MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Monday, December 24, 2018

Parlemen Palestina Resmi Bubar



Dilansir dari Al-Mayadeen, Mahmoud Abbas, ketua Otoritas Palestina secara resmi membubarkan badan legislatif (Parlemen) Palestina. Menurutnya pemilu legislatif Palestina akan dilakukan dalam 6 bulan kedepan.
Mosheer Al-Mesri, salah satu anggota senior Hamas dalam tanggapannya terhadap pembubaran ini mengatakan: “Kami anggap (pembubaran) itu layaknya isapan jempol belaka. Masa kepemimpinan Mahmoud Abbas telah habis dan ia tidak memiliki koneksi apapun.”

Sumber Finansial Taliban



Amerika Serikat kirim militernya ke Afganistan untuk membantu pemerintah memberantas teroris Taliban. Hingga saat ini, Taliban terus berdiri dan dengan kekuatan penuh menjaga eksistensinya dihadapan militer asing. Untuk bertahan dan perang, dari mana sumber finansial Taliban?
Kelompok teroris Taliban adalah sebuah kelompok spesial. Taliban tidak pernah menguak sistem keuangannya. Dalam wawancara beberapa pihak dengan BBC, baik di dalam maupun di luar Afganistan, sedikit ada bukti bahwa mereka memiliki sistem keuangan yang lumayan komplit.
Diperkirakan pendapatan Taliban sejak 2011 hingga sekarang mencapai 400 juta dolar per tahunnya. Diprediksi akhir-akhir tahun ini, pendapatan mereka melonjak tinggi kira-kira 1,5 milyar dolar.
Pemerintah Amerika Serikat beserta Afganistan berusaha untuk menghancurkan jalur finansial Taliban. Tahun kemaren, AS mengajukan strategi menghancurkan laboratorium obat-obatan terlarang militan Taliban.
Jelas pendapatan Taliban bukan hanya terpaku dengan obat-obatan. PBB, dalam laporan tahun 2012, telah mengingatkan bahwa pendapatan Taliban bukan hanya dari produksi obat-obatan dan opium.
Bisnis opium adalah perdagangan terbesar Afganistan. Diperkirakan penghasilan dari bisnis opium bisa mencapai 1.5 hingga 3 milyar dolar tiap tahun.
Taliban banyak menguasai daerah-daerah tani opium sehingga opium menjadi pendapatan paling besar mereka.
Salah satu sumber keuangan Taliban yang lain berasal dari pajak. Setiap petani opium panen, mereka mendapatkan jatah 10% dari hasil panen.
Pendapatan mereka juga berasal dari laboratorium yang mengubah opium menjadi heroin dan padagang obat-obatan terlarang.
Diperkirakan saham Taliban dari ekonomi opium mencapai 100-400 juta dolar pertahunnya.
Militer AS melaporkan 60% pendapatan Taliban berasal dari opium.
Bersandar pada pengamatan BBC, yang dilansir sejak tahun 2014, disebutkan bahwa Taliban kuasai 70% wilayah Afganistan dan mereka menarik pajak dari wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, Taliban juga menumpuk uangnya dari perang. Setiap menguasai daerah baru atau menang perang, mereka langsung mengambil semua yang di gudang, senjata dan mobil-mobil militer.
Sumber pendapatan Taliban juga berasal dari sumber daya alam. Taliban mengontrol tambang Afganistan. Tanpa seizin pemerintah, mereka beroperasi dan mengambil kekayaan SDA.
Laporan tahun 2014 dari tim pengawas embargo PBB menunjukkan bahwa dalam setahun, Taliban menggali 25 hingga 30 tambang di propinsi Helmand yang mampu memberikan keuntungan sebesar 10 juta dolar lebih pertahun.
Sebagian pihak Afganistan dan Amerika Serikat selalu menyebarkan propaganda tentang pendukung finansial Taliban. Iran, Rusia dan Pakistan menjadi sasaran isu miring mereka. Semua Negara sudah menolak isu tersebut, namun sejumlah pihak tidak mendengar demi kepentingan.

