MENERIMA IKLAN/SPONSOR

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Friday, September 7, 2018

Gempa Jepang: Korban tewas dikhawatirkan bertambah



Para regu penyelamat terus mencari penyintas gempa bumi kuat yang mengguncang pulau Hokkaido, Jepang, seiring dengan bertambahnya jumlah korban tewas menjadi 16 orang.
Puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dikhawatirkan masih banyak yang tertimbun di bawah reruntuhan setelah gempa tersebut memicu tanah longsor.
Sekitar 1,6 juta penduduk di pulau Hokkaido tidak mendapatkan aliran listrik.Gempa tersebut merupakan bencana kedua yang melanda Jepang pada pekan ini, setelah topan mematikan menghantam pantai barat negara itu.
Gempa yang terjadi pada hari Kamis (6/8) membuat ribuan orang menghabiskan malam di pusat-pusat evakuasi.
'Saya kira saya akan mati'
Desa Atsuma adalah salah satu wilayah yang paling terdampak parah, berbagai ruas jalan dan rumah runtuh setelah ditimpa longsor besar-besaran.
"Kami mendengar ada orang-orang masih terjebak di bawah lumpur, jadi kami bekerja sepanjang waktu tetapi sulit untuk menyelamatkan mereka," kata seorang petugas penyelamat di Atsuma kepada NHK.
"Itu mengerikan. Saya melihat tanah longsor dan saya kira saya akan mati. Saya pikir rumah saya akan runtuh." tutur salah seorang warga.
Perdana Menteri Shinzo Abe mengkonfirmasi sebanyak 16 orang telah tewas dan 26 lainnya masih dinyatakan hilang.
"Saya meminta Anda mengulurkan tangan untuk orang-orang yang menghabiskan malam yang gelap dan ketakutan, dan lakukan semua yang Anda bisa untuk memulihkan aliran listrik sesegera mungkin," katanya kepada para menteri dalam pertemuan kabinet darurat pada Jumat (7/8).
Pihak berwenang mengatakan butuh waktu setidaknya satu minggu untuk memulihkan jaringan listrik ke desa-desa yang populasi warganya tidak banyak.
Dengan cuaca buruk yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan, otoritas setempat memperingatkan orang-orang untuk tetap berhati-hati dan bersiap-siap akan gempa susulan.

Layanan transportasi kembali dibuka

Bandara utama yang berada di pulau itu dibuka kembali untuk melayani sejumlah penerbangan pada hari Jumat dan layanan kereta api juga dijadwalkan dimulai lagi sebelum akhir pekan.
Gempa juga berdampak pada berbagai operasi pabrik di pulau itu. Produsen mobil Toyota mengatakan, pihaknya menunda operasi di pabriknya sampai listrik kembali normal.
Pertandingan sepak bola persahabatan antara Jepang dan Cile yang semula dijadwalkan pada hari Jumat juga telah dibatalkan.Gempa itu terjadi di tengah angin topan mematikan yang menghantam bagian barat Jepang selama beberapa hari terakhir.
Jebi, topan terkuat yang menghantam negara itu dalam 25 tahun, menewaskan sedikitnya 10 orang dan menyebabkan banyak kerusakan serta kekacauan.
Jepang adalah salah satu negara yang memiliki aktivitas seismik paling aktif di dunia dan 20% dari semua gempa berasal dari negara itu, dengan kekuatan sebesar 6,0 pada skala Richter atau lebih.
Pada bulan Juni, gempa mematikan menimpa wilayah Osaka, menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Ekonom pemeluk Ahmadiyah batal diangkat menjadi pejabat senior di Pakistan

Pemerintah baru Pakistan membatalkan pengangkatan seorang ahli ekonomi terkenal dunia yang berasal dari kelompok minoritas Ahmadiyah.
Hal ini dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan setelah ditekan kelompok-kelompok Islam dan sejumlah partai oposisi.
Menteri Penerangan mengatakan Atif Mian - yang juga mengajar di Princeton University, Amerika Serikat - diminta mundur dari dewan penasehat agar tidak terjadi perpecahan.Padahal beberapa hari sebelumnya, sejumlah pejabat di kementerian tersebut sempat membela penunjukkan ini.
"Pemerintah memutuskan untuk menarik pencalonan Atif Mian di dewan penasehat ekonomi, " tulis Menteri Penerangan Fawad Chaudhry pada akun resminya di Twitter seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Dia menambahkan pemerintah ingin bekerja sama dengan semua kelompok masyarakat, termasuk dengan ulama Islam.Anggota Ahmadiyah dianggap menyimpang oleh kebanyakan warga Pakistan dan mereka menghadapi diskriminasi yang meluas.
Penghujatan agama dipandang sebagai masalah serius di Pakistan dan jika terbukti bersalah akan dihukum, termasuk hukuman mati.
Negara tidak pernah menghukum penghujat, tetapi tuduhan menghina Islam dapat memicu hukuman mati yang dilakukan masyakarat, pembunuhan milisi dan unjuk rasa besar-besaran.Sejumlah pihak mengkhawatirkan pandangan PM Khan yang sangat mendukung undang-undang penghinaan agama saat melakukan kampanye pemilu.
Bulan Agustus, pemerintahannya mengecam keras rencana politikus Belanda Geert Wilders menggelar perlombaan karikatur Nabi Muhammad.
Saat itu sejumlah kelompok berhaluan Islam berunjuk rasa mendesak Pakistan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Belanda.

