Sukacita besar dirasakan oleh umat Kristen Palestina saat mereka semua berkumpul bersama di halaman Gereja Nativity Betlehem pada hari Sabtu (3/12) kemarin untuk memeriahkan acara tradisional tahunan penyalaan pohon Natal raksasa. Mereka bertepuk tangan dan bersorak saat pohon Natal itu menyala diterangi lampu warna-warni.
Ditempat itulah, mereka menunggu kedatangan Penjaga Tanah Suci di Betlehem untuk penyalaan pohon natal yang menandai menandai dimulainya masa Advent, dimana jutaan orang Kristen di seluruh dunia tengah mempersiapkan hari Natal. Ratusan orang terus memenuhi Manger Square di luar Gereja Nativity yang dipercaya sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, sementara marching band, dimainkan selama perayaan.
Umat Kristen Palestina berasal dari berbagai denominasi dan aliran, baik itu dari Ortodoks Oriental, Ortodoks Timur, Katolik (Timur dan Barat), Protestan, Anglikan, dan lainnya. Disana, umat Kristen dipanggil Nasrani (turunan dari kata Arab untuk Nazareth, Al-Nasira) atau Masihi (turunan dari kata Arab Masih, yang berarti "Mesias"). Dalam bahasa Ibrani, mereka disebut Notzri (juga dieja Notsri), yang berarti "Nazaret".
Sejak tahun 1967 , penduduk Kristen Palestina telah meningkat meskipun terus beremigrasi. Pada tahun 2013, Kristen Palestina berjumlah kurang dari 4% seluruh orang-orang Arab yang hidup dalam batas-batas Mandat Lama Palestina. Kristen Palestina di Tepi Barat sekitar 2% dari total populasi penduduk dan kurang dari 1% di wilayah Jalur Gaza. Hingga saat ini, menurut CIA World Factbook yang dirilis wikipedia, pada tahun 2013, terdapat 378.000 ribu orang Kristen Palestina disana. Ditengah sengketa Israel – Palestina, dan gesekan perbedaan keyakinan, kehidupan mereka tetap berlangsung damai dengan penduduk berkeyakinan lain.
Sebelumnya di halaman Gereja Al-Mahdi Betlehem tampak kerumunan ribuan orang yang hadir dalam acara penyalaanlampu pohon Natal pada Sabtu, 2 Desember 2017 lalu. Diantara lautan manusia ituhadir pula Perdana Menteri Palestina Rami al-Hamdallah serta Walikota Betlehem Antoine Salman, menteri, tokoh politik, agama dan duta besar negara-negara sahabat.Acara penyalaanlampu pohon Natal itu menandai dimulainya perayaan Natal tahun ini di Betlehem. Perdana Menteri Hamdallah pun diberikan kesempatan untuk menyampaikansambutannya. Di sana dia mengingatkan bahwa keamanan Yerusalem menentukan perdamaian dunia.
“Bangsa-bangsadan negara-negara di dunia harus menyadari konsekuensi mengerikan yang akan terjadisjika Yerusalem terancam. Hak Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, denganYerusalem sebagai ibu kota negara dan didasarkan oleh realisasi hak-hak atas keadilan, yang terpenting adalah hak untuk menentukan nasib kita sendiri,” ucapnya.
Dia menambahkanbahwa dengan kebersamaan yang digelar di malam penyalaan lilin ini, diaberharap negara-negara lain menyadari bahwa Palestina juga masih menjunjung tinggirasa persaudaraan dan perdamaian sebagaimana sudah dilakukan Yesus. Dia punmeminta supaya dunia bersatu untuk mewujudkan persatuan dan mengakhiri ketidakadilan.
“Setiap tahun, kita berkumpul bersama dalam sukacita dan kebahagiaan untuk menyalakan PohonNatal di Betlehem, menandai dimulainya persiapan perayaan besar di Ramallah, Nazaret,Gaza dan Nablus dan di setiap tempat yang dipenuhi semangat kelahiran. Sungguhsuatu kehormatan besar bisa bersama-sama dengan kalian. Dalam acara yang diberkatiini, dan untuk menyampaikan kepada kalian semua salam dari Presiden Mahmoud Abbasyang terhormat dan harapannya bagi semua orang Kristen dan Muslim, untuk tahun batu yang penuh perdamaian, harmoni dan kesatuan,” jelasnya.Wali Kota BetlehemAnton Salman mengatakan bahwa Natal di kota itu memang masih dikepung dengan pemukimandi segala penjuru. Karena itulah perdamaian pasti masih tetap belum bisa terwujud di tanah suci itu.
“Selama Betlehemtetap berada di bawah pendudukan Israel dan dikepung oleh tembok, permukiman danpengamanan ketat, perdamaian tidak akan pernah terjadi di tanah suci,” ucap Salman.
Untuk diketahui,Betlehem adalah kota kelahiran Yesus yang saat ini menjadi tempat tujuan ziarahorang-orang Kristen di seluruh dunia. Tempat kelahiran Yesus bahkan dibangunmenjadi sebuah gereja yang dinamakan Gereja Kelahiran Yesus (Church of Nativity).Di gereja ini pula orang Kristen kerap merayakan Natal setiap tahunnya. Kota initerletak sekitar 10 kilometer dari Yerusalem. Dalam sejarahnya, Betlehem pernahdijajah oleh Inggris, lalu dianeksasi oleh negaar Yordania dan diduduki oleh Israeldan sekarang dikuasai di bawah otoritas Palestina.



No comments:
Post a Comment