MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, December 9, 2017

Alasan mengapa Uztad Abdul Somad ditolak massa ormas dan Muslim NU di Bali


Sedianya, Ustad Abdul Somad akan melakoni sejumlah safari dakwah di Pulau Dewata, berkaitan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Salah satunya adalah di Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro, Denpasar.

Namun, sejak berhembus kabar Ustaz Abdul Somad akan mengisi ceramah, sejumlah ormas melakukan penolakan terhadap kedatangannya.

Pantauan di lokasi, sejumlah massa nampak berkerumun di depan Hotel Aston Denpasar. Mereka berorasi menolak kehadiran Ustaz Abdul Somad. Mereka juga mengkritik gaya ceramah Ustaz Abdul Somad yang dianggap cenderung mengkafir-kafirkan agama lain.

Selain itu, mereka juga menuding Ustaz Abdul Somad adalah dedengkot penyebar ajaran khilafah yang juga terlibat aktif dalam sejumlah gerakan umat Islam seperti Aksi 212 dan lainnya.

"Kalian tidak bisa menghancurkan Bhineka Tunggal Ika di Bali. Jangan sampai kita semua kecolongan. Jangan mengkafir-kafirkan. Orang macam apa kalian itu," kata orator.

Sementara itu, di dalam hotel tengah terjadi perundingan antara perwakilan demonstran dan panitia pelaksana safari dakwah Ustaz Abdul Somad. "Sebentar ya mas, kita pertemuan dulu, nanti disampaikan hasilnya," kata Ustaz Nadlah yang juga tokoh masyarakat Kampung Jawa Denpasar.




Ustaz Abdul Somad ditolak kehadirannya di Bali oleh sekitar seratus orang dari Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Dikutip dari kbr.id, salah satu yang menolak kehadiran Ustaz Somad adalah Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali.
Ia menyebutkan alasan Ustad Somad ditolak masuk Bali karena penceramah kondang itu selalu menyebut kafir kepada yang tidak seiman.

Selain itu, kata Gus Yadi, Ustaz Somad juga terus-menerus bicara soal khilafah dan mengomentari simbol-simbol agama lain.

Gus Yadi mengatakan sebelumnya, perwakilan ormas Bali sudah meminta agar Ustaz Somad disumpah di bawah Alquran untuk setia pada Pancasila, NKRI, mencium bendera Merah Putih dan tidak menyebut kata-kata kafir dalam ceramahnya.
Namun, kata Gus Yadi, permintaan itu ditolak Ustad Somad.


"Kami dapat informasi dari panitia ternyata dia tidak mau mencium bendera Merah Putih karena dinilai haram. Itu kan statemen khilafah, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam.
"Nabi Muhammad tidak ingin negara Islam. Para ulama sudah mendirikan Republik ini, tidak ingin negara Islam. Ini Republik Indonesia."

"Jadi kita minta Somad dipulangkan hari ini juga. Itu konsekwensi mereka ingkar janji," kata Gus Yadi di Denpasar, Bali, Jumat (8/12/2017).Aksi berlangsung di depan Hotel Aston Denpasar. Para anggota ormas itu menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, sementara di dalam hotel, perwakilan massa bernegosiasi dengan Ustaz Somad.
Hingga pukul 17.00 WITA. Informasi yang diperoleh KBR di lapangan menyebutkan, menurut rencana Ustad Abdul Somad akan ceramah di beberapa tempat seperti Masjid Sudirman dan Masjid An-Nur di Bali.

Dari hasil pertemuan terakhir, Ustaz Somad menolak mencium bendera Merah Putih dan memilih untuk meninggalkan Bali. Hingga saat ini rombongan Ustaz Somad dikabarkan masih berada di Hotel Aston Denpasar.



No comments:

Post a Comment