Rubella diduga menyerang 60 siswa di Banjar Baru, Kalimantan Selatan

Setidaknya 60 siswa dan satu orang dewasa diduga terkena campak rubella di Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk memastikan bahwa penyakit ini menyerang warga, Dinas kesehatan setempat tengah menunggu hasil resmi pemeriksaan medis dari Kementerian Kesehatan.
Dugaan kuat itu muncul, karena gejala campak terjadi sebelum musim libur sekolah 17 hingga 25 Agustus lalu di sebuah pondok pesantren.
Menurut catatan Dinas Kesehatan pada 28 Agustus, 33 anak dicurigai terjangkit campak rubella, 31 di antaranya anak di bawah 15 tahun. Sebanyak 10 anak tidak mengetahui apakah pernah mendapat vaksin MR, dan satu anak mengatakan belum divaksin.
Di pondok pesantren lain, dari pemeriksaan awal pada 31 Agustus lalu, sembilan anak dinyatakan mengalami gejala campak, dan pada 1 September, jumlahnya bertambah menjadi 19 anak, 11 di antaranya berusia di atas 15 tahun.Sementara itu, sembilan orang di salah satu SMA negeri juga dicurigai mengalami gejala campak, terdiri dari seorang guru, dan delapan siswa.
Sampai saat ini, sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel darah dan urine 61 orang yang terduga terjangkit rubella, Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan karantina terhadap beberapa orang yang diduga terjangkit penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Baru, Agus Widjaja, belum bisa memastikan gejala yang dialami 61 orang itu apakah campak rubella atau campak Jerman dan campak biasa atau orbili.
Hingga Jumat (07/09), jumlah terduga terjangkit rubella tidak bertambah.
Sejak Agustus lalu, target semula imunisasi MR (measles rubella) di Kota Banjar Baru adalah 60 % namun hingga akhir Agustus 2018, target baru mencapai setengahnya.
"Baru 33 % dari 60 % menyasar semua institusi pendidikan, banyak penolakan dari mereka yang akhirnya pemberian vaksin ditunda, jadi bulan September" papar Agus Widjaja.Dua pondok pesantren dengan 52 anak yang diduga terjangkit rubella, sebelumnya menolak pemberian vaksin MR pada Agustus lalu, karena para orang tua santri tidak setuju.
Penolakan ini mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan mengeluarkan imbauan resmi tertanggal 3 September.
Isinya meminta seluruh pengurus MUI kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan untuk menyukseskan program imunisasi MR, dengan mengacu kepada Fatwa MUI No. 33 Tahun 2018, tentang penggunaan vaksin MR dengan produsen Serum Institute of India atau SII.
Disebutkan pula, bahwa MUI Kota Banjar Baru harus melakukan sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjar Baru, melakukan dialog terhadap institusi-institusi pendidikan yang menolak imunisasi MR bulan lalu.
Di tempat lainnya, seperti diberitakan Tribun Jambi, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, telah mendata bahwa dalam kurun waktu 20 bulan, terdapat 57 kasus positif rubella dari pemeriksaan TORCH (Tokoplasma Rubella Cytomegalo Virus Herpes Simplex).
Dari laman daring Kementerian Kesehatan, imunisasi MR di enam provinsi di Pulau Jawa, melampaui target awal, yakni 95% menjadi 100,98 %.
Data Kementerian Kesehatan sejak Januari hingga Juli 2017 mencatat sebanyak 8.099 suspek campak rubella, dengan 1.549 kasus positif rubella, lalu turun drastis pascaimunisasi, dengan 1.045 suspek campak rubella, dan 176 kasus positif rubella.

Pertumpahan darah berpotensi tak terelakkan di Idlib, Suriah jika pecah perang total

Di tengah serangan udara pasukan pemerintah Suriah di Idlib, kantong utama pemberontak, muncul kekhawatiran pertumpahan darah tidak dapat dihindari jika pasukan pemerintah melancarkan serangan besar-besaran sehingga pecah pertempuran total.
Sekutu Suriah, Iran, telah menegaskan "perang melawan terorisme" di Provinsi Idlib harus dilanjutkan.
"Perang melawan terorisme di Idlib tidak dapat dihindarkan sebagai bagian dari misi untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Suriah," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.
"Namun pertempuran ini tidak boleh menyebabkan warga sipil menderita atau mengarah ke kebijakan membumihanguskan."
Penegasan itu disampaikan dalam pertemuan puncak antara Iran, Turki dan Rusia di Teheran, Jumat (07/09).Adapun sekutu lainnya, Rusia, mengatakan Suriah mempunyai hak untuk merebut kembali wilayahnya.
Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, "pemerintah Suriah yang sah mempunyai hak dan pada akhirnya harus menguasai kembali seluruh wilayah nasionalnya."
Kekhawatiran eksodus warga
Namun Turki - yang mendukung kelompok-kelompok pemberontak - berkali-kali memperingatkan bahwa serangan skala besar akan memicu bencana kemanusian.
Dalam pertemuan trilateral di Teheran ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan ketiga negara mempunyai kesempatan terakhir untuk mencegah pertumpahan darah di Provinsi Idlib yang berpenduduk sekitar tiga juta jiwa.Yang dikhawatirkan Turki adalah eksodus warga dari Suriah ke Turki akan terjadi lagi padahal Turki sudah menampung banyak pengungsi. Idlib berbatasan langsung dengan Turki.
Sementara pertemuan berlangsung, serangan udara terhadap posisi-posisi pemberontak di Idlib dilaporkan terus terjadi pada Jumat pagi.
Pesawat-pesawat Rusia mengebom wilayah pemberontak yang terletak di Suriah barat laut tersebut, sementara pasukan Suriah dilaporkan bersiap-siap melancarkan serangan besar-besaran.

