Osamah Hamdan, Penanggung jawab urusan inernasional di Hamas menjelaskan pendapatnya mengenai kesepakatan abad dan peran Amerika Serikat beserta bererapa sekutu arabnya serta efeknya bagi umat Islam secara global. Hal itu ia sampaikan kepada situs berita Islamic Radio & Television Union pada senin, 26/11/18.
“Tak diragukan lagi bahwa Amerika Serikat berusaha untuk mengakhiri topik Palestina dari kawasan Timur Tengah untuk mencapai tujuan itu mereka berupaya membuat sebuah koalisi palsu yang beranggotakan Israel dan sejumlah negara Arab sebagai langkah awal untuk menjalankan kesepakatan abad.”
Ia menyebut kesepakatan abad yang berusaha disukseskan oleh Amerika Serikat dan sekutunya telah gagal. “Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam mengakui Baitul Maqdis sebagai ibukota rezim Zionis tak mengendurkan semangat resistensi dan bahkan membuat kompromi di kawasan sepenuhnya gagal total.”
Penanggung jawab masalah internasional di organisasi Hamas sembari menyinggung negara-negara arab yang sedang menjalankan program normalisasi hubungan dengan Israel mengatakan, “Harus kita katakan kepada (sejumlah) rezim-rezim kolot Arab bahwa mereka telah melakukan dua kesalahan strategis dalam kaitannya dengan hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel. Kesalahan pertama adalah kalian mempercayai pemerintah Amerika Serikat dan mengaggapnya sebagai pemerintah yang jujur dan kedua kalian mengira bahwa rezim Israel memiliki jalan politik yang sejalan dengan kepentingan bangsa Arab.
Hamdan menganggap bahwa upaya normalisasi hubungan dengan Israel oleh negara-negara Arab efeknya sangat jelas dirasakan pada saat ini.
“Pastinya masyarakat di negara-negara Arab tak menerima normalisasi hubungan antara negara mereka dengan Israel dan saya berharap rezim-rezim tersebut dapat mengikuti rakyat mereka dan meninggalkan tindakan pengkhianatan tersebut dan segera menghentikan rencana normalisasi hubungan dengan rezim ilegal tersebut.”
No comments:
Post a Comment