MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, October 20, 2018

Ancaman Perang Dunia 3: Senjata Hipersonik Rusia Ungguli Amerika

Perang Dunia 3

Peringatan mengerikan (Presiden Rusia Vladimir) Putin disampaikan di tengah rencana untuk mengembangkan program senjata hipersonik Rusia dan memperkuat kemampuan militer negara itu.
Berbicara di sebuah forum di resor Laut Hitam Sochi pada Kamis (18/10), Presiden Rusia tersebut mengumumkan bahwa senjata hipersonik akan dikerahkan dalam “bulan-bulan mendatang,” dan memuji Moskow karena menerapkan supremasi militer di antara negara-negara pesaing.
Komentar Putin tersebut menggemakan pidato kenegaraannya pada bulan Maret, setelah ia menyatakan bahwa program hipersonik Rusia “tak terkalahkan.”
Dia mengatakan pada bulan Maret: “Saya ingin mengatakan kepada semua orang yang telah memicu persaingan senjata selama 15 tahun terakhir, berusaha untuk memenangkan keuntungan sepihak atas Rusia, memperkenalkan sanksi yang melanggar hukum yang bertujuan untuk menahan pembangunan negara kami: Anda telah gagal menahan Rusia.”Gudang senjata hipersonik Rusia memiliki rudal jelajah bertenaga nuklir, pesawat tanpa awak bertenaga nuklir, dan rudal hipersonik baru—dua di antaranya akan siap tempur pada tahun 2020.
Senjata hipersonik bergerak dalam kecepatan 5 Mach atau lebih cepat lagi—lima kali lebih cepat daripada kecepatan suara.
Jet militer tradisional dan pesawat tempur—yang terbang di kecepatan 2 Mach atau 3 Mach—tidak mampu menyaingi kecepatan tinggi dan kemampuan siluman dari rudal hipersonik tersebut.
Namun, Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mempertahankan diri dari serangan rudal hipersonik.
Jenderal Angkatan Udara John Hyten, Komandan Komando Strategis AS, mengatakan pada bulan Maret: “Kami tidak memiliki pertahanan yang dapat menahan serangan senjata seperti itu terhadap kami.“Baik Rusia maupun China secara agresif mengejar kemampuan hipersonik. Kami telah menyaksikan mereka menguji kemampuan itu.”
Pesawat militer tradisional dan jet tidak mampu bertahan melawan senjata hipersonik, dan AS perlu mengembangkan senjata perang lebih cepat dan superior, atau menghadapi ancaman yang mendekat.
Insinyur senior Rand George Nacouzi, mengatakan kepada CNBC: “Kami saat ini tidak memiliki pertahanan yang efektif terhadap senjata hipersonik, mengingat cara mereka meluncur.”
“Mereka bermanuver dan terbang di ketinggian di mana sistem pertahanan kami saat ini tidak dirancang untuk beroperasi di sana.”“Seluruh sistem pertahanan kami didasarkan pada asumsi bahwa Anda akan mencegat sebuah objek balistik.”
Namun, Nacouzi memperingatkan bahwa sistem baru untuk memerangi rudal hipersonik akan sangat mahal dan sulit dioperasikan.
Dia menambahkan: “Sebagai contoh, Badan Pertahanan Rudal mengusulkan untuk mengembangkan sistem sensor berbasis ruang angkasa yang akan dapat melacak Hypersonic Glide Vehicle secara global, ini akan menjadi salah satu langkah pertama dalam melawan rudal-rudal baru ini.”
“Selanjutnya, Departemen Pertahanan akan membutuhkan sistem tambahan untuk mengalahkan rudal tersebut.”
AS dan Rusia memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, dengan total gabungan hampir 14.000 senjata nuklir.
Keterangan foto utama: Vladimir Putin mengumumkan rencana untuk mengerahkan senjata hipersonik, yang tidak dapat dilawan oleh Amerika.


No comments:

Post a Comment