Putusan bersejarah: Mahkamah Agung India melegalkan seks sesama jenis

Dalam sebuah keputusan bersejarah, Mahkamah Agung India menetapkan bahwa seks komunitas homoseksual tidak lagi merupakan tindak pidana.
Putusan itu membatalkan putusan tahun 2013 yang mengukuhkan hukum era kolonial -dikenal sebagai Bab 377- yang mengategorikan seks sesama jenis sebagai "pidana perbuatan tidak wajar".
Putusan terbaru MA India ini memutuskan diskriminasi berdasarkan orientasi seksual adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Para pegiat HAM di luar persidangan bersorak menyambut keputusan itu, sebagian bahkan menangis terharu.Meskipun opini publik di kota-kota terbesar India mendukung penghapusan hukum yang mempidanakan seks sesama jenis, masih ada pertentangan kuat di antara kelompok-kelompok agama dan di masyarakat pedesaan yang konservatif.Meskipun begitu, putusan MA ini bersifat final dan tidak dapat ditentang lagi. Ini merupakan kemenangan besar bagi komunitas LGBT India.
Apa kata para hakim?
Putusan diambil hari Kamis (6/9) dengan suara bulat oleh majelis yang terdiri dari lima hakim, yang dipimpin oleh hakim tertinggi India, Dipak Misra.
Saat membacakan putusan, Dipak Misra berkata: "Mengkriminalisasi hubungan badani adalah tidak rasional, sewenang-wenang dan sama sekali tidak konstitusional."Hakim lain, Indu Malhotra, mengatakan bahwa "sejarah berutang permintaan maaf" kepada orang-orang LGBT karena telah mengucilkan mereka.
Hakim DY Chandrachud mengatakan negara tidak punya hak mengatur kehidupan pribadi anggota komunitas LGBT dan bahwa penolakan hak atas orientasi seksual, sama dengan menolak hak atas privasi.
Putusan tersebut juga memungkinkan dilakukannya hubungan seks sesama jenis di antara orang dewasa di dalam ruang pribadi.Adapun pengadilan mengatakan, aspek lain dari Hukum Bab 377 yang terkait seks dengan hewan dan anak-anak, tetap berlaku.
Para hakim juga eksplisit mengatakan putusan itu hanya pada validitas konstitusional Bab 377 dan tidak menyangkut hak-hak lain, seperti yang berkaitan dengan perkawinan atau warisan.
Di sisi lain, masih terlalu dini meramalkan bagaimana putusan ini akan diterjemahkan dalam jangka panjang.

