MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Sunday, October 14, 2018

Liberman: Tak Akan Ada Pasokan Gas Ke Gaza Selama Kekerasan Hamas Belum Berhenti

“Israel tidak akan mentolerir situasi di mana tanker bahan bakar diizinkan memasuki Gaza di saat terorisme dan kekerasan masih digunakan untuk menyerang tentara IDF dan warga Israel,” ujar Menteri Pertahanan Avigdor Liberman. Menurut IDF, sekitar 20.000 warga Palestina ikut serta dalam kerusuhan di sepanjang pagar perbatasan pada hari Jumat (12/10), melemparkan batu, granat, bom Molotov dan alat peledak di pasukan, serta membakar ban dan meluncurkan perangkat udara pembakar ke Israel selatan.
Oleh: Anna Ahronheim (The Jerusalem Post)
Tidak ada solar atau gas yang akan masuk ke Jalur Gaza selama kekerasan di wilayah yang dikuasai Hamas itu masih terus berlangsung, kata Menteri Pertahanan Avigdor Liberman, Sabtu (13/10).
“Selama kekerasan di Jalur Gaza belum berhenti sepenuhnya, termasuk peluncuran perangkat pembakar dan pembakaran ban di dekat komunitas Israel, pasokan bahan bakar dan gas ke Jalur Gaza tidak akan dilanjutkan,” katanya Sabtu (13/10).
Liberman memerintahkan penghentian transfer semua bahan bakar dan gas—termasuk yang dibeli oleh Qatar—ke Jalur Gaza setelah kerusuhan besar di sepanjang pagar keamanan pada hari Jumat (12/10). Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, empat tanker diesel Israel telah memasuki Jalur Gaza sesaat sebelum kerusuhan hebat dimulai di sepanjang pagar perbatasan.
“Israel tidak akan mentolerir situasi di mana tanker bahan bakar diizinkan memasuki Gaza di saat terorisme dan kekerasan masih digunakan untuk menyerang tentara IDF dan warga Israel,” kata pernyataan itu.
“Selain itu, Hamas terus melakukan serangan teroris dan mendorong warga Palestina, penduduk Tepi Barat, untuk melakukan serangan terhadap warga Israel. Mengingat semua ini, Menteri Pertahanan Liberman memutuskan untuk menghentikan aliran bahan bakar ke Gaza segera.”
Bahan bakar yang dibeli oleh Qatar telah memasuki Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir dalam upaya untuk meringankan kondisi di daerah kantong pantai yang diblokir dan hanya memiliki satu pembangkit listrik tersebut. Israel telah memfasilitasi pengiriman ribuan liter bahan bakar, berharap hal itu akan membendung bentrokan mingguan di perbatasan.
Pada hari Sabtu (13/10), sejumlah infiltrasi oleh warga Gaza ke Israel selatan diidentifikasi oleh pasukan IDF. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh militer mengatakan bahwa “semua orang yang mencurigakan dimonitor sejak saat mereka menyeberang,” dan bahwa semua telah segera kembali ke Jalur Gaza. Seorang pria Palestina yang tidak bersenjata yang melintasi pagar pembatas dari bagian utara daerah kantung ditangkap beberapa saat kemudian oleh pasukan keamanan untuk diinterogasi.
Menurut IDF, sekitar 20.000 warga Palestina ikut serta dalam kerusuhan di sepanjang pagar perbatasan pada hari Jumat (12/10), melemparkan batu, granat, bom Molotov dan alat peledak di pasukan, serta membakar ban dan meluncurkan perangkat udara pembakar ke Israel selatan.
IDF menanggapi kekerasan dan percobaan sabotase pagar itu dengan teknik penyebaran kerumunan sesuai dengan peraturan tembakan terbuka.
Tiga orang Palestina tewas dalam salah satu insiden setelah beberapa warga Gaza melewati pagar keamanan di Jalur selatan, dan meledakkan bom dari pagar yang terbakar. Segera setelah itu, sekelompok 20 orang Palestina terlihat menyeberangi pagar dan mendekati posisi penembak jitu IDF, menyebabkan pasukan IDF melepaskan tembakan dan membunuh tiga orang. Yang lain kembali ke Jalur Gaza.
