Menurut polisi, setidaknya dua orang tewas, termasuk pelaku, dan belasan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan bom bunuh diri yang dilaporkan terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.
Bom pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, dan selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, serta tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.
"Yang meninggal dunia, sejauh ini, satu orang pelaku diduga bom bunuh diri, dan seorang jemaat," kata Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung, kepada wartawan, Minggu (13/05)."Yang terluka, tiga orang polisi dan 11 warga sipil. Peristiwanya di sekitar pukul 07.30 pagi, yang pertama di Gereja Katolik Santa Maria," tambahnya.
Frans Barung mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu ke waktu setiap jam.Seorang saksi mata di Gereja Katolik Santa Maria, Lia, mengatakan dirinya hendak menuju gereja Santa Maria saat bom meledak.
"Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan "Pulang! Pulang!" Saya sempat lihat prutulan (potongan) daging di sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah," ungkapnya.

No comments:
Post a Comment