Thursday, September 6, 2018

Amerika hentikan pendanaan badan bantuan Palestina Unrwa

Amerika Serikat menghentikan segala bentuk bantuan pendanaan untuk badan pengungsi Palestina PBB, kata Departemen Luar Negeri AS.
Mereka menyebut, penyebabnya adalah karena Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (Unrwa), mengalami "cacat tak terselamatkan".
Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert, mengatakan, "Pemerintah AS telah mengkaji masalah ini secara seksama," dan sampai pada keputusan untuk "tidak akan lagi memberikan bantuan dana tambahan untuk Unrwa."
Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut langkah itu adalah "serangan" terhadap rakyat Palestina.
"Hukuman seperti itu tidak akan berhasil mengubah fakta bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki peran di kawasan dan bahwa mereka bukan lagi bagian dari solusi," kata jubir kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeina kepada kantor berita Reuters.Abu Rudeina menandaskan bahwa keputusan AS itu "bertentangan dengan resolusi PBB".
Seorang juru bicara Unrwa, Chris Gunness, menolak tuduhan AS, melalui serangkaian cuitan yang diunggahnya di Twitter.
"Kami menolak sekeras-kerasnya tudingan bahwa sekolah-sekolah, pusat kesehatan, dan program bantuan darurat yang dikelola Unrwa merupakan "cacat tak terselamatkan," tulisnya.Sebelumnya, Januari lalu, AS mengumumkan akan menahan lebih dari setengah pendanaan untuk badan tersebut.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan penghentian lebih dari $200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun bantuan ekonomi yang sedianya dialokasikan ke Gaza dan Tepi Barat, untuk dialihkan ke tempat lain.Unrwa pada awalnya dibentuk untuk menangani ratusan ribu warga Palestina yang terusir akibat perang Arab-Israel 1948.
Badan ini saat ini membantu lebih dari lima juta orang Palestina di seluruh Timur Tengah, dalam bentuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial.
AS merupakan donor terbesar untuk Unrwa, dengan nilai $368 juta (sekiar Rp5,2 triliun ) pada tahun 2016, yang mencakup hampir 30% dari dana operasi Unrwa di wilayah tersebut.
Bulan Januari lalu, pemerintah Trump menjanjikan pencairan $60 juta (Rp900 miliar) untuk Unrwa, tetapi menahan $65 juta (Rp950 miliar) lainnya sambil menunggu pengkajian. Sisa dana $65 juta itu diperkirakan akan dibatalkan.Sebaliknya, hari Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan negaranya akan meningkatkan kontribusinya kepada badan itu karena krisis pendanaan yang dialami Unrwa memicu ketidakpastian.
"Jika organisasi ini bubar, bisa terjadi reaksi berantai yang tak terkendali," kata Maas.
Bulan Januari lalu, Unrwa meluncurkan seruan global meminta uluran tangan untuk membantu pendanaan anggaran mereka yang dilanda kekurangan.
Sejumlah pihak di Israel juga menyuarakan kecemasan bahwa melemahnya Unrwa dapat menyebabkan ketidakstabilan regional dan menciptakan lebih banyak ekstremisme di wilayah tersebut.Presiden AS Donald Trump, januari itu menunjukkan perubahan dalam pendekatannya terhadap maslaah Palestina ketika dia mencuit bahwa AS "tidak mendapatkan apresiasi atau hormat" atas bantuan besar mereka untuk wilayah tersebut. 
Trump juga mengancam akan memangkas bantuan kepada Palestina atas apa yang dia sebut keengganan mereka untuk bernegosiasi dengan Israel.Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert, mengatakan kepada wartawan waktu itu bahwa pemerintah Trump bersedia mengirimkan dana $60 juta sebagai sumbangan sukarela untuk tahun 2018 sehingga Unrwa tidak kehabisan dana, dan sekolah-sekolah dan fasilitas perawatan kesehatan tidak harus ditutup.
Dia menambahkan bahwa AS akan "senang jika dilakukan sejumlah revisi tentang bagaimana Unrwa beroperasi", untuk memastikan bahwa uang itu "digunakan dengan cara sebaik-baiknya" sehingga orang-orang mendapatkan layanan yang mereka butuhkan.

Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara


Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada dua wartawan Reuters yang dinyatakan bersalah melanggar undang-undang rahasia negara saat meliput kekerasan terhadap kaum Muslim Rohingya.
Kedua wartawan itu, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap tahun lalu saat membawa serta berkas-berkas dokumen resmi yang baru saja diberikan oleh polisi kepada mereka .
Mereka menyangkal semua tuduhan, dan menegaskan mereka tak bersalah. Mereka menyatakan bahwa dalam peristiwa yang dituduhkan itu mereka dijebak oleh polisi.Kasus ini dipandang dunia internasional sebagai ujian kebebasan pers di Myanmar.
"Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi Myanmar, wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dan kebebasan pers di mana pun," kata pemimpin redaksi Reuters, Stephen Adler.
Wa Lone yang berusia 32 tahun, dan Kyaw Soe Oo, 28 tahun, dalam tugas jurnalistiknya saat itu mengumpulkan bukti tentang eksekusi yang dilakukan oleh tentara terhadap 10 warga desa Inn Din di bagian utara negara bagian Rakhine yang mayoritas warganya Muslim.Saat melakukan penyelidikan itu, kedua wartawan ditawari dokumen oleh dua petugas polisi. Tetapi mereka langsung ditangkap setelah mereka mendapatkan dokumen-dokumen tersebut.
Pihak berwenang kemudian melakukan penyelidikan versi mereka sendiri atas pembunuhan di desa Inn Dinn. Hasilnya, mereka mengukuhkan terjadinya pembantaian itu dan menjanjikan akan dilakukannya tindakan terhadap mereka yang terlibat.Putusan terhadap dua wartawan Reuters itu dijatuhkan setahun setelah meletusnya krisis di negara bagian Rakhine menyusul serangan militan Rohingya terhadap beberapa pos polisi.
Militer membalas serangan itu dengan operasi militer brutal terhadap minoritas Rohingya. PBB mengatakan, para perwira militer penting Myanmar harus diselidiki dan dituntut untuk tuduhan genosida.
Akses media ke Rakhine sangat dikontrol oleh pemerintah sehingga sulit untuk mendapatkan berita yang terpercaya dari wilayah tersebut.Sejak pecahnya kekerasan pada bulan Agustus 2017, pemimpon de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi meluputkan berbagai kesempatan untuk berbicara secara terbuka mengangkat masalah ini, termasuk di Majelis Umum PBB di New York pada September lalu.Suu Kyi justru kemudian menyebut krisis itu telah didistorsikan oleh "gunung es informasi yang salah"—kendati kemudian juga mengatakan dia merasa simpati yang mendalam untuk penderitaan "semua orang" dalam konflik itu.
Myanmar, katanya, "berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan ... untuk semua komunitas di negara ini."

