid” dalam sebuah ledakan, menurut Jeeyand Baloch, juru bicara kelompok itu. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Para pejabat keamanan Pakistan, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan bahwa Baloch terbunuh pada Selasa (25/12) di kota Kandahar, Afghanistan selatan.
Mohammad Yousof Younosi, seorang anggota dewan provinsi dari Kandahar, mengatakan bahwa enam orang tewas ketika seorang pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah rumah pada Selasa (25/12) di sebuah sub-divisi kota yang kaya. Dia mengatakan bahwa ledakan itu—yang berjarak satu blok—meledakkan jendela-jendela rumahnya dan beberapa lainnya di lingkungan itu.
Dia mengatakan bahwa dia mengenal salah satu orang yang terbunuh—yang berasal dari provinsi Baluchistan, Pakistan—dan telah memberi tahu pihak berwenang tentang kehadiran mereka beberapa minggu lalu.
“Bahasa dan pakaian mereka berbeda dari kami. Saya tahu mereka bukan dari Afghanistan, dan saya khawatir tentang siapa mereka,” kata Younosi. Polisi mengatur agar mereka pindah, tetapi Younosi mengatakan bahwa mereka hanya berjarak satu blok.
Tidak ada yang langsung mengklaim serangan itu. Beberapa kelompok militan dan separatis beroperasi di Baluchistan.
Pakistan menuduh Afghanistan melindungi separatis Baluch, termasuk mereka yang berada di balik serangan mematikan terhadap Konsulat China di Karachi bulan lalu. Afghanistan pada gilirannya menuduh Pakistan melindungi Taliban dan ekstremis Islam lainnya.
Tiga pria bersenjata menyerang Konsulat di Karachi yang memicu baku tembak, dan menyebabkan para penyerang, dua petugas polisi, dan dua warga sipil tewas.
Shah melaporkan dari Kabul, Afghanistan.
Keterangan foto utama: Dalam foto tanggal 23 November 2018 ini, personel keamanan Pakistan bergerak di kompleks Konsulat China setelah serangan mematikan di Karachi, Pakistan. Aslam Baloch, salah satu pemimpin Tentara Pembebasan Baluch, yang disalahkan karena mendalangi serangan terhadap konsulat itu, telah tewas dalam pengeboman di Afghanistan, menurut para pejabat Pakistan dan kelompok separatis pada Kamis, 27 Desember 2018. (Foto: Associated Press/Shakil Adil)
No comments:
Post a Comment