Satu Komandan Taliban Tewas



Salah satu Komandan Taliban tewas di wilayah tenggara Afganistan.
Anatoli melansir sebuah berita dari Kemenhan Afganistan. “Serangan udara ke markas-markas Taliban di propinsi Paktika, tenggara Afganistan, telah menewaskan satu Komandan senior Taliban”, jelas Kemenhan Afganistan.
Dilaporkan bahwa serangan tersebut menyasar elemen Taliban di perbatasan Pakistan dan perbatasan Waziristan.
Laporan Kemenhan Afganistan tidak menyebutkan nama sang Komandan. Namun mediaDaily Pakistan melaporkan bahwa Komandan tersebut bernama Saifullah.
Kemenhan Afganistan juga menambahkan bahwa dalam sebulan kemaren, 15 Komandan tinggi Taliban telah tewas.
Serangan militer Pemerintah Afganistan ini dilaksanakan ketika AS berusaha menarik Taliban ke meja perundingan.

Muslim sepatutnya mengucapkan selamat Natal,simak alasan para Ulama Mesir



Menjelang perayaan Natal biasanya timbul perdebatan apakah seorang muslim boleh mengucapkan ucapan Selamat Hari Natal pada tetangga dan teman atau keluarga yang beragama Kristen. Tidak jarang juga hasil dari perdebatan ini adalah sebutan kafir.
Menurut NU Online, sebagian ulama, meliputi Syekh Yusuf Qaradhawi, Syekh Ali Jum’ah, Syekh Musthafa Zarqa, Syekh Nasr Farid Washil, Syekh Abdullah bin Bayyah, Syekh Ishom Talimah, Majelis Fatwa Eropa, Majelis Fatwa Mesir, dan sebagainya membolehkan ucapan selamat Natal kepada orang yang memperingatinya. Mereka berlandaskan pada firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Al-Mumtahanah ayat 8:
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ
Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Pada ayat di atas, Allah subhanahu wa ta’ala tidak melarang umat Islam untuk berbuat baik kepada siapa saja yang tidak memeranginya dan tidak mengusirnya dari negerinya. Sedangkan, mengucapkan selamat Natal merupakan salah satu bentuk berbuat baik kepada orang non Muslim yang tidak memerangi dan mengusir, sehingga diperbolehkan.
Prof Quraish Sihab dalam site resminya menulis selanjutnya terdapat sebuah fatwa dari az-Zarqa. Fatwa ini adalah jawaban az-Zarqa’ kepada Anas Muhammad ash-Shabbagh yang bermukim di Saudi Arabia. Terjemahannya sebagai berikut:
“Menjawab pertanyaan Anda tentang ucapan selamat yang diucapkan seorang Muslim berkaitan dengan kelahiran Isa (Natal) dan Tahun Baru Masehi, maka menurut hemat saya: Ucapan Selamat Natal seorang Muslim kepada kenalannya yang menganut agama Nasrani termasuk dalam anjuran berbudi baik dalam interaksi dengan mereka. Sungguh Islam tidak melarang kita menyangkut harmonisasi hubungan beragama dan perlakuan baik semacam ini terhadap mereka, apalagi yang mulia al-Masih dalam pandangan aqidah kita adalah salah satu Rasul Allah yang agung dan termasuk satu dari lima Nabi yang amat diagungkan. Siapa yang menduga mengucapkan selamat kepada mereka pada hari kelahiran Isa as. haram—siapa yang menduga demikian—maka dia salah karena tidak ada hubungan dalam ucapan itu dengan rincian aqidah kaum Nasrani dan pandangan mereka terhadap Isa as.
Diriwayatkan bahwa suatu ketika ada jenazah seorang Yahudi yang diusung di hadapan Nabi saw., maka beliau berdiri. Berdirinya beliau itu merupakan ekspresi dari rasa agung dan dahsyat terhadap kematian—tidak ada hubungannya dengan aqidah sosok Yahudi yang mati itu.
Muslim dituntut untuk menggambarkan kebaikan Islam dan moderasinya terhadap Non-Muslim. Di samping itu, keadaan kaum Muslim dewasa ini yang sungguh lemah di antara negara-negara di dunia ini serta konspirasi dan tuduhan bahwa kaum Muslim adalah teroris, fanatik, dan lain-lain—kesemuanya menuntut kaum Muslim mengubah image buruk itu, apalagi pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha bisa jadi seorang Muslim memiliki teman-teman yang mengucapkan selamat kepadanya, sehingga bila ia tidak membalas sikap baik mereka itu dengan berkunjung kepada yang berkunjung kepadanya pada Hari Lebaran, maka sikap itu akan semakin mendukung tuduhan yang ditujukan kepada kaum Muslim,” demikian antara lain Mustafa az-Zarqa’.
Saling mengucapkan selamat, bahkan kunjung-mengunjungi itulah yang dilakukan juga oleh pimpinan al-Azhar Mesir. Apakah mereka salah dan sesat? Saya menduga keras bahwa ulama-ulama itu jauh lebih mengerti agama dan lebih bijaksana daripada mereka yang mengharamkan ucapan Selamat Natal, apalagi menyesatkan siapa yang membolehkan mengucapkan Selamat Natal itu. Semoga hidayah Allah tercurah kepada kita semua.