Jepang dilanda angin topan terkuat selama 25 tahun, sembilan tewas



Jepang dilanda angin topan terkuat selama 25 tahun yang mengakibatkan sedikitnya sembilan orang meninggal dunia dan 200 lainnya cedera.
Angin Topan Jebi membawa hujan deras di bagian barat Jepang dan angin berkecepatan 172 kilometer/jam.Di kawasan Pantai Osaka, topan tersebut menyeret kapal tanker ke jembatan. Kemudian di Kyoto, sebagian atap stasiun kereta ambruk.Bahkan, di Bandara Internasional Kansai di Osaka, banjir telah menutupi landasan pacu. Akibatnya, sejumlah jadwal penerbangan dibatalkan.Pemerintah Jepang memerintahkan lebih dari satu juta orang di kawasan yang terdampak bencana untuk meninggalkan rumah masing-masing di tengah peringatan potensi gelombang tinggi, banjir, dan longsor.Angin Topan Jebi telah menyebabkan puluhan ribu orang tanpa pasokan listrik.Sebelumnya, pada Selasa (4/9), angin topan itu mulai menerjang Pulau Shikoku dan bergerak melintasi Pulau Honshu.
Oleh badan meteorologi Jepang, Jebi dikategorikan sebagai angin topan "sangat kuat" yang melanda pulau-pulau utama Jepang sejak 1993 silam. Saat itu, kantor berita Kyodo mencatat sebanyak 48 orang meninggal dunia atau hilang.Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menggelar rapat darurat dan menyeru kepada seluruh warga "untuk bertindak demi melindungi nyawa, termasyuk bersiap dan mengevakuasi dini".
Jepang secara berkala dilanda badai. Pada Juli, longsor dan banjir besar telah menewaskan lebih dari 200 orang.
Peristiwa ini kemudian disusul gelombang panas yang mencapai rekor.

Dampak krisis Venezuela: Keluarga tercerai berai

Menurut data PBB, 2,3 juta orang meninggalkan Venezuela dari tahun 2014 sampai bulan Juni 2018 akibat krisis ekonomi di negara itu. Ribuan lainnya masih terusmengalir keluar dari negara tersebut. Hampir semua keluarga di negara itu terkena dampak krisis ekonomi yang terjadi dan 7% penduduk telah angkat kaki dari negara mereka sendiri. Lembaga kemanusiaan pembangunan Cafod, yang merupakan bagian dari Caritas International, berbicara dengan sejumlah orang yang ditinggalkan di Venezuela.Sebagai seorang pensiunan penjahit dan ibu sembilan anak, María Teresa Jiménez menyaksikan lima dari anak-anaknya dan sembilan dari cucu-cucunya meninggalkan Venezuela."Saya bekerja sebagai penjahit selama 38 tahun dan hal itu berjalan sangat lancar, anak-anak saya tidak kekurangan. Sekarang, kami bahkan tidak mempunyai uang untuk membeli obat," katanya tentang kesulitan yang terjadi di Venezuela dalam beberapa tahun terakhir."Untunglah, saya tidak punya anak kecil dan anak-anak saya sekarang sudah menjadi orang yang berhasil."Saya bahagia bahwa anak-anak saya berada di tempat yang tidak berbahaya. Kalau saya 20 tahun lebih muda, saya bisa pergi bersama mereka."Magaly Henríquez adalah ibu dari lima anak. Dia tetap berada di Venezuela sementara dua anak terkecilnya, María Eugenia, seorang guru pendidikan khusus dan Junior, seorang pengusaha sudah berimigrasi. "Ini sangat menyakitkan," kata Henríquez.
"Anak laki-laki saya memiliki banyak mimpi. Dia memulai usaha pemasokan cat (yang harus ditutup karena lonjakan harga). Anak perempuan saya harus bekerja di dua tempat dan itu tidaklah cukup untuk bertahan hidup disini. Kebanyakan guru di Venezuela harus pergi."Junior sekarang bekerja sebagai pelatih kebugaran di Peru dan María Eugenia menjadi pembantu rumah tangga."Saya besar di Venezuela yang masih enak," kata Henríquez "Kami tidak Pérez telah merawat cucu-cucunya Naile, 12 tahun, Naiberli, 7 tahun dan Naire, 13 tahun selama sebulan karena anak perempuannya mencari pekerjaan di Kolombia."Dia sudah mencari pekerjaan selama lebih dua tahun dan belum ada hasilnya. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya masih kuat membesarkan mereka," kata Pérez. mengalami keterbatasan dana. Kami mampu membeli berbagai hal."Sulit bagi anak-anak ini. Saat mereka berulang tahun atau lulus sekolah, ibu mereka tidak ada. Tetapi ketika dia menelpon, mereka mengatakan kepadanya untuk tidak cemas, mereka dalam keadaan baik-baik dan sangat mencintainya."Sementara itu pendaftaran sekolah akan segera dimulai dan masing-masing anak harus memberikan pas foto. Harga foto tersebut adalah lebih dari seperempat gaji rata-rata per bulan. Tanpa foto-foto tersebut anak-anak perempuan itu tidak bisa bersekolah.
 Kami memiliki yang diperlukan agar bisa bertahan hidup."Pastor Cristóbal Domínguez telah menyaksikan pengungsian besar-besaran anak muda jemaatnya - pada enam bulan pertama tahun ini, 17 anggota muda gerejanya pindah ke luar negeri."Kami kehilangan semua anggota paduan suara gereja. Mereka adalah anak muda yang bermigrasi bulan Desember lalu," katanya."Sekarang kami berusaha membentuk paduan suara baru, tetapi topik yang selalu dibicarakan adalah negara-negara mana lagi yang mereka akan datangi, mana yang memberikan lebih banyak peluang untuk mencari nafkah.""Yang menyedihkan, kebanyakan dari mereka merasa jalan satu-satunya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik adalah pindah ke negara lain."Bekerja bersama-sama Caritas Venezuela, jemaat Pastor Cristóbal menjalankan "olla comunitaria", dapur umum yang memberikan makanan kepada lebih dari 500 orang setiap minggu.
Sementara tahun ajaran baru akan dimulai beberapa minggu lagi, dia khawatir banyak kelas tidak memiliki guru karena mereka telah pindah ke luar negeri.