Tentara yang mengidentifikasi insiden itu, Sersan Omer Kaplan dari Korps Tempur dan Marinir Nesher, mengatakan bahwa dia melihat kelompok pertama melewati pagar dan menempatkan sebuah bom, dan ketika bom meledak, asap menutupi daerah itu dan memungkinkan puluhan orang menyeberang pagar.
“Di bawah perlindungan asap dan kerusuhan, sejumlah tersangka berusaha mendekati posisi pasukan kami, tetapi saya menyadari itu dan mengatakan kepada pasukan untuk melepaskan tembakan peringatan pada mereka. Sementara sebagian besar dari mereka berbalik ke Jalur Gaza, saya melihat bahwa salah satu dari mereka masih tinggal, tetapi kemudian dia tak terlihat lagi,” katanya sambil menambahkan bahwa ketika dia memberi tahu pasukan bahwa pasti ada teroris lain, salah seorang tentara mengidentifikasi orang itu dan menetralkannya.”
“Ini upaya teroris yang digagalkan oleh pasukan IDF secara profesional dan cepat untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan pasukan keamanan,” menurut pernyataan yang dirilis oleh Unit Juru Bicara IDF.
“Organisasi teroris Hamas terus melakukan gangguan kekerasan dalam upaya untuk melakukan serangan teror terhadap Israel. IDF tidak akan membiarkan pagar perbatasan berubah menjadi zona kekerasan dan peperangan bawah tanah, dan akan terus bertindak untuk menjamin keamanan penduduk Negara Israel,” tambahnya.
Pada hari Kamis (11/10), militer mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan terowongan teror lintas-batas Hamas. Terowongan itu, yang membentang dari Khan Yunis hingga 200 meter ke dalam Israel, adalah terowongan kelima belas yang hancur dalam satu tahun terakhir.
Kantor Berita Palestina Maan melaporkan bahwa tujuh warga Gaza tewas pada hari Jumat (12/10) dan 112 lainnya terluka oleh peluru tajam atau gas air mata. Korban jiwa diidentifikasi sebagai Ahmad Ibrahim al-Tawil (27 tahun), Ahmad Abu Naim (17 tahun), Muhammad Ismail (29 tahun), Afifi Mahmoud Afifi (18 tahun), Muhammad Abbas (21 tahun), Tamer Abu Armaneh (22 tahun) dan Abdullah al-Tawil. Dughmeh (25 tahun), yang dua saudara laki-lakinya juga terbunuh oleh tembakan Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza telah melaporkan bahwa lebih dari 200 orang Palestina telah tewas dan ribuan orang terluka sejak pecahnya protes perbatasan Gaza dimulai pada 30 Maret. Protes itu menuntut penghentian blokade Israel atas Jalur Gaza.
Palestina juga telah meluncurkan perangkat udara pembakar ke Israel selatan dari daerah kantong pantai, membakar lebih dari 2.800 hektar ladang pertanian, hutan dan cagar alam.
Pada Jumat (12/10), kebakaran besar dari ban-ban yang terbakar di Jalur Gaza selatan dekat persimpangan Kerem Shalom membuat pihak berwenang harus mengerahkan kipas besar untuk membersihkan asap dari udara. Sepuluh kebakaran lain yang disebabkan oleh perangkat udara pembakar Hamas telah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Pada hari Sabtu (13/10), video yang memperlihatkan anggota kelompok “Anak-anak Zouari” beredar di media sosial yang menunjukkan beberapa pria meluncurkan balon udara besar pembakar ke Israel dari kamp pengungsi al-Bureij. Sebuah pesan yang ditulis dalam bahasa Arab bertuliskan “Kembalinya Zeppelin” dan “jika nasib kita ditakdirkan untuk menderita, maka kita tidak akan menderita sendirian” dalam bahasa Ibrani.
Tidak jelas apakah balon udara itu mendarat telah di Israel.
Keterangan foto utama: Para demonstran Palestina bersiap untuk membakar layang-layang untuk dilemparkan ke sisi Israel selama protes penuntutan hak untuk kembali ke tanah air mereka, di perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan, 11 Mei 2018.

No comments:

Post a Comment