Atas Permintaan Israel, Twitter Tutup Belasan Akun Petinggi Hizbullah dan Hamas



Twitter telah menutup sebagian akun yang berkaitan dengan kelompok pergerakan Hizbullah Lebanon dan Hamas di Gaza. Tindakan ini adalah permintaan langsung dari Departemen Kejaksaan Israel kepada perusahaan Twitter.
Surat kabar Israel, Times of Israel, Jumat (21/12) melaporkan bahwa atas permintaan Departemen Kejaksaan Israel, Twitter telah menutup secara sepihak 12 akun yang berafliasi dengan kelompok Hamas dan Hizbullah telah ditutup secara “parsial” hingga enam bulan kedepan.
Pada 26 Juni lalu, Departemen Kejaksaan Israel meminta perusahaan Twitter untuk memblokir 16 akun resmi milik para pemimpin Hamas dan Hizbullah serta 24 akun lainnya yang juga berkaitan dengan dua kelompok tersebut serta 13 akun milik para pejabat di Hamas.
Twitter sendiri mengaku pihaknya memegang teguh kebebasan berpendapat di dunia sosial. Namun perusahaan tersebut juga harus memperhatikan undang-undang dalam negeri Israel.
Rezim Israel mengklaim, akun-akun resmi para petinggi Hizbullah dan Hamas yang ditutup dinilai telah menyebarkan konten-konten yang mendukung apa yang disebut oleh Tel Aviv sebagai “terorisme dan promosi kekerasan”.

Saturday, December 22, 2018

Israel Mulai Hancurkan Terowongan Hizbullah

Tentara Israel berdiri dekat mulut lubah menuju terowongan yang menurut tentara melintasi perbatasan Lebanon ke Israel, dekat Metula, 19 Desember 2018.


Israel mulai menghancurkan jaringan terowongan yang menurut Israel dibangun oleh kelompok militan Hizbullah yang dibangun di bawah perbatasan negara itu dengan Lebanon.
Tentara Israel mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka menemukan empat terowongan setelah penduduk kota yang tidak jauh dari perbatasan Lebanon itu melaporkan mendengar suara galian.
"Terowongan teror lintas batas ini dibangun Hizbullah dengan dukungan dan pendanaan langsung Iran. Tujuannya, menyerang dan membunuh orang-orang Israel, perempuan dan anak-anak," ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah pengumuman.
Israel akan menghancurkan terowongan-terowongan itu di sisi perbatasannya. Negara itu telah meminta pasukan perdamaian PBB untuk melakukan hal yang sama di sisi Lebanon.
Israel mengatakan Lebanon bertanggung jawab atas terowongan-terowongan itu. Resolusi Dewan Keamanan yang mengakhiri perang pada 2006 antara Israel dan Hizbullah menyerukan Lebanon agar mencegah Hizbullah dan kelompok militan lain mendekati perbatasan Israel.

Pengadilan Banding Setujui Perintah Deportasi 100 Imigran Irak

Pengacara ACLU, Lee Gelernt (kiri) dan rekannya berbicara di luar gedung Pengadilan Federal AS di Cincinnati, 25 April 2018. Pengadilan banding mendukung keputusan pemerintah Trump untuk mendeportasi beberapa migran asal Irak.