Legenda prajurit perempuan dari Afrika yang tak kenal takut


Aktor Chadwick Boseman dan Michael B Jordan mendapat pujian tinggi untuk peran mereka dalam film Marvel Black Panther. Tapi bagi saya, bintang-bintang nyata adalah Dora Milaje, unit pasukan khusus dari Kerajaan fiktif Wakanda. Mereka begitu menakutkan namun kukuh dalam prinsip, para serdaduk perempuan ini memberikan kompas moral film itu.
Saya senang mengetahui bahwa inspirasi bagi para perempuan yang berkuasa ini berasal dari kisah nyata, dan bahwa keturunan para perempuan ini masih mempertahankan tradisi mereka."Dia adalah Raja kami. Dia adalah Dewa kami. Kami akan mati untuknya," kata Rubinelle, memilih kata-katanya dengan hati-hati.
Sekretaris berusia 24 tahun itu berbicara tentang neneknya, yang sedang duduk di tempat tidur di salah satu ruang depan sebuah rumah di Abomey, bekas ibukota Kerajaan Dahomey dan sekarang menjadi kota yang berkembang di Benin selatan, Nigeria.
Kepala perempuan tua itu dihiasi dengan mahkota.Saya diberi kesempatan untuk audiensi dengan Dahomian: keturunan Ratu Hangbe, yang menurut legenda setempat adalah pendiri Amazon, kelompok elit prajurit wanita.
Sebagai perwujudannya yang hidup, wanita tua itu mewarisi namanya dan otoritasnya. Empat Amazon menemaninya, duduk di atas tikar anyaman di lantai. Ruangan itu relatif besar: ada meja dan kursi untuk pengunjung dan, di sudut, ada televisi kuno di sebelah lemari minuman darurat.
Setelah mengarahkan bahwa saya harus bersujud di hadapan ratu dan menyesap air, Rubinelle dan neneknya menceritakan kisah leluhur mereka.Pasukan Amazon Dahomey adalah prajurit garis depan dalam tentara Kerajaan Dahomey, sebuah kerajaan Afrika Barat yang ada sejak 1625 hingga 1894. Sisa-sisanya terletak di Benin modern, yang menempati sepotong pantai antara Nigeria dan Togo.
Apakah menaklukkan suku tetangga atau melawan pasukan Eropa, Amazon dikenal karena keberanian mereka. Dalam salah satu pertempuran terakhir melawan Prancis pada tahun 1892 sebelum kerajaan itu menjadi koloni Perancis, dikatakan hanya 17 dari 434 orang Amazon yang hidup.
Menurut legenda , Hangbe mengambil alih tahta pada awal abad ke-18 setelah kematian mendadak saudara kembarnya, Akaba. Setelah memimpin dalam waktu singkat, ia dipaksa digulingkan oleh adik laki-lakinya yang haus kekuasaan, Agaja.
Ratu Hangbe yang sekarang mengatakan kepada saya bahwa semua jejak pemerintahan leluhurnya telah dihapus oleh Agaja, yang percaya bahwa hanya pria yang harus memegang tahta.
Di sebuah museum yang berdebu yang terletak di dalam tembok Istana Kerajaan di Abomey, tongkat kerajaan perunggu yang besar ditampilkan dalam urutan pemerintahan mereka. Tidak ada tanda-tanda milik Hangbe, dan beberapa sejarawan mempertanyakan apakah ia memang sebenarnya ada.
Namun warisannya terus hidup melalui para prajurit perempuannya yang perkasa. Cerita lisan dan tertulis menceritakan asal-usul pasukan perempuan ini.
Beberapa sumber menggambarkan Amazon sebagai pemburu gajah. Teori yang lebih diterima secara luas adalah bahwa mereka bertugas sebagai pengawal kerajaan untuk Hangbe dan raja-raja yang datang setelahnya.Adalah Raja Ghezo, yang memerintah Dahomey antara 1818-1888, yang secara resmi mengintegrasikan Amazon ke dalam tentara. Ini sebagian merupakan keputusan praktis, karena tenaga manusia semakin langka karena perdagangan budak Eropa.
Pengakuan Amazon sebagai tentara resmi Dahomey memperkuat dualitas yang sudah tertanam dalam masyarakat melalui agama kerajaan, yang sejak itu berkembang menjadi Vodun, sekarang salah satu agama resmi Benin dan dasar voodoo.
Legenda menceritakan tentang Mawu-Lisa, dewa laki-laki dan perempuan yang datang bersama untuk menciptakan alam semesta. Di semua institusi, politik, agama dan militer, laki-laki akan memiliki perempuan yang setara. Raja, bagaimanapun, memerintah tertinggi.Catatan sejarah tentang Amazon sangat tidak dapat diandalkan, meskipun beberapa pedagang budak, misionaris, dan penjajah Eropa mencatat pertemuan mereka dengan para wanita yang tak kenal takut.
Pada tahun 1861, pendeta Italia Francesco Borghero mendeskripsikan latihan militer di mana ribuan wanita bersisik setinggi 120 meter tanpa alas kaki.
Pada tahun 1889, administrator kolonial Perancis Jean Bayol menggambarkan menyaksikan seorang Amazon muda mendekati tawanan sebagai bagian dari pelatihannya.
