MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, May 12, 2018

Perempuan dari berbagai negara, juga Indonesia, ungkap pelecehan seksual ketika berhaji

Seorang perempuan Indonesia termasuk yang mengaku menderita pelecehan seksual ketika menunaikan ibadah haji di Mekah, dan perempuan Muslim di berbagai negara menggunakan tagar #MosqueMeToo untuk berbagi pengalaman sejenis.
Feminis Amerika-Mesir dan juga wartawan Mona Eltahawy pertama kali menggunakan tagar tersebut untuk mendukung seorang perempuan Pakistan yang menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.
Melalui akun Facebooknya Sabica Khan dari Pakistan mengatakan mengalami pelecehan seksual ketika melakukan tawaf, salah satu rukun haji atau umrah dengan mengelilingi Kabah selama tujuh kali.
"Ketika melakukan tawaf keliling kabah setelah salat isya, sesuatu yang aneh terjadi," tulis Sabica, "Saya merasakan sebuah tangan di pinggang saya. Saya pikir itu tak disengaja. Saya benar-benar mengabaikannya".
Berpikir bahwa itu tindakan yang tidak disengaja Sabica terus melangkah untuk menyelesaikan tawafnya. Namun ketika mencapai putaran keenam, dia merasakannya lagi.
Namun ketika sampai di rukun Yamani (salah satu sudut Kabah) seseorang berupaya merabanya.
"Saya memutuskan untuk berhenti di sana. Meraih tangannnya dan menghempaskannya, saya tak dapat berbalik, saya benar-benar ketakutan," tulisnya.Saat itu masjid dipenuhi oleh para jemaah yang melakukan tawaf, sehingga Sabica tidak dapat melihat siapa orang yang melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
"Sangat menyedihkan, ketika Anda tidak merasa aman bahkan ketika berada di tempat suci. Saya telah dilecehkan. Tidak satu kali, bukan dua kali, tapi tiga kali. Seluruh pengalaman saya selama berada di tempat suci dibayangi dengan kejadian yang mengerikan."
Sabica pun merasa marah dan menganggap penting untuk mengungkapkan pelecehan tersebut, dan mengajak orang lain untuk berbagi pengalaman mereka.Unggahan Sabica tersebut disambut oleh Mona Eltahawy dengan membuat tagar #MosqueMeToo.
Dalam wawancara dengan BBC dalam program Impact, Mona Eltahawy mengatakan penggunaan tagar #MosqueMeToo dimaksudkan agar masalah pelecehan di tempat suci itu menjadi 'percakapan global' dan merupakan dukungan agar perempuan dapat menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya ketika menjalankan beribadah.
"Anda mungkin mendengar tagar #MeToo, tapi saya ingin ini tak hanya sekedar tentang apa yang dilakukan oleh produser yang memiliki kekuasaan besar di Hollywood kepada aktris terkenal berkulit putih," jelas Mona, "Saya ingin ini menjadi milik semua perempuan bukan sekedar milik perempuan di Hollywood dan orang-orang yang terkenal saja."Mona yang sudah menjalankan ibadah haji selama empat kali dan beberapa kali mengunjungi tempat suci tersebut, menceritakan ia sendiri mengalami pelecehan pertama kali ketika pergi haji dengan keluarganya pada usia 15 tahun.
Tagar #MosqueMeToo mulai digunakan oleh perempuan dan laki-laki Muslim sejak awal Februari lalu dan selama 24 jam pertama telah dicuit selama 2.000 kali.

No comments:

Post a Comment