Tiga hakim federal dalam pengadilan banding memihak pemerintah Trump yang berupaya mendeportasi sekitar 100 imigran Irak yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan bertahun-tahun lalu.
Pengadilan Banding Sirkuit ke-6 yang terpecah, Kamis (20/12), memutuskan hakim pengadilan yang lebih rendah, yang memerintahkan pemerintah membebaskan orang-orang Irak itu, tidak memiliki yurisdiksi untuk membuat keputusan itu.
Pengadilan itu mengatakan perintah deportasi diserahkan kepada jaksa agung dan hakim imigrasi.
Tetapi seorang hakim yang tidak setuju menulis, Kamis, bahwa pengadilan yang lebih rendah memiliki yurisdiksi itu. Ia mengatakan, orang-orang Irak itu menunjukkan bukti bahwa mereka akan dianiaya atau disiksa, jika dikirim kembali ke Irak dan bahwa pemerintah menggugat bukti itu.
Orang-orang Irak itu memiliki waktu sekitar enam minggu sebelum perintah pengadilan banding tersebut diberlakukan.

Mundurnya AS dari Suriah Bangkitkan Kekhawatiran Eskalasi Konflik

Seorang tentara AS di pangkalan yang baru didirikan di Manbij, Suriah utara, 4 April 2018. (Foto: dok).

Para analis mengatakan, penarikan mundur pasukan AS akan menimbulkan perubahan dalam perimbangan kekuatan di Suriah Timur Laut. Presiden AS Donald Trump, Rabu (20/12), mengatakan AS telah mencapai tujuannya mengalahkan ISIS di Suriah sehingga pasukan AS ditarik pulang dari sana. Namun sejumlah analis mengatakan, teroris belum sepenuhnya diberantas di negara yang dikoyak perang itu dan bahwa penarikan mundur itu kemungkinan mengundang mereka untuk kembali bangkit.
Pemerintahan Trump telah mendukung kepemimpinan Kurdi dalam pertempuran darat melawan ISIS, meski ada keberatan dari Turki. Aliansi pimpinan Kurdi yang didukung AS telah berhasil mengusir ke luar para militan dari kubu-kubu pertahanan mereka di Suriah Timur Laut dan menciptakan wilayah otonomi de facto bagi mereka sendiri.
Para pemimpin Kurdi mengatakan, mereka telah kehilangan ribuan nyawa untuk memperjuangkan tujuan Amerika dan kini mereka merasa dikhianati.Mizgin Gemo, seorang pembuat film keturunan Kurdi, mengatakan, "Ini seperti tikaman dari belakang bagi Kurdi. Saya harap rakyat Amerika mempertimbangkan kembali langkah ini dan memahami bahwa apa yang dikorbankan rakyat Kurdi itu tidak kecil.”
Para tokoh Partai Demokrat di Kongres, termasuk pemimpin minoritas partai itu di DPR Nancy Pelosi, mengecam keputusan tidak terduga ini. "Keputusan itu dibuat tanpa mempedulikan keprihatinan sekutu-sekutu kita dalam perang melawan terorisme. Keputusan yang berbahaya, dan keputusan ini merupakan hadiah Natal bagi Presiden Rusia Vladimir Putin karena seperti memberinya izin di Suriah,” kata Pelosi.Senator Lindsey Graham dari Partai Republik mengatakan, keputusan itu merupakan preseden buruk. "Saya tidak tahu bagaimana keputusan ini dibuat. Ini benar-benar tak diduga. Ini mengejutkan dunia. Saya bisa katakan apa yang terjadi di Irak akan terjadi di Suriah jika kita tidak membatalkan keputusan ini,” komentarnya.
Sekitar 2.000 tentara AS ditempatkan di Suriah Utara yang berfungsi sebagai zona penyangga antara kawasan-kawasan pemerintah yang didukung Iran dan Rusia, dan kawasan-kawasan yang dikontrol oposisi. Turki tampaknya siap melancarkan ofensif terhadap Kurdi di Suriah Utara untuk mencegah terbentuknya wilayah Kurdi yang independen.
Analis politik David Adesnik dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan, Iran akan berusaha menciptakan koridor darat bagi pengiriman senjata ke kelompok teroris Hezbollah. "Ketimbang mengandalkan pesawat-pesawat kargo untuk membawa senjata dan para pejuang mereka ke Damaskus, dan mengirim senjata-senjata canggih ke Hezbollah, kalau mereka bisa menguasai Suriah Timur, di mana AS kini berada, mereka akan memilih jalur darat karena lebih efisien,” kata David.
Selain itu, kata Adesnik, Israel kemungkinan akan terlibat di Suriah untuk menangkal Iran dan Hezbollah, sementara Rusia akan berusaha memasuki wilayah-wilayah yang kaya minyak yang ditinggalkan pasukan AS.Sejumlah analis, termasuk Aykan Erdemir dari Foundation for Defense of Democracies, mengatakan, teroris sejauh ini masih menguasai sejumlah kawasan di Suriah. "Saya bisa katakan bahwa perang melawan jihadisme, dalan hal organisasi teroris dan ideologi, belum dimenangkan,” komentar Erdemir.
Perancis, yang selama ini menjadi sekutu penting koalisi pimpinan AS dalam perang melawan ISIS di Suriah dan Irak mengatakan, pasukannya akan tetap berada di Suriah Utara pada saat ini.