"[Dia] berjalan dengan riang, mengayunkan pedangnya tiga kali dengan kedua tangan, lalu dengan tenang memotong daging yang menghubungkan kepala ke badan ... Dia kemudian meremas darah dari senjatanya dan menelannya."Orang-orang Eropa yang mengunjungi kerajaan pada abad ke-19 menyebut pejuang wanita Dahomey sebagai Amazon, merujuk pada para pejuang yang kejam dari mitologi Yunani.
Hari ini, sejarawan menyebut mereka sebagai mino, yang dapat diterjemahkan sebagai 'ibu kami' dalam bahasa lokal Fon. Namun, Leonard Wantchekon, yang lahir di Benin dan sekarang profesor politik di Universitas Princeton dan pendiri Sekolah Ekonomi Afrika di Cotonou, Benin, mengklaim istilah kontemporer tidak secara akurat mencerminkan peran yang dimainkan para prajurit dalam masyarakat Dahomey. "Mino artinya penyihir," katanya.Hari ini, peran Ratu Hangbe dan Amazon-nya adalah terutama seremonial, memimpin ritual keagamaan yang berlangsung di kuil dekat rumahnya. Ketika saya diminta untuk mengambil foto Ratu Hangbe, Pierrette, Amazon yang lain, melompat ke atas untuk membentangkan payung upacara di atas majikannya di ruang gelap.
Rajutan tulisan 'Reine Hangbe '(Ratu Hangbe) telah dijahitkan ke kain menggunakan teknik appliqué dari tradisi Dahomey. Seorang penjahit, Pierrette mendesain payung baru untuk ratu nya setiap tahun. Sarat dengan simbolisme, payung-payung yang dihias rumit ini pernah menunjukkan status di pengadilan Dahomey.
Payung Ratu Hangbe relatif sederhana, meskipun pada abad 18 dan 19, mereka sering dihiasi dengan tulang musuh yang kalah. Parasol juga menampilkan gambar burung dan hewan, serta klub berkepala bundar yang digunakan Amazon dalam pertempuran.
Senjata mematikan ini juga ditampilkan dalam ukiran di dinding lumpur dari bangunan istana. Setiap raja akan membangun istana baru di sebelah pendahulunya, meninggalkan bekas sebagai makam.Meskipun Behanzin, raja terakhir Kekaisaran Dahomey, membakar istana sebelum orang Prancis tiba, sebuah bagian masih berdiri di Abomey, sebuah tanda Unesco berkarat yang tergantung di pintu masuk. Relief bas menunjukkan bagaimana Amazon menggunakan senapan dan parang, untuk membunuh musuh.
Dalam satu lemari berdebu, ekor kuda muncul dari tengkorak manusia - sebuah trofi yang dibawa kembali oleh Amazon untuk rajanya, digunakan sebagai pemukul lalat yang mewah.Selalu ada daya tarik dengan Amazon, tetapi sifatnya tampaknya berubah. Film Black Panther bertanggung jawab, tentu saja, tetapi Dr Arthur Vido di Universitas Abomey-Calavi, yang telah memperkenalkan kursus baru tentang sejarah perempuan di Afrika Barat, memiliki teori lain.
"Karena status perempuan berubah di Afrika, orang ingin tahu lebih banyak tentang peran mereka di masa lalu."
Sebagian besar bunga di Amazon memusatkan pada ketidakberdayaan mereka, meskipun Wantchekon menolak pemuliaan pertempuran mereka.
"Itulah yang dilakukan tentara," katanya. Sebaliknya, Wantchekon lebih tertarik pada apa yang Amazon raih sebagai veteran.Desa tempat Wantchekon tumbuh besar, di sebelah barat Abomey, dulunya adalah lokasi kamp pelatihan suku Amazon.
Selama bertahun-tahun, bibinya merawat seorang lansia Amazon yang pindah ke desa setelah pensiun dari tentara. Penduduk desa masih ingat mantan tentara itu sebagai "kuat, mandiri dan kuat," kata Wantchekon.
Dia menantang hierarki desa dan "bisa melakukan itu tanpa ada reaksi dari kepala lokal karena dia adalah Amazon". Teladannya, Wantchekon berpikir, mengilhami wanita lain, termasuk ibunya, menjadi ambisius dan mandiri.
Untuk alasan ini, Wantchekon yakin Amazon masih relevan saat ini. "Di mana profesi yang penting bagi masyarakat didominasi oleh laki-laki, mengapa kita tidak memasukkan satu unit perempuan elit untuk bekerja berdampingan dengan laki-laki? Untuk menjadi setara dengan pria."Untuk Wantchekon, bukan kekuatan atau kekuatan militer mereka yang membuat Amazon luar biasa, melainkan kapasitas mereka sebagai teladan. Marvel Studios dapat melihat daya tarik: film spin-off yang dikhususkan untuk Dora Milaje kini sedang dibuat.
Saat aku meninggalkan Ratu Hangbe, Rubinelle bangkit untuk menjabat tanganku, menjulang di atasku dan menatap mataku dengan tegas. Berkendara, saya melihat patung-patung Amazon yang baru didirikan di sepanjang jalan. Mereka berdiri tegak dan berbahu lebar, dan sangat mirip dengan Rubinelle.

