Dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Barat diduga disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan Malaysia.
Kedua warga Sulbar tersebut bekerja di sebuah kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Kapa Dwi Jaya milik perusahaan makanan laut.Kedua WNI itu yakni Kapten Kapal Dwi Jaya Sakti bernama Samsul (38) warga Dusun Naukkalukku Desa Lalattedzong Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
Dan Teknisi Mesin Kapal Dwi Jaya Sakti, Hamdan alias Usman (38) warga Dusun Cambacamba, Desa Tallubanua, Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Sulbar
Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura mengatakan, informasi itu memang benar. Istri korban diberitahu oleh rekan kerja suaminya yang lolos dari penculikan itu.
“Informasi itu didapat dari istri korban bahwa suaminya telah disandera oleh kelompok bersenjata di perairan Malaysia,” kata Mashura saat dihubungi.
Berdasarkan informasi stasiun TV Malaysia juga, istri Samsul, Fitriani (29) kemudian dihubungi oleh rekan kerja suaminya yang selamat dari kelompok bersenjata tersebut.
“Setelah teman korban menonton berita di siaran TV Channel Malaysia. Kemudian memberitahukan ke Istri korban bahwa suaminya disandera oleh kelompok bersenjata,” lanjut Mashura.
Kemudian informasi tersebut ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Sendana, dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan di rumah Syamsul yang menjadi korban penculikaan dan sandera.
Korban dilaporkan disandara sekitar pukul 14.30 Wita kemarin Selasa (11/92018).
“Selanjutnya anggota yang menerima informasi mendatangi rumah korban untuk mencari tau informasi itu,” terang Mashura.
Mashura menjelaskan bahwa korban Samsul bersama 14 orang anak buah kapal (ABK) sedang melakukan aktivitas menangkap ikan menggunakan kapal Dwi Jaya Sakti.
“Mereka mencari ikan di wilayah perairan Pulau Gaya Samporna Sabah Malaysia,” katanya
Setelah itu, lanjut Mashura bahwa 11 orang ABK menuju ke daratan menggunakan perahu kecil untuk menjual hasil tangkapan ikannya.
Sedangkan 4 orang tinggal di atas kapal.
“Kemudian tiba-tiba kapalnya dikepung oleh tiga unit Speadbot tak dikenal menggunakan senjata Api Laras panjang,” ungkapnya.
Kelompok itu lalu naik ke kapal dan langsung membawa Samsul dan tekhnisi mesin Hamdan. Dimana kedua korban bekerja di perusahaan makanan laut yang memiliki kapal.
“Sampai saat ini personel sudah mendatangi rumah keluarga dan melakukan pengumpulan data,” kata Mashura.

No comments:
Post a Comment