Turki Tunda Serangan terhadap Pasukan Kurdi Suriah Dukungan AS

Militer Turki (kiri) dan militer AS ketika melakukan patroli bersama di kota Manbij, Suriah utara pada 1 November 2018 lalu (foto: dok).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Jumat (22/12) mengatakan negaranya untuk sementara akan menunda operasi militer terhadap pasukan Kurdi yang didukung Amerika di bagian timur laut Suriah, mengutip percakapan telepon pekan ini dengan Presiden Amerika Donald Trump.
Militer Turki melancarkan operasi melawan YPG pada Januari dan mengambil alih Afrin, kota yang dikuasai orang-orang Kurdi di Suriah barat laut.Militer Turki pekan lalu mengancam melancarkan serangan lagi terhadap YPG, kali ini bertekad mengenyahkan para pejuang dari seluruh wilayah Suriah timur laut, di mana sekitar 2.000 tentara khusus Amerika beroperasi, membantu dalam perang melawan ISIS dan menjadi penyangga bentrokan Turki-Kurdi.
Ancaman Turki terbaru itu memaksa banyak warga sipil di kedua sisi perbatasan meninggalkan rumah supaya tidak menjadi sasaran serangan.

Maroko Tangkap 3 Tersangka Pembunuh Turis, Diduga terkait ISIS

Para petugas kepolisian Maroko menunggu di luar kamar jenazah di Marrakesh sebelum membawa jenazah dua turis Skandinavia yang dibunuh, ke bandara, 20 Desember 2018.

Tiga tersangka lain ditangkap dalam pembunuhan dua turis Skandinavia di Pegunungan Atlas Maroko.
Mayat Louisa Vesterager Jespersen, usia 24 tahun, dari Denmark dan Maren Ueland, usia 28 tahun, dari Norwegia, ditemukan pada Senin (17/12). Jenazah mereka ditemukan oleh turis lain di daerah terpencil dekat Imlil, yang sering menjadi titik awal pendakian Gunung Toubkal, puncak tertinggi di Afrika Utara dan tujuan mendaki yang populer.
Mereka ditemukan dengan luka tusuk di leher.
Polisi Maroko, Rabu (19/12), menangkap seorang laki-laki dan mencari tiga orang yang ditangkap pada Kamis (20/12) di Marrakesh. Polisi Maroko dan badan intelijen Denmark mengatakan para tersangka terkait kelompok teroris ISIS.
Pembunuhan itu "bermotif politik, karenanya merupakan aksi teror," ujar Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, tanpa mengidentifikasi kemungkinan motifnya.
Di Norwegia, Perdana Menteri Erna Solberg mengatakan terorisme "bukan satu-satunya petunjuk yang sedang diselidiki di Maroko" tetapi mengatakan, kasus itu tetap "menekankan pentingnya memerangi ekstremisme kekerasan."
Maroko umumnya dianggap aman bagi wisatawan tetapi selama bertahun-tahun ini berjuang melawan kelompok ekstremis.