Terpecahkan, teka-teki 'kapal hantu' Indonesia yang menggegerkan Myanmar



Kapal peti kemas berbendera Indonesia, Sam Ratulangi P600, yang menggegerkan karena terdampar di Myanmar tanpa awak dan muatan, baru dijual Mei lalu oleh sebuah perusahaan besar perkapalan.
Dalam perkembangan terakhir, angkatan laut Myanmar tampaknya telah berhasil memecahkan teka-teki seputar kapal bernama Sam Ratulangi PB600, kapal kargo dengan panjang 177 meter yang semula dimiliki Djakarta Lloyd itu.
"Kapal itu ditarik oleh sebuah kapal derek dari Indonesia ke sebuah pelabuhan pembongkaran besi tua di Bangladesh, namun karena cuaca buruk para awak kapal derek akhirnya melepaskan kapal (Sam ratulangi) itu," kata Angkatan Laut Myanmar dalam unggahan di akun Facebook mereka.
Kapal Sam Ratulangi memicu kehebohan di Myanmar setelah para nelayan melihat kapal berbendera Indonesia itu terlihat 'kelayapan' secara misterius di dekat perairan sekitar Yangon, pekan lalu.Kapal itu kemudian ditemukan terdampar di Teluk Martaban, 11 km lepas pantai Yangon, Kamis (30/9) dan polisi serta personil angkatan laut naik ke atasnya untuk melakukan pemeriksaan, dan tak menemukan awak atau pun barang apa pun, kata polisi.
Dalam pernyataan yang diposting di Facebook, polisi Yangon mengatakan kapal itu "terdampar di pantai dan (di tiangnya terdapat) sehelai bendera Indonesia".
Disebutkan, kapal kontainer besar itu dalam keadaan sudah karatan di sana-sini.
Aung Kyaw Linn, sekretaris jenderal Federasi Pelaut Independen Myanmar mengatakan kapal itu masih dalam keadaan laik jalan, dan bisa dioperasikan untuk berlayar, lapor Myanmar Times.
Muncul teka-teki, bagaimana bisa kapal sebesar itu terlantar di lautan dalam keadaan seperti itu -dan terdampar di Myanmar?
Namun Angkatan Laut menyebut, mereka sudah curiga bahwa kapal itu sedang berada di laut dengan diderek oleh kapal lain sebelum terlepas, setelah "ditemukan dua kabel pada bagian haluan kapal."
Mereka kemudian berhasil menemukan kapal derek bernama Independence, sekitar 80km lepas pantai Myanmar. Dan di dalamnya terdapat 13 awak kapal berkebangsaan Indonesia.Sesudah menanyai ke-13 ABK Indonesia itu, terungkap bahwa mereka sudah menarik kapal Sam Ratulangi sejak 13 Agustus, dengan tujuan sebuah pelabuhan di Bangladesh, tempat sebuah pembongkaran besi tua.
Namun akibat cuaca buruk, sejumlah kabel penarik terputus, dan akhirnya mereka memutuskan untuk melepaskan kapal itu.
Pemilik kapal derek itu berkebangsaan Malaysia, lapor situs berita Eleven Myanmar.
Disebutkan, pihak berwenang masih menyelidiki lebih jauh kejadian ini.Bangladesh memiliki industri pembongkaran kapal tua yang besar: ratusan kapal dibongkar di Chittagong setiap tahunnya.
Industri itu menimbulkan kontroversi, karena dianggap membahayakan para pekrja, dan tak memiliki aturan yang memadai.Kapal Sam Ratulangi P600 itu disebutkan asalnya milik Djakarta Lloyd, BUMN bidang pelayaran angkutan kargo kontainer dan curah.
"Kapal itu bulan Mei lalu resmi dijual melalui lelang, dalam keadaan rusak berat" kata seorang sumber di Djakarta Lloyd.
Ia mengatakan masih sedang berkoordinasi dengan perusahaan lelang untuk memperoleh informasi lebih jauh dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum bisa memberi keterangan resmi.
Pemenang lelang adalah PT Mandara Putra Bajatama, yang menurut berbagai informasi telah menjualnya ke sebuah perusahaan Singapura, Smit Salvage Company.
Di situs perusahaan itu, di bagian 'riwayat kepemilikan kapal,' tercantum bahwa Sam Ratulangi jadi milik Djakarta Lloyd pada tahun 2000.Menurut situs internet Marine Traffic, situs yang mencatat lalu lintas pergerakan kapal di seluruh dunia, kapal itu dibuat pada tahun 2001 dan panjangnya lebih dari 177 meter.
Lokasi kapal itu terakhir kali tercatat di lepas pantai Taiwan pada tahun 2009. Dan menurut kantor berita AFP, peristiwa terbaru ini merupakan yang pertama kalinya sebuah kapal yang ditelantarkan muncul di perairan Myanmar.