MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, October 18, 2018

Taliban Bunuh Kandidat Pemilu Afghanistan dengan Bom di Bawah Kursi

pemilu afghanistan

Taliban terus menggencarkan upaya mereka untuk mengacaukan proses demokrasi di Afghanistan. Upaya terbaru adalah dengan membunuh para kandidat yang akan maju pemilu. Kandidat terakhir yang mereka bunuh adalah Abdul Jabar Qahraman, dengan meletakkan sebuah bom di bawah kursinya.
Seorang anggota parlemen Afghanistan yang akan maju pemilu minggu ini, adalah salah satu dari empat orang yang terbunuh pada hari Rabu (17/10), oleh bom yang diletakkan di bawah kursi kantornya, ujar seorang pejabat, dalam serangan yang diklaim oleh militan Taliban.
Abdul Jabar Qahraman dibunuh saat ia mempersiapkan untuk pemilihan di hari Sabtu, ujar seorang pejabat senior pemerintah. Ia menjadi kandidat ke-10 yang dibunuh dalam dua bulan terakhir, dengan dua orang lainnya diculik dan empat orang terluka oleh militan Islamist garis keras.
“Tindakan brutal oleh teroris dan pendukung mereka tidak bisa melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap proses yang damai dan demokratis,” ujar Presiden Ashraf Ghani dalam sebuah pernyataan yang mengutuk serangan itu.
Taliban Afghanistan mengklaim tanggung jawab atas ledakan di sebelah selatan provinsi Helmand, mengatakan dalam pernyataan: “Kami telah membunuh Qahraman, seorang komunis terkenal.”

Qahraman telah mengepalai pembentukan Sangorian, suatu milisi rahasia yang dilatih oleh intelijen Afghanistan untuk menyusupi Taliban. Milisi ini telah menjadi sasaran utama Taliban dalam beberapa tahun terakhir.
Taliban, yang berkuasa dari tahun 1996 sampai 2001, telah memerintahkan warga Afghanistan untuk memboikot pemilihan yang telah banyak tertunda dalam perjuangan mereka untuk menjatuhkan pemerintah yang didukung oleh Barat, dan mengembalikan rezim Islamist mereka.
Tiga orang yang duduk di kantor Qahraman juga terbunuh, ujar juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi, menambahkan bahwa polisi telah menangkap tiga tersangka di ibu kota provinsi Lashkar Gah.
Ledakan itu melukai tujuh orang, ujar Omar Zwak, juru bicara untuk kantor gubernur provinsi tersebut.
“Sebuah bom diletakkan di bawah kursi Qahraman di kantor kampanyenya,” tambahnya. “Kami sedang menyelidiki.”
Ledakan hari Rabu itu mengikuti tewasnya 22 orang minggu lalu, dalam ledakan di sebuah reli pemilu untuk seorang kandidat wanita di provinsi Takhar.
Rabu lalu, Taliban juga memerintahkan guru-guru agar tidak menjadikan sekolah mereka sebagai tempat pemungutan suara.
Ribuan guru di seluruh penjuru negeri telah dilatih untuk bekerja sebagai petugas pemungutan suara, dan lebih dari 5.000 tempat pemungutan suara didirikan di sekolah, masjid-masjid dan pusat kesehatan.
“Guru-guru dan murid-murid dari institusi pendidikan harus menjauh dari proses politik musuh dan harus melarang penyusup dan antek-antek mereka untuk menggunakan sekolah dalam pengimplementasian proses jahanam ini,” ujar Taliban dalam sebuah pernyataan.
Dilaporkan oleh Mohammad Stanekzai dan Hamid Shalizi, Abdul Qadir Sediqi; Disunting oleh Clarence Fernandez dan Nick Macfie.
Keterangan foto utama: Militan Taliban berpose bersama seorang prajurit Tentara Afghanistan selama gencatan senjata tiga hari pada bulan Juni. (Foto: EPA)

No comments:

Post a Comment