Friday, December 21, 2018

Jelang Natal, Polda Riau Ringkus 3 Terduga Teroris

Jelang Natal, Polda Riau Ringkus 3 Terduga Teroris

Diam-diam, Polisi Daerah Riau (Polda) Riau kembali mengamankan terduga terorisme yang terintegrasi dengan jaringan teroris lainnya di Indonesia.
Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo menyebutkan terduga terorisme yang berhasil mereka amankan itu berkaitan erat dengan pelaku terorisme yang pernah meresahkan warga Surabaya beberapa tahun yang lalu.
"Kita amankan yang kemaren itu berkaitan semuanya. Seperti terkait dengan pelaku yang ada di Surabaya," katanya usai apel Operasi Lilin Muara Takus 2018 di Pekanbaru, Jumat, 21 Desember 2018.Tiga terduga yang diamankan ini , berada di wilayah Riau. Dan beberapa lagi yang lain masih bebas berkeliaran dan kini dalam pengintaian petugas anti teror.
Yang jelas pastinya, saat ini tiga diantara mereka telah berhasil diringkus tanpa diketahui oleh masyarakat.
"Kemaren itu sudah kita lakukan penangkapan. Jumlahnya ada tiga orang. Ini upaya kita untuk tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat," tegasnya.
Penangkapan itu dilakukan bersama Satgas Anti Teror Polda Riau bersama dengan Densus 88 Anti Teror yang telah lama berada di Riau.

Konflik Yaman: Pertempuran meletus hanya beberapa menit setelah gencatan senjata

milisi pro houthi di yaman

Pertempuran kembali terjadi di kawasan pelabuhan Hudaydah, Yaman, beberapa menit setelah diberlakukan gencatan senjata antara kelompok pemberontak Houthi dan pasukan pro-pemerintah, kata seorang pejabat.
Kepada Kantor berita AFP, pejabat pemerintah Yaman itu mengatakan, terjadi saling tembak secara sporadis di kota pelabuhan yang berbatasan langsung dengan Laut Merah, Selasa dini hari waktu setempat.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Senin bahwa genjata senjata antara kedua pihak yang bertikai ini mulai diberlakukan pada Selasa dini hari.
Gencatan senjata ini di kawasan pelabuhan Hudaydah dan sekitarnya itu merupakan hasil pembicaraan kedua pihak di Swedia yang disponsori PBB pada pekan lalu.
pro pemerintahHak atas fotoSTRINGER/AFP
Image captionKelompok milisi pro pemerintah Yaman melakukan patroli di pinggiran kota Hudaydah, Yaman, menjelang gencatan senjata, 17 Desember 2018
Tidak lama sebelum penghentian saling tembak itu diberlakukan, pemerintah Yaman yang diakui dunia internasional menyerukan agar pasukannya "berhenti menembak" di wilayah Hodeida.
Pada saat yang sama, kelompok pemberontak Houthi menyatakan pihaknya akan berkomitmen atas isi perjanjian yang ditandatangani di Swedia.
Seorang pejabat PBB, yang tidak mau disebutkan jati dirinya, mengatakan kepada Kantor berita AFP bahwa penghentian saling tembak itu dilakukan karena "alasan operasional."
Namun seorang pejabat yang tergabung dalam koalisi pimpinan Arab Saudi menegaskan rincian tentang penerapan kesepakatan gencatan senjata "masih belum jelas."
YamanHak atas fotoMOHAMMED HUWAIS/AFP
Image captionAnggota militer Yaman yang membelot mendukung kelompok pemberontak Houthi.
"Kami tidak berniat melanggar perjanjian ... kecuali kelompok Houthis melanggarnya," kata pejabat itu.
Sejumlah warga di Hudaydah dan sekitarnya mengaku mendengar dan melihat kasus pertempuran dan serangan udara di wilayah timur dan selatan kota itu dalam beberapa hari terakhir.
Para relawan media yang tergabung dalam Doctors Without Borders (MSF) mengklaim masih adanya "pertempuran terus-menerus" di bagian kota Hudaydah yang hancur.
Kelompok bantuan medis itu mengatakan timnya di lapangan telah merawat sejumlah korban akibat tembakan serta serangan udara, dan mereka mendesak agar pihak yang bertikai "menghormati kehadiran warga sipil dan infrastruktur kesehatan."
YamanHak atas fotoMOHAMMED HUWAIS/AFP
Image captionPerang lebih dari tiga tahun di Yaman telah mengakibatkan ribuan warga sipil meninggal, kekurangan gizi, terserang penyakit, serta kesehatan yang buruk.
Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffiths mengatakan pada hari Minggu bahwa PBB telah meminta kedua pihak agar memastikan bahwa perjanjian gencatan senjata "dilaksanakan tepat waktu".
Kesepakatan gencatan senjata seharusnya diikuti pula dengan penarikan kelompok bersenjata dari Hudaydah .
Rencananya genjatan senjata itu akan ditindaklanjuti dengan pertukaran tahanan yang melibatkan sekitar 15.000 orang tahanan dari kedua pihak.
Kota pelabuhan Hodeida, yang menjadi lokasi gencatan sejata, memiliki arti strategis karena merupakan pintu gerbang pengiriman bantuan kemanusiaan kepada jutaan warga Yaman yang terancam kelaparan.
PBB memperkirakan bahwa hampir sepuluh ribu orang telah tewas sejak konflik Yaman dimulai pada 2014.

Trump 'akan tarik 7.000 serdadu' dari Afghanistan

militer

Pemerintah Amerika Serikat berencana menarik ribuan serdadu dari Afghanistan, sebut sejumlah laporan media di AS.
Beberapa pejabat yang identitasnya tidak disebutkan, mengatakan sekitar 7.000 serdadu—setengah dari seluruh tentara AS di Afghanistan—akan dipulangkan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, sampai sejauh ini belum ada pejabat Kementerian Pertahanan AS yang secara terang-terangan mengonfirmasinya.
Laporan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Suriah.
Pada Kamis (20/12), Menteri Pertahanan Jim Mattis mengumumkan pengunduran dirinya. Dia menyebut bahwa dirinya berbeda pandangan dengan presiden, namun tidak secara gamblang menyatakan penarikan pasukan sebagai alasannya mundur.
Jim MattisHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionJenderal Mattis akan meletakkan jabatannya pada Februari mendatang.

Rekam jejak pasukan AS di Afghanistan

Pasukan AS telah ditempatkan di Afghanistan sejak 2001.
Hal ini bermula ketika Taliban—yang saat itu menguasai Afghanistan—menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 11 September.
Presiden George W Bush kemudian melancarkan operasi militer untuk menemukan Bin Laden sekaligus menjungkalkan Taliban dari kekuasaan.
Pasukan khusus AS menemukan dan membunuh Bin Laden di Pakistan pada 2011 dan operasi tempur AS di Afghanistan resmi berakhir pada 2014.
Namun, setelah 2014, Taliban kembali berkuasa sehingga sejumlah pasukan AS dipertahankan untuk menjaga keamanan di Afghanistan.
Pada September 2017, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengirim 3.000 serdadu tambahan ke sana, yang jelas berbeda dari janjinya untuk mempertahankan pasukan AS sampai batas waktu tak tertentu.
osamaHak atas fotoAFP/GETTY IMAGES
Image captionKeberadaan pasukan AS di Afghanistan sejak 2001 terkait dengan Osama bin Laden.

Bagaimana reaksi terhadap rencana Trump?

Rencana Trump untuk mengurangi jumlah pasukan ditentang sejumlah pihak, sebagaimana dilaporkan harian Washington Post.
Di antara pihak yang menolak adalah Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, dan penasihat keamanan nasional, John Bolton.
Senator Republik, Lindsay Graham, merilis cuitan yang menyebut penarikan mundur pasukan merupakan "strategi berisiko tinggi" yang membalikkan kemajuan AS di kawasan tersebut sekaligus menyediakan jalan bagi terciptanya "9/11 kedua".
Sebelumnya, dia juga menentang penarikan mundur pasukan dari Suriah yang disebutnya "kesalahan besar seperti yang dibuat Obama".
Beberapa kalangan mengingatkan bahwa penarikan mundur pasukan AS akan menciptakan celah sehingga kelompok seperti Negara Islam (ISIS) bisa bangkit kembali.

Muslim Uighur dan perlakuan Cina terhadap mereka, yang perlu Anda ketahui

A Muslim man leads the call to prayer in Kashgar, in China's Xinjiang province

Cina dihujani berbagai kritik dari masyarakat dunia atas perlakuan mereka yang dianggap menindas sejumlah besar warga suku Uighur, kelompok minoritas Muslim negeri itu, antara lain dengan menahan mereka di kamp-kamp khusus.
Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program 'reedukasi, atau 'pendidikan ulang'.
Pemerintah Cina membantah tudingan kelompok-kelompok HAM itu. Pada saat yang sama, ada semakin banyak bukti pengawasan opresif terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.
Berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui tentang suku Uighur, kelompok minoritas Islam di Cina.

Siapa orang Uighur?

Mereka adalah kaum Muslimin yang beretnis Turki, jumlahnya di Cina sekitar 11 juta orang. Sebagian besar bermukim di bagian barat negeri itu.

Di mana Xinjiang?

Provinsi dengan mayoritas suku Uighur ini terletak di ujung barat Cina, dan merupakan wilayah terbesar di negeri itu. Sebagai daerah otonom -setidaknya secara teori- Xinjiang memiliki semacam pemerintahan sendiri, yang agak jauh dari kendali Beijing. Muslim Uighur mencakup setengah dari sekitar 26 juta penduduk di wilayah ini.
A Uyghur family pray at the grave of a loved one - 2016Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionSebuah keluarga Uighur berdoa di makam keluarga, dalam peristiwa tahun 2016.

Apa yang terjadi pada orang-orang di Xinjiang?

Menurut Human Rights Watch, suku Uighur khususnya, dipantau secara sangat ketat. Mereka harus memberikan sampel biometrik dan DNA. Dilaporkan terjadi penangkapan terhadap mereka yang memiliki kerabat di 26 negara yang dianggap 'sensitif'. Dan hingga satu juta orang telah ditahan.
Kelompok-kelompok HAM mengatakan orang-orang di kamp-kamp itu dipaksa belajar bahasa Mandarin dan diarahkan untuk mengecam, bahkan meninggalkan keyakinan iman mereka.

Apa yang telah dipelajari BBC?

Sejumlah mantan tahanan mengatakan kepada kami tentang penyiksaan fisik maupun psikologis yang mereka alami di kamp-kamp penahanan. Seluruh keluarga mereka lenyap, dan mereka mengatakan bahwa para tahanan disiksa secara fisik dan mental. Kami juga melihat bukti dari berlangungnya pengawasan nyaris total terhadap warga Muslim di Xinjiang.
Uighur women protest against the detention of their relatives on a street in Urumqi, the capital of Xinjiang region, on 7 July 2009.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPerempuan-perempuan Uighur memprotes penahanan kerabat mereka di Urumqi, Xinjiang, pada 2009.

Bagaimana dengan kekerasan warga Uighur?

Sejumlah serangan teroris terjadi selama dekade terakhir, dan pemerintah menuding separatis di Xinjiang dan sekitarnya adalah pelakunya. Sekitar 200 orang -sebagian besar warga suku Han- tewas dalam kerusuhan di Urumqi, ibukota di sana, pada tahun 2009.
Lalu pada Februari 2017, terjadi serangan penikaman yang menewaskan lima orang, yang disusul penggrebekan besar-besaran oleh pemerintah CIna terhadap apa yang mereka sebut sebagai kaum ekstremis dan separatis.

Apa kata Cina?

Mereka menyangkal adanya kamp penahanan khusus tetapi mengatakan orang-orang di Xinjiang itu mendapatkan 'pelatihan kejuruan'. Seorang pejabat tinggi di Xinjiang mengatakan wilayah itu menghadapi ancaman 'tiga kekuatan jahat': terorisme, ekstremisme dan separatisme.

Apa yang dilakukan dunia?

Kecaman internasional semakin meningkat tentang perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur. Tetapi, belum ada negara yang mengambil tindakan apa pun selain mengeluarkan pernyataan kritis.